30.3 C
Banda Aceh
Senin, April 19, 2021

Meski 16 Tahun Tsunami Telah Berlalu, Masyarakat Aceh di Batam Tetap Mengenangnya

BERITA DAERAH

Batam, portalsatu.com
Ahad pagi itu, tepat pada tanggal 26 Desember 2004. Sebuah musibah maha  dahsyat telah meluluhlantakkan bumi Aceh, Negeri yang dijuluki sebagai serambi Mekkah berduka, bencana dahsyat itu kita kenal dengan sebutan ‘Tsunami’.

Kuta Radja sebagai pusat kota Aceh yang merupakan salah satu kota tertua di Asia Tenggara pun harus merelakan separuh badannya hilang diterjang gelombang air laut yang hitam pekat serta beracun. Mayat bergelimpangan di sana-sini, bangunan sudah rata dengan tanah, kendaraan bertumpuk seperti sampah, semuanya hilang dalam waktu sekejap mata. Bahkan orang bertanya-tanya, apakah ini sudah kiamat?

Namun, peristiwa itu sudah berlalu, 16 tahun kita sudah melewati sebuah bencana yang begitu menyayat hati. Ini bukan hanya derita Aceh, ini juga merupakan derita Indonesia dan dunia. Yang merasakan sedih bukan hanya Masyarakat Aceh yang berdomisili disana, masyarakat Aceh yang berada di luar Aceh atau pun di luar Negeri juga merasakan hal sama, seperti halnya masyarakat Aceh di Batam.

Puing-puing bangunan di kota Banda Aceh memang sudah hilang, bahkan digantikan dengan gedung-gedung mewah yang jauh lebih indah dari sebelumnya. Namun, puing-puing kesedihan yang terbungkus kedukaan masih melekat di hati orang-orang Aceh, tak terkecuali masyarakat Aceh di Kota Batam.

Meskipun di tanah perantauan, tidak menutup kemungkinan kesedihan itu ada. Bagaimana tidak, bencana itu telah meluluhlantakkan tanah kelahirannya, tanah, tanah leluhurnya, atau bahkan tanah tempat menghembuskan napas terakhirnya.

Malam ini, tepat pada tanggal 26 Desember 2020, di Masjid Jabal Amni, yaitu salah satu Masjid di antara Masjid lain Masyarakat Aceh di Kota Batam, suara Zikir dan do’a terdengar dengan penuh khusyuk dan khidmat. Tetesan air mata pun berlinang dari beberapa jamaah yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Acara ini memang tidak semata mata untuk mengenang tsunami, akan tetapi disandingkan dengan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW., dan momen ini diambil pada tanggal 26 bertepatan dengan mengenang Tsunami.

Disela-sela kegiatan yang begitu padat, pihak wartawan portalsatu menemui Nanggroe Sulaiman, salah satu tokoh masyarakat Aceh atau ketua Permasa Kepri yang telah banyak memakan asam garam di tanah perantauan ini untuk menanyakan perihal penting tentang peringatan acara tersebut.

Malam itu, Ketua Nanggroe (sapaan akrabnya) mengenakan jas biru berlogo Rencong dengan dilingkari tulisan ‘Permasa’ yang merupakan jas kebanggaan Paguyuban Aceh di Kota Batam dan Kepulauan Riau.

Beliau memberikan komentar tentang acara tersebut bahwa kegiatan mengenang Tsunami memang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan masyarakat Aceh di Batam. Memang acara ini selalu disandingkan dengan kegiatan Maulid, jadi momen pada acara ini ada dua, perayaan Maulid dan mengenang Tsunami.

Khusus untuk mengenang Tsunami, acara ini  memang mengembalikan kita tentang sebuah musibah 16 tahun lalu. Bukan  berarti kita semata-mata larut dalam kesedihan dan lupa untuk menatap hidup ke depan. Akan tetapi, dari peristiwa yang menyayat hati itu, kita bisa untuk lebih dekat kepada sang Pencipta.

“Kita ambil hikmahnya, semoga kita lebih dekat kepada sang Pencipta. Konflik Aceh yang berkepanjangan dan belum usai waktu itu, dengan adanya Tsunami konflik itu berakhir dan kita berdamai. Mari kita jaga perdamaian itu untuk menata masa depan yang lebih baik lagi. Apalagi kita hidup di perantauan,” ucapnya kepada awak media

Disinggung tentang keluarganya yang menjadi korban, Nanggroe Sulaiman berhenti berucap, matanya mulai berkaca-kaca, dan sesaat  tatapannya kosong. Lalu setelah menghembus napas panjang dia mulai bersuara.

Nanggroe menceritakan bahwa keluarganya ada yang menjadi korban saat itu, salah satunya adalah abang kandungnya sendiri yang sampai sekarang belum diketahui dimana jasad lelaki itu. Awalnya memang berat melepaskan kepergian saudaranya itu, namun seiring berjalan waktu, rasa berat itu hilang berganti dengan sebuah keikhlasan yang begitu tulus dari hati yang paling dalam. Karena baginya, setiap manusia pasti akan kembali kepada sang Pencipta.

