26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Kasus Uang Makan Dewan: Kerugian Negara Rp1 Miliar, Kejari Gayo Lues Amankan Rp800 Juta Lebih

BERITA DAERAH

BLANGKEJEREN – Tim Kejari Gayo Lues terus mendalami kasus dugaan korupsi uang makan dan minum anggota DPRK (Kegiatan Peningkatan Pelayanan Rumah Tangga Pimpinan DPRK) Gayo Lues tahun 2018. Lebih 20 saksi sudah diperiksa terkait kasus yang merugikan keuangan negara Rp1 miliar dari total anggaran Rp1,3 miliar tersebut.

Kajari Gayo Lues Ismail Fahmi, S.H., didampingi Kasi Intelijen Handri, S.H., Kasi Pidsus Antoni Mustaqbal, S.H., dan Kasi Pidum Sairi, S.H., saat konferensi pers di ruang kerja Kajari, Selasa, 8 Juni 2021, mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan sedang proses penyelamatan uang negara.

“Sudah ada beberapa saksi yang mengembalikan uang negara, dari sebelumnya Rp220 juta, sekarang mencapai Rp784 juta. Sedangkan uang yang dikembalikan ke kas daerah sebelum kasus ini diselidiki Rp19 juta lebih. Jadi total uang yang diamankan di rekening khusus penyelamatan harta negara kejaksaan sudah mencapai Rp800 juta lebih,” kata Kajari.

Menurut Kajari, berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, kerugian keuangan negara dalam kasus itu mencapai Rp1 miliar. Namun, kata Kajari, saat ini masih dalam proses perbaikan urutan item oleh BPKP dan belum dikirimkan ke Kejari Gayo Lues secara rinci.

“Kami tidak mau terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kami mengupayakan perimbangan antara penegakan hukum dengan pengembalian kerugian keuangan negara. Jadi, kami imbau, bagi saksi yang merasa ada menerima uang tersebut agar segera mengembalikannya,” ujar Kajari.

Pihak Kejari mengaku belum bisa memastikan apakah proses hukum terhadap kasus tersebut akan tetap dilanjutkan setelah pengembalian uang negara atau dihentikan. Yang jelas, kata Kajari, proses demi proses akan terus dilakukan.

“Kita ikuti saja prosesnya,” tambah Kajari.

Menurut Kajari, selain kasus itu, ada kasus dugaan korupsi lainnya yang sedang ditangani pihak Kejari Gayo Lues. Namun, tidak dijelaskan secara detail kasus dimaksud.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Gayo Lues menggandeng BPKP Aceh untuk melakukan audit/penghitungan kerugian keuangan negara dalam kasus uang makan dan minum anggota dewan tahun anggaran 2018. Saat itu, belasan saksi sudah diperiksa dan uang negara yang dikembalikan baru Rp220 juta.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...