27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Aceh Hari Ini: Hasan Wirajuda dan Hasan Tiro Berdebat Tentang Aceh

BERITA DAERAH

Jalan militer dalam meredam konflik Aceh menemui jalan buntu. Pemerintah Indonesia mengaku Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dideklarasikan Hasan Tiro tak bisa ditundukkan secara militer, tapi GAM juga tak punya prospek untuk mengalahkan militer Indonesia.

Jalan buntu ini membawa Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Hasan Wirajuda menemui Deklarator GAM Hasan Tiro di Jenewa, Swiss pada 27 Januari 2000. Ini bukan kali pertama Hasan Wirajuda bertemu Hasan Tiro, sebelumnya kedua Hasan ini sudah sering terlibat dalam perdebatan tentang konflik Aceh di berbagai forum di Eropa.

Hassan Wirajuda mengakui bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa menghancurkan militer GAM, tetapi memberi tanda kepada Hasan di Tiro bahwa GAM juga tidak punya prospek untuk mengalahkan militer Indonesia. Kedua belah pihak menghadapi kebuntuan militer. Hasil dari pertemuan itu diputuskan untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut.

Pertemuan Hasan Wirajuda dengan Hasan Tiro itu diungkapkan oleh Aspinal itu juga ditulis Konrad. Pertemuan pada 27 Januari 2000 itu difasilitasi oleh Henry Dunant Centre (HDC). Pertemuan ini merupakan tatap muka yang pertama kalinya untuk mengeksplorasi kemungkinan dialog antara pemerinrah Indonesia dengan GAM.

Hasan Tiro. @VIVAnews/Nezar Patria

Pertemuan ini terjadi kurang dari enam bulan setelah HDC pertama kali memulai menawarkan upaya dialog kemanusiaan kepada pemerintah Indonesia. Secara terpisah Wirajuda juga bertemu dengan perwakilan MP-GAM. Dia kemudian mendorong HDC untuk fokus melakukan proses negosiasi dengan faksi yang memiliki kontrol lebih besar di lapangan, yaitu pimpinan GAM yang berbasis di Swedia.

Di waktu yang sama duta besar Indonesia di Jenewa mempertahankan kontak dengan pimpinan GAM di Eropa, Gus Dur mengirimkan Sekretaris Negara, Bondan Gunawan, untuk menemui para pemimpin lapangan GAM di Aceh. Bondan menemui dan berdiskusi informal dengan Panglima GAM Abdullah Syafii.

Hasil dari kunjungan ini, pada 10 Januari Gus Dur memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri (Kepolisian Republik Indonesia) untuk menjamin keselamatan Abdullah Syafii sehingga ia bisa berpartisipasi dalam diskusi dengan para pemimpin Aceh lainnya yang rencananya akan diadakan di Banda Aceh pada 25 Januari. Tapi pada 16 Januari tentara mengepung markas Abdullah Syafii di Pidie dan melakukan razia untuk menemukannya, semalam setelah kunjungan Bondan Gunawan.[]

Baca juga http://portalsatu.com/histori/2021/01/aceh-hari-ini-forum-bersama-ri-dan-gam-untuk-perdamaian-dibentuk-di-swiss/

a

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...