24 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tradisi Berbagi Istri, Cara Pria Eskimo Agar Wanita Tak Kesepian

...

  • KUMPARAN.com
  • 21 April 2019 19:45 WIB

Pasangan suami istri Eskimo Foto: Wikimedia Commons
Pasangan suami istri Eskimo Foto: Wikimedia Commons

Masyarakat Eskimo yang hidup di Kutub Utara dan Siberia Timur memiliki tradisi unik yang cenderung nyeleneh dalam menjalani hidup. Tinggal di lokasi terpencil dengan cuaca ekstrem membuat masyarakat Eskimo harus mampu saling bahu membahu, membantu, dan berbagi demi mempertahankan kelangsungan hidup.

Mereka terbiasa menganggap satu sama lain sebagai saudara dan berbagi segalanya. Mulai dari makanan hasil buruan, persediaan, hingga barang lainnya yang dianggap penting, bahkan istri.

Ya, istri. Pria-pria Eskimo terbiasa berbagi istri dengan 'saudara-saudara' mereka. Tradisi berbagi istri biasanya dilakukan saat rombongan suami lainnya sedang berburu.

Dilansir Ranker, pria Eskimo yang kedapatan meniduri istri temannya tidak akan mendapat cap jelek atau gunjingan dari masyarakat, melainkan pujian. Karena meniduri istri orang lain saat suaminya sedang berburu jauh dari rumah dianggap mampu mengurangi kesepiannya saat ditinggal sang suami.

Berbagi istri dapat dilakukan melalui pernikahan terstruktur yang dilakukan secara bersama. Misalnya saja dengan saling bertukar pasangan, atau secara impulsif meniduri istri teman yang sedang ditinggal.

Karena hubungan intim dengan pasangan orang lain merupakan tindakan yang lumrah untuk dilakukan, maka apabila seorang wanita mengandung anak yang bukan berasal dari suaminya sendiri, ia tidak akan mendapatkan hukuman. Ia tidak akan dijauhi, dan tidak jadi bahan gunjingan.

Sebab hadirnya anak bagi masyarakat Eskimo dinilai sebagai kemampuan sang istri untuk memberikan keturunan dan melanjutkan kelangsungan hidup. Sehingga apabila sepasang suami istri tidak dapat memiliki keturunan, mereka bisa mendapatkan anak dari pasangan lain.

Ketika pria Eskimo sudah memiliki jadwal untuk pergi sementara waktu dari rumah, biasanya mereka akan mengatur kesepakatan antar 'saudara' yang akan menjadi 'suami kedua'. Suami kedua akan diberi kepercayaan untuk melindungi sang istri, termasuk untuk tidur bersama.

Tradisi berbagi atau bertukar istri dalam kehidupan penduduk Eskimo sangat erat dan sulit untuk dipisahkan. Biasanya pertukaran istri akan diperbolehkan setelah pasangan melakukan sebuah ritual bernama séance yang dilakukan oleh seorang dukun.

Selain berbagi 'antarsaudara', masyarakat Eskimo ternyata juga terbiasa berbagi atau bertukar istri dengan orang asing, seperti wisatawan atau pedagang. Pria-pria Eskimo juga memiliki kesempatan untuk menikahi lebih dari satu orang wanita.

Poligami dalam tatanan hidup masyarakat Eskimo dinilai sebagai tanda bahwa seorang pria memiliki kekayaan yang lebih dari cukup, sebab ia mampu memenuhi kebutuhan para wanita yang ia nikahi. Walau tingkat poligami di Eskimo menurun saat agama Kristen diperkenalkan pada masyarakatnya, praktik memiliki istri lebih dari satu yang dilakukan masyarakat di Kutub Utara itu tidak hilang.

Uniknya lagi, menurut Speaking Tree beberapa kelompok penduduk Eskimo yang tinggal di wilayah Siberia Timur dan North Pole Amerika Utara punya alasan yang lebih ekstrem saat melakukan pertukaran istri. Mereka percaya bahwa dengan bertukar istri antara satu dengan yang lain, mereka mampu mengubah identitas individu dan membingungkan roh jahat.

Hal ini akan menguntungkan masyarakat Eskimo, karena saat roh jahat kebingungan mengenali penduduk setempat. Roh tersebut akan kesulitan untuk menjatuhkan bencana pada pasangan atau keluarga.

Penulis: Helinsa Rasputri.[]Sumberkumparan.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.