26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Ini Kata NS yang Dituding Terima Uang Rp270 Juta Terkait Kasus Uang Makan Hafiz

BERITA DAERAH

BLANGKEJEREN – Wartawan berinisial NS yang dituding menerima uang Rp270 juta terkait kasus uang makan minum hafiz Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues tahun 2019, menanggapi pernyataan tersangka Syahrul Huda alias Apuk.

“Saya tidak pernah menyuruh orang untuk meminta uang kepada Dinas Syariat Islam terkait meng-handle berita kasus korupsi (uang makan) hafiz, dan saya tidak pernah menerima uang dari mereka,” kata NS, Rabu, 28 April 2021, saat ditanya apakah betul dirinya menerima uang dari tersangka kasus dugaan korupsi itu untuk menyetop berita wartawan dan LSM se-Gayo Lues.

NS mengaku tidak pernah menerima uang yang disebutkan Apuk bersama rekan-rekanya. Padahal, Apuk mengaku mengantarkan uang tersebut ke rumah NS Rp270 juta setelah didatangi seseorang berinisial HM.

“Sebelumnya memang pernah saya bertemu dengan mereka (para tersangka) yaitu di Uyem Beriring (Bukit Cinta), tapi saya tidak ada terima uangnya,” ucap NS.

Diberitakan sebelumnya, oknum wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues diduga ikut menerima aliran dana kasus korupsi uang makan minum hafiz senilai Rp270 juta dari total kerugian negara Rp3,7 miliar lebih. Dugaan suap untuk menyetop pemberitaan terkait kasus di Dinas Syariat Islam Gayo Lues itu mencuat setelah polisi menggelar konferensi pers di Aula Polres, Rabu, 28 April 2021.

Syahrul Huda alias Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang ditetapkan sebagai tersangka usai konferensi pers di Aula Polres Gayo Lues membenarkan pihaknya “telah memberikan uang kepada dua orang untuk meng-handle (menyetop) berita terhadap semua wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues sebesar Rp270 juta”.

Pemberian sejumlah uang agar kasus itu tidak lagi diberitakan wartawan dan LSM, kata Apuk, bermula di kantor Dinas Syariat Islam, kemudian diantar ke rumah salah seorang oknum wartawan di seputaran Blangkejeren yang disaksikan beberapa orang saksi.

“Ada, jumlahnya Rp270 juta, kami berikan kepada HM dan NS, dan sebagai saksinya saya sendiri, Pak Kadis (HUS), LUK (rekanan), Bendahara Dinas Syariat Islam, dan Makrub selaku Pokja. Pemberian di kantor dulu kepada HM kemudian baru kami antar ke rumah NS secara cash,” katanya di hadapan puluhan wartawan saat ditanya kebenaran informasi tersebut.

Uang itu diberikan, kata Apuk, setelah kegiatan selesai dilaksanakan yaitu awal tahun 2020 lalu, dengan tujuan untuk meng-handle berita. Akan tetapi setelah uang diberikan kepada oknum tersebut, berita terkait kasus korupsi di Dinas Syariat Islam tetap ditulis/diliput wartawan Gayo Lues.

“Katanya keseluruhan,” kata Apuk saat ditanya wartawan apakah uang Rp270 juta itu untuk meng-handle satu media atau satu wartawan, atau untuk seluruh wartawan dan LSM yang ada di Gayo Lues.

Menanggapi pengakuan Apuk, para wartawan Gayo Lues yang hadir saat konferensi pers berteriak dan mendesak aparat kepolisian mengusut masalah aliran dana tersebut, serta menangkap siapapun yang telah mencoreng nama wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...