20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tahun 2018, AP II Incar 5 Bintang dari Skytrax

...

  • PORTALSATU
  • 12 December 2017 15:10 WIB

JAKARTA – Agresifitas sektor pariwisata di tahun 2017 akan terus dikembangkan di tahun depan. Dan Angkasa Pura II sebagai salah satu stakeholder terkait, siap ambil bagian. Raihan lima bintang dari Skytrax menjadi incaran AP II di 2018.

Sertifikasi dari Skytrax atas pelayanan yang baik kepada para penumpang pesawat dan pengunjung bandara akan ditingkatkan. Layanan wisatawan juga ikut digeber.

Seperti diketahui, di tahun 2017, sejumlah bandar udara di bawah naungan AP II mendapat sertifikasi bintang 4 dan bintang 3 dari Skytrax --lembaga independen yang diakui oleh industri transportasi udara global -- atas penilaian Airport  Quality Ranking.

"Ada Bandar Udara Internasional Kualanamu yang meraih sertifikasi bintang 4 dan bandara international Soekarno-Hatta meraih sertifikat bintang 3," ujar President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Senin (11/12).

Namun dia belum puas. AP II, ujar Awaluddin, menargetkan dua bandara tersebut bisa meraih sertifikasi bintang 5 atau peringkat tertinggi untuk penilaian bandara versi Skytrax.

"Bandara Internasional Kualanamu dan Soekarno-Hatta kami targetkan dapat meraih sertifikasi bintang 5 dari Skytrax seiring dengan pengembangan di dua bandara tersebut," ujar Awaluddin.

Lalu apa yang sudah dilakukan AP II untuk mencapai target tersebut? Apakah pengembangan hanya untuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu?

VP of Service & Facility Performance AP II, KRAT Tommy Ariesdianto mengatakan, AP II sudah melakukan berbagai hal dan pesiapan.

Fokus utamanya adalah dalam commited to service excellent dengan menerapkan Airport Digital Life experience kepada penumpang pesawat dan pengunjung bandara.

"Semuanya mengacu pada standar global. Dalam hal ini adalah komponen-komponen yang dinilai oleh Skytrax," ujar Tommy.

Pertama adalah pembenahan dan penguatan terhadap airport website. Dimana website harus dapat memberikan informasi penumpang yang lengkap dan jelas.

Website diibaratkan harus dapat memberi informasi yang dapat memberi pemahaman seseorang dari yang sama sekali tidak tahu mengenai bandara menjadi tahu.

"Website harus menampilkan ragam informasi seperti harga transportasi dan jam keberangkatan, tenant-tenant dengan price listnya apa saja. Juga informasi mengenai custom immigration, harus jelas," ujar Tommy.

Bahasanya pun juga harus beragam. Until signage setidaknya ada lima bahasa yang bisa jadi pilihan. Mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, China, Arab dan Jepang.

"Tampilannya juga harus atraktif. Inilah yang kita sempurnakan untuk airport website," ujar Tommy.

Sentuhan penyempurnaan juga dilakukan untuk Ground Transpartion, Directional Signage & Parking Services. Ia mengatakan, AP II akan memastikan ke depannya bahwa sarana transportasi menuju pusat kota juga harus jelas bagi penumpang pesawat dan pengguna bandara.

Semuanya nanti akan menyesuaikan dengan standardisasi yang ada. Misalnya bus yang digunakan minimal produksi tahun berapa, kemudian juga harus ada seat number.

"Ini diperlukan satu visi yang kuat bersama stakeholder. Jadi semua bus yang masuk ke bandara harus ada standar. Tidak boleh kotor, juga harus on time," ujarnya.

Hal ini juga diperkuat dengan sky train, bus antarterminal, golfcar penumpang juga lainnya.

"Informasi available parking yang belum standar juga kita buat standard. Parkir kendaraan juga sudah dibuat digital, termasuk fasilitas untuk disable parking dan ladies parking," kata Tommy.

Kemudian juga fasilitas di dalam bandara. Bahwa terminal sitting tidak hanya sekadar kursi, tapi harus ada charging station di bawah kursi.

