27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Aceh Hari Ini: Pejuang Republiken Keluar dari Sabang

BERITA DAERAH

Pada 24 Maret 1947 sebanyak 42 orang rakyat Aceh pro kemerdekaan Republik Indonesia keluar dari Pulau Weh, Sabang yang sudah diduduki Sekutu/NICA sejak 25 Agustus 1945. Mereka diantara dengan kapal Jansen milik Belanda ke Belawan, kemudian diserahkan ke Residen Aceh di perbatasan Aceh dengan Sumatera Timur.

Meski jarak Sabang dengan pelabuhan Uleelheu hanya satu jam perjalanan kapal laut, tapi Belanda tidak berani mengantar 42 rakyat Aceh itu ke daratan Aceh, tapi membawanya ke Belawan, karena sejak Sekutu/NICA menduduki Sabang, setiap kapal Belanda yang mendekati perairan Aceh selalu ditembaki dengan meriam, begitu juga dengan pesawat Belanda yang melakukan provokasi di udara Aceh, dua pesawat Belanda ditembak jatuh oleh pejuang Aceh dengan meriam sisa-sisa peninggalan tentara Jepang.

Serah terima 42 rakyat Aceh di perbatasan itu dilakukan oleh pejabat militer Belanda kepada Residen Aceh yang diwakili oleh pimpinan beberapa badan dan laskar pejuang. Mereka disembut dengan penuh haru dan disebut sebagai “Republiken Sejati” yang tidak tunduk kepada kekuasaan Sekutu/NICA di Sabang.

Baca Juga: Komando Divisi V TRI Dipindahkan ke Bireuen.

Anwar, salah satu dari 42 rakyat Aceh yang meninggalkan Sabang itu mengatakan, mereka rela meninggalkan keluarganya di Sabang karena tidak mau hidup di bawah kekuasaan Sekutu/NICA. Kehidupan di Sabang saat itu sangat terbelenggu, apa lagi setelah orang-orang pro republik dicatat dan didata oleh Belanda.

Anwar mengatakan setiap hari menyaksikan kesibukan di pangkalan angkatan udara di Cot Bak U, Sabang, kegiatan kapal-kapal perang Belanda menyiapkan serangan ke daratan Aceh dan memburu tongkang-tongkang pengangkut barang ke Aceh.

“Jika keadaan itu kami saksikan terus-menerus tanpa mencari jalan keluar untuk menyatukan diri dengan saudara-saudara di Aceh, berarti kami tidak setia. Oleh karena itulah maka kami beramai-ramai meminta kepada penguasa Belanda di Sabang supaya dibenarkan pindah ke Aceh. Syukurlah permintaan kami dipenuhi dan sekarang kami telah berada di tengah saudara-saudara,” kata Awar.

Anwar bersama rekan-rekannya yang baru pindah dari Sabang itu juga meminta diberi tugas dalam laskar dan badan perjuangan, untuk ikut serta dan dilibatkan dalam perjuangan di Aceh. Lebih jelas tentang itu bisa dibaca dalam buku Modal Perjuangan Kemerdekaan yang ditulis oleh Teuku Alibasjah Talsya, terbitan Lembaga Sejarah Aceh (LSA) tahun 1990.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...