“Saya sudah mengikhlaskan kepergiannya, Semoga beliau dan semua masyarakat Aceh yang menjadi korban saat itu tenang di alam sana,” ujar lelaki berusia setengah abad itu mengakhiri pembicaraan.

Setelah mewawancarai Ketua Nanggroe, awak media portalsatu menemui Muhammad Jafar, yaitu ketua pelaksana acara malam itu. Dalam komentarnya, Jafar mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada masyarakat Aceh yang sama-sama bahu membahu demi terlaksana acara ini yang memang sudah dipersiapkan selama tiga bulan yang lalu.

“Semoga kegiatan ini terus berjalan setiap tahun seperti sebelum – sebelumnya,” ucapnya singkat.

Sementara itu, ketua permasa Batam yaitu juanda juga ikut hadir dalam acara tersebut. Beliau duduk paling depan mendengarkan Tausiyah dari ustadz Idrus Ramli yang dikenal sebagai Singa Aswaja.

Meskipun dalam keadaan masih kurang sehat pasca operasi beberapa waktu lalu, Juanda menyempatkan hadir malam itu. Karena baginya, ini momen penting yang tidak bisa ditinggalkan, selama masih bisa bergerak untuk berdiri, beliau tetap hadir meskipun dalam keadaan yang  kesehatannya yang belum stabil.[]

Laporan: Yanis, dari Batam.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...

Pesawat Jatuh di Prancis, 4 Orang Tewas

Empat orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Paris, Prancis, Minggu 18 April 2021. Pesawat ringan...

Kelainan Genetik Langka, Bayi 3 Bulan Lahir dengan 3 Penis

Seorang bayi laki-laki dari Duhok, Irak dilaporkan memiliki tiga penis setelah dilahirkan. Hal ini...

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol Special Season

JAKARTA - Indonesian Idol Special Season telah mencapai puncaknya setelah terpilih dua finalis yang...

Rempah-Rempah Khas Gresik, Sehat dan Cocok untuk Buka Puasa

MINUMAN temu mesem khas Gresik, Jawa Timur, menjadi hidangan yang pas untuk buka puasa...

Mualaf Landisa: Aku Berkomitmen pada Islam, Aku Telah Pulang

Landisa, berkisah tentang kepindahan agamanya dari Kristen ke Islam. Dia tumbuh sebagai seorang Kristen...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 3

KAPTEN LET PANDE Episode 3 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Aroma ikan...

Safari Ramadhan di Mutiara Timur, Keurukon Katibul Wali Serahkan Sejumlah Bantuan

PIDIE – Malam keenam Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, Keurukon Katibul Wali Nanggroe...

Laptop Tidak Mau Menyala, Ini Solusinya

Saat kita sedang melakukan aktivitas menggunakan laptop, terkadang banyak sekali kendala yang kita temui....

9 Alasan Harus Makan Telur Setiap Hari, Menyehatkan Mata Lebih Pintar

Nutrisi yang berbeda dalam telur dapat memberi tubuh semua jenis manfaat kesehatan yang tidak...

Jack Ma Terancam Didepak Perusahaannya Sendiri

BEIJING - Ant Group, perusahaan fintech yang didirikan dan dikendalikan Jack Ma, dilaporkan malah...

Ferrari Akan Rilis Mobil Listrik Pertama pada 2025

Banyak pembesut mobil mainstream yang belakangan ini mengembangkan mobil listrik, namun tidak dengan produsen...

Susah Salat, Model AS Halima Aden Pensiun dari Dunia Fesyen

Model muslimah Amerika Serikat (AS) kelahiran Somalia, Halima Aden mengumumkan pensiun dari dunia fesyen....

Hujan Deras, Singapura Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur...

Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang berkah dan keutamaan air zamzam. عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ...

Di Musala Ini Imam dan Seluruh Jamaahnya Perempuan

Salat Isya dan Tarawih jamaah seluruhnya perempuan. Mulai azan, iqamah dan imam salat dilakukan...

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

WASHINGTON - Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari...

Helen Mccrory, Aktris Pemeran Film Harry Potter Meninggal Dunia

Aktor Inggris Helen McCrory, yang membintangi acara televisi "Peaky Blinders" dan film "Harry Potter",...

Giliran Rombongan PKK Subulussalam Buru Kuliner di Ramadhan Fair

  SUBULUSSALAM - Suasana Ramadhan Fair yang berlokasi di Jalan Raja Asal, depan Masjid Agung...

Myanmar: Pemerintahan Tandingan Junta Militer Diumumkan

Konflik di Myanmar masih terus berkembang. Protes anti-kudeta masih terus berlanjut dari kelompok gerakan...