30.3 C
Banda Aceh
Senin, April 19, 2021

Aceh Hari Ini: Gerakan Amir Husein Almujahid Lucuti Kekuasaan Uleebalang

BERITA DAERAH

Amir Husein Almujahid melakukan gerakan pembersihan terhadap kekuasaan kaum feodal (Uleebalang) di Aceh. Berawal dari Aceh Timur hingga ke Banda Aceh. Kekuasaan Residen Aceh Teuku Nyak Arief juga dilucuti.

Gerakan ini dimulai dari Idi, Kabupaten Aceh Timur, tempat kelahiran Amir Husein Almujahid. Mulanya kelompok ini hanya diikuti oleh beberapa puluh orang saja. Pembersihan terhadap kekuasaan kaum feodal dilakukan karena ada kelompok uleebalang yang mencoba melakukan penyambutan masuknya Sekutu/NICA ke Aceh sebagai mana dilakukan kelompok Daod Cumbok di Pidie.

Baca Juga: 35 Tahun Pemerintahan Ratu Safiatuddin di Kerajaan Aceh.

Meski Daod Cumbok dan pengikutnya telah ditangkap di kawasan Padang Tiji dekat kaki gunung Seulawah, setelah gagalnya pemberontakan Cumbok (Perang Cumbok). Sisa-sisa pengikut uleebalang pro Belanda diyakini masih ada, sehingga gerakan pembersihan kelompok tersebut dari kekuasaan dilakukan. Dalam melakukan aksinya, Amir Husein Almujahid membawa semangat nasionalisme Indonesia dan anti penjajahan Belanda, karena itu kelompoknya mendapat sambutan dari masyarakat banyak.

Gerakan Amir Husein Almujahid ini melakukan show of force dari Aceh Timur hingga ke Banda Aceh. Sasaran akhirnya adalah ke Sabang untuk mengusir Sekutu/NICA yang sudah bercokol di Sabang sejak 25 Agustus 1945, setelah kekuasaan Jepang di pulau tersebut dilucuti. Tapi Sekutu/NICA tidak pernah bisa masuk ke daratan Aceh.

Isu yang mereka bawa mengusir Belanda dari Sabang dan menggilas kaum feodal yang masih mengharapkan datangnya Wakil Ratu Belanda di Aceh, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat di setiap daerah yang mereka lalu sejak dari Idi, Lhokseumawe, Bireuen, Sigli, Seulimuem, hingga ke Banda Aceh. Pasukan yang ketika berangkat dari Idi, Aceh Timur itu hanya sekitar 300 orang, sampai di Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar jumlahnya telah melebihi 1.000 orang.

Baca Juga: Pemuda Sosialis Aceh Bentuk Pasukan Bersenjata.

Kelompok Amir Husein Almujahid benar-benar dapat memanfaatkan sentiment rakyat Aceh yang anti terhadap kembalinya Belanda ke Aceh. Namun pelaku pejuang kemerdekaan di Aceh AK Jakobi menilai Amir Husein Almujahid sebagai orang yang ambisius dan ugal-ugalan. Hal itu bisa dibaca pada halaman 29-37 bukunya, Aceh Daerah Modal, Long March ke Medan Area, terbitan Yayasan Seulawah RI-001, tahun 1992.

AK Jakobi mengungkapkan, sebelum melakukan long march dari Idi ke Banda Aceh, Amir Husein Almujahid dan pasukannya melakukan show of force di Kota Langsa, pada 12 Februari 1946, hanya 19 hari setelah Perang Cumbok berakhir. Di Kota Langsa mereka menangkap Asisten Residen Kabupaten Aceh Timur, Teuku Raja Pidie, Wedana Langsa Teuku Ali Basyah, sejumlah uleebalang lainnya juga tidak luput dari pengejaran dan penangkapan, bahkan terhadap anggota kepolisian yang mereka curigai pro uleebalang.

Usai melakukan aksi di Kota Langsa mereka kemudian melakukan aksi serupa di Kuala Simpang dan Kota Lhkseumawe. Di Lhokseumawe mereka menyasar Teuku Ibrahim Cunda yang merupakan rival dekat Amir Husein Almujahid. Dari Lhokseumawe mereka kemudian melakukan long march ke Bireuen. Saat itu pasukannya sudah bertambah banyak, ia menamai pasukannya yang mulai terorganisir dengan nama Tentara Perjuangan Rakyat (TPR).

Baca Juga: Saudagar Aceh Diminta Bantu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Amir Husein Almujaid sendiri bertindak sebagai Komandan TPR, didampingi oleh rekan seperjuangannya seperti Nurdin Sufi, Oesman Adamy, Abdul Manaf, Mahmud Harun, Ismail, Gazali Idris, Abubakar Majid, Usman, Abubakar Amin, Usman Peudada, Hasanuddin dan Budiman. Mereka melakukan parade pasukan dan show of force ke Banda Aceh dengan menggunakan 40 truk. Pasukan TPR dilengkapi dengan senjata api dan senjata tajam.

Pada 25 Februari 1946, pasukan TPR masuk ke Kota Sigli. Mereka disambut oleh ribuan rakyat Pidie yang barus saja melewati perang cumbok. Sentiment anti uleebalang yang masih sangat terasa di Pidie membuat pasukan TPR disambut dengan penuh eforia. Tapi di Pidie TPR tidak melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap uleebalang, karena dianggap sudah bersih setelah berakhirnya perang cumbok.

