27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Aceh Hari Ini: Pembangunan Unsyiah tak Direstui Pusat

BERITA DAERAH

Pembangunan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tidak direstui oleh pemerintah pusat dengan dalih bukan kebutuhan mendesak. Sikap tokoh Aceh pun terbelah, ada yang setuju, ada pula yang minta ditunda.

Pemerintah Pusat berdalih, pembanguan infrastuktur publik dan ekonomi kerakyatan lebih penting dari pada membangun sebuah kampus. Sikap pemerintah pusat itu disampaikan oleh Mayor Jenderal Muhammad Jasin, salah seorang panitia pembangunan kampus Universitas Syiah Kuala yang baru kembali dari Jakarta untuk melobi pemerintah.

Baca Juga: Sejarah Pembentukan Dewan Perjuangan Daerah Aceh

Dalam rapat tanggal 13 Februari 1961 di Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) Aceh. Mayor Jenderal Muhammad Jasin menjelaskan, alasan lain pemerintah pusat tidak merestuai pembangunan Universitas Syiah Kuala adalah karena butuh biaya besar, serta belum adanya tenaga pengajar yang memadai di Aceh.

Penjelasan Mayor Jenderal Muhammad Jasin itu membuat suasan rapat terbelah menjadi dua, ada yang setuju Universitas Syiah Kuala segera dibuka ada pula yang meminta ditunda dulu. Akhirnya rapat ditutup dengan penuh kelesuan.

Tapi karena para pemimpin Aceh sudah bertekad kuat untuk mendirikan sebuah universitas, maka untuk mencari dana pembangunan universitas dibentuklah Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) yang dinamai Komisi Pencipta Darussalam.

Baca Juga: Residen Aceh Memecat Para Pegawai Terlibat Perang Cumbok

Selain itu, untuk mengatasi kesulitan dana, karena pemerintah pusat belum bisa membantu menyediakan dana, maka Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I Iskandar Muda, Syamaun Gaharu selaku Ketua Penguasa Perang Daerah  (Paperda) Aceh mengambil sikap melakukan perdagangan barter antara Aceh dengan Singapura dan Pulau Pinang, Malaysia.

Syamaun Gaharu membuat sebuah  peraturan Paperda perdagangan dengan Singapura dan Pulau Pinang tersebut, tapi Paperda ini juga ditentang oleh Pemerintah Pusat, tapi Syamaun Gaharu tak menghiraukannya, ia meyakinkan pemerintah pusat bahwa itu dilakukannya sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat upaya pemulihan keamanan di Aceh. Pemerintah pusat kemudian bisa memahaminya dan kesulitan dana pembangunan universitas di Aceh terbantu.[]

Baca Juga: Pertama Kali Komandan GAM dan Komandan TNI Bertemu di Satu Meja

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...