"Terminal decoration juga diperhatikan. Jadi artinya bandara harus bisa memberikan first impression yang baik bagi seluruhnya. Termasuk wisatawan," ujarnya.

Yang tidak kalah penting juga adalah keberadaan toilet. AP II akan mengubah total dengan fasilitas-fasilitas seperti baby changing, toilet disable, bersih dan kering. Benar-benar sesuatu yang standar global.

"Di terminal 3 bandara Soekarno Hatta sendiri kita juga menambahkan fasilitas shower room. Baik di keberangkatan domestik dan internasional," paparnya.

Secara total, ujar Tommy, AP II melakukan penyempurnaan untuk 22 kategori yang diterapkan oleh Skytrax. 22 Kategori tersebut meliputi Airport Website, Ground Transportation, Directional Signage & Parking Services, Arrival and Terminal Transfer, Terminal Seating, Terminal Decor/Ambiance, Terminal Flooring juga Toilet/Washroom Facilities.

Selanjutnya adakah Smoking Policy/Smoking Areas, Business/Internet/Banking, Passenger/Flight Information, Security Screening & Customs/Immigration, Airport Customer Service & Tourist Service Assistance, Food & Beverages, Retail Facilities, Passenger Transist Systems, Terminal Hotel, Baggage Carts/Bag Trolleys serta Leisure Facilties, Disabled Passenger Facilites, Self-Service Options and Prayer Rooms.

"Serta juga Moving Around the Airport dan yang terakhir Check-In/Airlines Lounge," kata Tommy.

Untuk tahap awal, Tommy mengatakan, semua komponen tersebut memang akan difokuskan pada empat bandara sebagai pilot project. Yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Kualanamu, Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II dan Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport.

“Semuanya akan kita terapkan bertahap. Saat ini pilot project untuk di empat bandara itu karena itu yang memang kita ikutkan untuk penilaian. Tapi 13 bandara lainnya standardisasinya akan sama,” ujar Tommy.

Angkasa Pura II pun secara berkala setiap pekannya melakukan penilaian dan evaluasi terhadap komponen-komponen penilaian.

“Total ada 330 item di dalam 22 kategori tersebut,” ujarnya.

Karena itu dibutuhkan dukungan dari masyarakat dalam hal ini penumpang dan pengguna bandara untuk dapat saling menjaga.

Menhub Budi Karya Sumadi juga mengajak masyarakat untuk membantu memberikan kesan dan suara terbaik buat Angkasa Pura II, yang memiliki Bandara Soekarno Hatta itu. Bandara itu didesain untuk menjadi hub bagi wisatawan, agar terbang ke Indonesia.

“Puluhan ribu wisatawan yang terbang melintasi awan Indonesia, tetapi tidak mampir sebagai wisman. Jika Bandara Internasional kita hebat, bagus, mereka bisa transit lebih lama sambil berwisata di Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menambahkan, Soekarno Hatta dan semua international airport adalah wajah muka Indonesia. Akan menjadi first impression buat wisatawan, begitu menginjakkan kaki ke tanah air. “Kesan pertama, ada di bandara! Soekarno Hatta dan AP II cukup kuat untuk
bersaing di global level,” katanya.

Dia mengapresiasi commited service excellent yang dijalankan Angkasa Pura II. Ia mengatakan, sektor pariwisata di tahun 2018 akan lebih berkembang dengan segala tantangan yang ada.

Karena itu dibutuhkan dukungan dan komitmen dari para stakeholder terkait, salah satunya agar dapat menerapkan standar global dalam pengelolaanya.

Dari rencana besar AP II itu, Menpar Arief Yahya berharap akan ada perubahan yang signifikan dari pergerakan wisatawan, khususnya mancanegara (wisman).

“Pelayanan dengan memanfaatkan teknologi digital menjadi sangat penting. Termasuk menyesuaikanya dengan standar global. Mengikuti komponen dari Skytrax sudah menjadi jalur yang benar. Dan ini akan mendorong AP II menjadi global player," ujar Menpar Arief Yahya.[]

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.