30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Apakah Kejari Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa? Ini Jawaban Kajari

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Pihak Kejari Lhokseumawe akan menggelar ekspose dengan Kajati Aceh terkait kasus dugaan korupsi pembangunan lanjutan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020.

“Tindak lanjutnya nanti bisa lewat Kasi Intel saja sesuai Tupoksi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, termasuk media. Tapi yang pasti, (dalam) minggu ini kami akan ekspose dulu dengan Pak Kajati, ya. Nanti melalui Kasi Intel saja apa TL selanjutnya,” kata Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., melalui pesan WhatsApp (WA), Senin, 14 Juni 2021, sekitar 11.25 WIB.

Kajari Lhokseumawe menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi portalsatu.com tentang perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi terkait pembangunan lanjutan tanggul pengaman pantai Cunda-Meuraksa sumber dana Otsus Tahun Anggaran 2020: “Apakah pihak Kejari Lhokseumawe sudah menetapkan tersangka kasus tersebut? Mohon penjelasan Pak Kajari”.

Sebelum mengirim pertanyaan via pesan WA, portalsatu.com menelepon Kajari Lhokseumawe, sekitar pukul 11.08 WIB, tetapi ia tidak merespons panggilan masuk. Begitu pula saat dihubungi pada 9 Juni 2021, sore, tidak terhubung.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Lhokseumawe, Miftahuddin, S.H., M.H., dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WA, Senin (14/6), sekitar 11.45 WIB, untuk mendapatkan penjelasan “tindak lanjut”, ia hanya membenarkan apa yang disampaikan Kajari.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020 yang merugikan keuangan negara Rp4,3 miliar.

“Karena sudah masuk 22 hari sejak BPKP Aceh menyerahkan secara langsung (hasil audit) ke pihak kejaksaan pada 19 Mei lalu. Kasus ini mendapat atensi publik, jadi kejaksaan patut menjelaskan, kenapa masih belum ada perkembangan (hasil penyidikan),” kata Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Juni 2021.

MaTA berharap kepada Kejari Lhokseumawe dan Kejati Aceh untuk serius mengungkapkan kasus ini sampai ke level aktornya. “Kalau dana Otsus dikorupsi terus tidak ada penegakan hukum maka kondisinya sudah di luar aman,” tegas Alfian.

Alfian menyebut publik tidak pernah lupa terhadap peristiwa dari awal sampai pada kondisi sekarang. “BPKP sudah melakukan audit investigasi dan hasilnya sudah diserahkan. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kejaksaan menunda penyelesaian kasus ini. Kecuali kasus tersebut sudah “dinegosiasikan”, Kejati Aceh dapat mengambilalih pengusutan kasus tersebut mengingat pihak yang diduga terlibat ada penyelenggara negara, dan menghidari potensi konflik kepentingan,” tuturnya.

“Jangan hanya menetapkan tersangka pihak teknis saja, sementara aktor selaku pengambil kebijakam diloloskan. MaTA terus mengawal kasus tersebut, dan diharapkan kepada para pihak termasuk kepada kejaksaan jangan menarik kasus ini seolah-olah politik. Kasus tersebut murni telah terjadi kejahatan luar biasa, jadi tidak seharusnya dilindungi,” pungkas Alfian. (Baca: MaTA Pertanyakan Perkembangan Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa)

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak hanya menyerahkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejari Lhokseumawe. Hasil audit investigasi terhadap proyek sumber dana Otsus tahun 2020 itu juga disampaikan ke Kejaksaan Agung di Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh.

“Ya, laporan hasil audit investigasi atas pembangunan tanggul Cunda- Meuraksa Lhokseumawe dari anggaran Otsus 2020 sudah kami serahkan ke Kejagung melalui BPKP Pusat, Kejati Aceh dan Kejari Lhokseumawe pada Rabu, 19 Mei 2021, dengan nilai kerugian negaranya setelah dikurangi pajak lebih dari 4,3 miliar,” kata Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menjawab portalsatu.com, Kamis, 20 Mei 2021, usai siang. (Baca: BPKP Aceh Serahkan Hasil Audit Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejagung, Kejati, dan Kejari)[](red)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...