27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Alat Musik Aceh Canang Ceureukeh, Dilestarikan Utoh Isa Daud

BERITA DAERAH

Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

Canang ceureukeh merupakan salah satu alat musik tradisional yang hampir punah. Untungnya ada Utoh Muhammad Isa Daud, laki-laki berusia 74 tahun, yang melestarikannya sehingga khazanah tersebut masih ada.

Utoh Isa ini menetap di Dusun Keramat, Gampong (Desa) Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara. Di usia senjanya ini, sebuah alat musik dengan berbahankan kayu telah dia lestarikan.

Dengan berbahankan empat bilah kayu berukuran hampir sama yang tersusun secara berbaris dengan penyangga yang terbuat dari kayu. Karakteristik inilah yang membedakan canang ceureukeh dengan canang lainnya yang ada di Kabupaten Pidie dan di Aceh Singkil dan Aceh Selatan, di mana bilah kayu canangnya berjumlah tujuh sampai sembilan bilah kayu yang diletakkan atas paha para pemain saat alat musik ini dimainkan. Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

  1. Kegunaan Alat Musik Aceh Ini dalam Sosial Budaya

Dalam sebuah wawancara dengan Isa Daud di kediamannya yang menjadi tempat usahanya, Senin, 18 Januari 2021, dia mengatakan bahwa pada mulanya, alat musik Aceh canang ceurekeuh berfungsi sebagai sebuah alat musik yang dimainkan secara bersama-sama.

“Menurut kebiasan di masa lalu, musik canang ini dimainkan secara bersama dengan pemainnya berjumlah 6 orang pada saat menjelang panen di sawah dan pada pasca panen. Luapan rasa kegembiraan masyarakat atas masa panen tersebut diekspresikan melalui pesta hiburan rakyat di persawahan dengan memainkan canang ceureukeh secara bergantian,” kata Isa Daud.

Isa menjelaskan, dari segi bentuknya, canang ceureukeh memiliki karateristik dengan empat bilah kayu berukuran hampir sama yang tersusun secara berbaris dengan penyangga yang terbuat dari kayu. Kayu canang ini dimainkan secara dipukul dengan alat yang terbuat dari kayu. Alat musik canang ceureukeh mampu menghasilkan suara yang khas dan sangat nyaring dengan nada yang berbeda pada setiap bilahnya. Karakteristik inilah yang membedakan canang ceureukeh dengan canang lainnya yang ada di Aceh.

Ichsan Nanda bersama Muhammad Isa Daud. @Ali Mursalan

Penulis bersama dengan Muhammad Isa Daud selaku pembuat dan pemain canang ceureukeh pada saat observasi dan wawancara singkat di kediamannya, Senin, 18 Januari 2021.

Seperti dapat diketahui bahwa di Aceh terdapat beberapa alat musik Aceh canang dengan karakteristik tersendiri. Aceh Tengah memiliki canang yang terbuat dari perunggu atau kuningan dan berbentuk menyerupai bonang. Canang trieng berbahan bambu terdapat di Kabupaten Pidie dan di Aceh Singkil dan Aceh Selatan ada Canang berbahankan tujuh sampai sembilan bilah kayu yang diletakkan atas paha para pemain saat alat musik ini dimainkan.

Gambar 1: Proses pembuatan Canang Ceureukeh dengan bahan dasarnya kayu yang berjumlah 4 (empat) bilah dengan lekukan di bagian masing-masing bilahnya. Pada lekukan ini merupakan media yang dipukul sehingga menghasilkan suara yang khas dan bunyi yang nyaring. Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

2. Upaya Pelestarian alat musik Aceh Cangan Ceureukeh

Sebagai bentuk pelestarian, alat musik Aceh canang ceurekeh telah dikaji secara ilmiah melalui penelitian berbentuk tesis atas nama Ilham Maulana pada Tahun 2018 yang berjudul “Kajian Organologi Alat Musik Tradisional Canang Ceureukeh di Kota Lhokseumawe”, Universitas Pendidikan Indonesia.

Selain itu, alat musik Aceh canang ceureukeh pernah tampil pada event “Aceh Internasional Percussion” yang diselanggarakan di Kabupaten Bireuen pada Tanggal 12 sampai dengan 15 Oktober 2019.[](tla)

Penulis: Ichsan Nanda, Mon Geudong, Lhokseumawe.

Daftar Isi:

  1. Kegunaan Alat Musik Aceh Ini dalam Sosial Budaya
    2. Upaya Pelestarian alat musik Aceh Cangan Ceureukeh

Baca Juga http://portalsatu.com/news/2020/11/fadhil-mjf-musik-aceh-sekarang-maju-ada-yang-go-nasional/

Baca Juga: https://thayeblohangen.wordpress.com/ 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...