Ketika tiba di Kota Sigli, Amir Husein Almujahid dipanggail oleh Tgk A Wahab Seulimuem, kepadanya ditanyakan maksud dan tujuan TPR. Hal yang sama juga pernah ditanyakan oleh Ayah Gani dan Ayah Hamid ketika pasukan TPR masuk Kota Bireuen.

Amir Husein Almujahid menjelaskan bahwa ia dan pasukannya bermaksud untuk membersihkan kekuatan kaum feodal yang pro pada Belanda, agar Sekutu/NICA tidak bisa masuk ke Aceh. Namun Tgk A Wahab Seulimeum berpesan kepadanya agar hal itu dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan musyawarah, tidak boleh lagi terjadi perang saudara seperti pada perang cumbok yang baru usai.

Baca Juga: Dialog RI dan GAM di Swiss Hasilkan KOnsultasu Keamanan.

Tanggal 1 Maret 1946, pasukan TPR sudah sampai di Seulimuem, Amir Husein Almujahid mengirim utusannya ke Banda Aceh untuk melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh pemerintah dan tokoh masyarakat. Diantara utusan itu ada Tgk A Wahab Seulimuem, Ayah Gani, dan M Nur El Ibrahimy. Di Banda Aceh mereka menghubungi beberapa tokoh masyarakat dan pimpinan laskar perjuangan diantaranya Ali Hasjmy, Zaini Bakri, Nyak Neh, Tgk Syech Marhaban, Pawang Leman, serta beberapa tokoh lainnya. Sementara dari pejabat militer dihubungi Mayor Husein Jusuf.

Sejarawan dan pelaku pejuang kemerdekaan di Aceh Teuku Alibasjah Talsja dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan mengungkapkan, saat di Seulimuem itu Amir Husein Almujahid menjelaskan kepada para tokoh yang ditemuinya bahwa tujuannya ke Banda Aceh untuk melucuti kekuasaan Residen Aceh yang dipegang oleh Teuku Nyak Arief.

Untuk menghindari pertumpahan darah, Teuku Nyak Arief memilih mundur dari jabatannya sebagai Resdien Aceh, ia kemudian dibawa ke Takengon hingga meninggal dalam pengasingan di sana.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...

Pesawat Jatuh di Prancis, 4 Orang Tewas

Empat orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Paris, Prancis, Minggu 18 April 2021. Pesawat ringan...

Kelainan Genetik Langka, Bayi 3 Bulan Lahir dengan 3 Penis

Seorang bayi laki-laki dari Duhok, Irak dilaporkan memiliki tiga penis setelah dilahirkan. Hal ini...

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol Special Season

JAKARTA - Indonesian Idol Special Season telah mencapai puncaknya setelah terpilih dua finalis yang...

Rempah-Rempah Khas Gresik, Sehat dan Cocok untuk Buka Puasa

MINUMAN temu mesem khas Gresik, Jawa Timur, menjadi hidangan yang pas untuk buka puasa...

Mualaf Landisa: Aku Berkomitmen pada Islam, Aku Telah Pulang

Landisa, berkisah tentang kepindahan agamanya dari Kristen ke Islam. Dia tumbuh sebagai seorang Kristen...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 3

KAPTEN LET PANDE Episode 3 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Aroma ikan...

Safari Ramadhan di Mutiara Timur, Keurukon Katibul Wali Serahkan Sejumlah Bantuan

PIDIE – Malam keenam Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, Keurukon Katibul Wali Nanggroe...

Laptop Tidak Mau Menyala, Ini Solusinya

Saat kita sedang melakukan aktivitas menggunakan laptop, terkadang banyak sekali kendala yang kita temui....

9 Alasan Harus Makan Telur Setiap Hari, Menyehatkan Mata Lebih Pintar

Nutrisi yang berbeda dalam telur dapat memberi tubuh semua jenis manfaat kesehatan yang tidak...

Jack Ma Terancam Didepak Perusahaannya Sendiri

BEIJING - Ant Group, perusahaan fintech yang didirikan dan dikendalikan Jack Ma, dilaporkan malah...

Ferrari Akan Rilis Mobil Listrik Pertama pada 2025

Banyak pembesut mobil mainstream yang belakangan ini mengembangkan mobil listrik, namun tidak dengan produsen...

Susah Salat, Model AS Halima Aden Pensiun dari Dunia Fesyen

Model muslimah Amerika Serikat (AS) kelahiran Somalia, Halima Aden mengumumkan pensiun dari dunia fesyen....

Hujan Deras, Singapura Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur...

Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang berkah dan keutamaan air zamzam. عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ...

Di Musala Ini Imam dan Seluruh Jamaahnya Perempuan

Salat Isya dan Tarawih jamaah seluruhnya perempuan. Mulai azan, iqamah dan imam salat dilakukan...

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

WASHINGTON - Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari...

Helen Mccrory, Aktris Pemeran Film Harry Potter Meninggal Dunia

Aktor Inggris Helen McCrory, yang membintangi acara televisi "Peaky Blinders" dan film "Harry Potter",...

Giliran Rombongan PKK Subulussalam Buru Kuliner di Ramadhan Fair

  SUBULUSSALAM - Suasana Ramadhan Fair yang berlokasi di Jalan Raja Asal, depan Masjid Agung...

Myanmar: Pemerintahan Tandingan Junta Militer Diumumkan

Konflik di Myanmar masih terus berkembang. Protes anti-kudeta masih terus berlanjut dari kelompok gerakan...