27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Ini Alasan dan Keluhan Pengusaha Aceh Ekspor Barang di Luar Daerah

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Pengusaha Aceh mengaku banyak menghabiskan waktu dan mengeluarkan biaya besar dalam mengekspor sejumlah komoditi Aceh ke luar negeri. Namun hal itu terpaksa dilakukan di pelabuhan luar daerah karena belum siapnya Aceh untuk sektor tersebut.

Hal itu dikemukakan Usuluddin, salah seorang pengusaha Aceh yang bergerak di bidang eksportir komoditi Aceh di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Usuluddin menyayangkan potensi pelabuhan di Aceh yang begitu banyak namun belum siap untuk kegiatan ekspor impor.

“Aceh punya potensi ekspor yang sangat besar, banyak hasil alam Aceh yang diminati dunia internasional, namun sayangnya, selama ini para pengusaha dan eksportir Aceh menggunakan jalur Medan, Sumatera Utara, karena Aceh belum siap melakukan ekspor,” kata Usuluddin, Direktur Donya Drop Daruet yang ditemui portalsatu.com pekan lalu.

Menurutnya, secara regulasi Aceh memiliki sejumlah pelabuhan berstatus internasional dan siap untuk melakukan ekspor, tapi kenyataannya hingga hari ini pelabuhan tersebut belum ada, kapal tidak ada, termasuk cargo udara juga tidak ada.

“Dulu kami memang pernah bergantung pada Air Asia, setelah Malaysia mengatakan lockdown, akhirnya kami harus melakukan ekspor lewat Medan. Berbicara Sumatra Utara, hari ini mereka banyak pilihan baik itu dari pelabuhannya, dan cargo udara juga siap. Tapi Aceh sampai titik ini belum siap dalam hal melakukan eskpor dan impor,” tegas Usuluddin.

Dia mengatakan kondisi Aceh sampai hari ini sulit bersaing dengan daerah lain, semisal Sumatera Utara, karena pemerintah sekarang saling mempertahankan ego sektoral masing-masing. Mestinya, ujar Usuluddin, fokus saja membangun satu pelabuhan di Aceh yang letaknya strategis kemudian menyediakan kapal dan fasilitas lainnya di pelabuhan.

“Majunya suatu daerah itu adanya tol laut, karena tol laut lah yang mendistribusikan barang masuk dan barang keluar karena biayanya rendah. Harusnya Pemerintah Aceh hari ini serius untuk bisa secepatnya menyelesaikan fasilitas pelabuhan suply chain logistik-nya (jalur pengiriman barang), dan harus ada kapal laut yang stand by di pelabuhan. Dan juga pesawat khusus cargo udara. Karena ini semua untuk Aceh juga ke depan,” sarannya.

Usuluddin menilai, dalam membangun infrastruktur khususnya pelabuhan laut, Pemerintah Aceh lebih kepada projek orientik yaitu siap membangun, selesai. Tetapi tidak melihat studi kelayakan ketika membangun dan apa yang dibangun.

Akibatnya, ujar dia, semua titik yang dibangun itu tidak berfungsi, tidak bisa dijalankan. Seharusnya pemerintah kita ini berkaca ke Medan, kenapa medan hari ini cuman pelabuhan belawan yang difungsikan untuk kegiatan ekspor, mereka ini cuman fokus satu titik dulu yaitu pelabuhan belawan dalam kegiatan ekspor.

Sementara Pemerintah Aceh membangun banyak pelabuhan namun tidak ada satu pelabuhan yang difokuskan untuk ekspor dan impor. Faktor ini, menurut Usuluddin, pihaknya mau tidak mau harus ke Medan walaupun banyak kendala termasuk biaya dikeluarkan cukup besar.

“Sekarang kesulitan kami alami dalam hal ekspor dan impor itu yang pertama itu dari biaya terlalu mahal dan juga proses karantina, namun kami dari pihak ekspor apa boleh buat, mau tidak mau kami dari pengusaha tetap harus melakukan ekspor melalui pelabuhan luar Aceh, karena Aceh hari ini belum siap untuk melakukan ekspor dan impor,” tambahnya.

Usuluddin berharap semua stake holder di Aceh bersatu menyelesaikan semua permasalahan ekspor di Aceh demi kemajuan daerah. “Intinya kami dari pihak pengusaha berharap Aceh harus ada pelabuhan yang siap untuk melakukan ekspor, serta semua fasilitas di pelabuhan baik itu kapal laut, gudang, serta semua perlengkapan pelabuhan dan Aceh juga harus pesawat cargo khusus. Harapan-harapan ini sebenarnya selalu kami bahas dalam forum-forum bersama pemerintah, tetapi belum ada tindak lanjutnya. Jadi kami seperti sudah kehilangan harapan,” tambah Usuluddin.

Begitu pun Usuluddin meminta Pemerintah Aceh harus tetap solid dalam membangun fasilitas terkait eskpor dan impor, fokus membangun satu titik pelabuhan misalnya di Malahayati atau Krueng Geukuh dan semoga dapat digerakkan di tahun 2021.

“Ada banyak pemasukan untuk daerah dalam hal ekspor impor yang selama ini kita bayarkan ke Medan, seperti biaya gudang, biaya pengangkutan dan biaya-biaya sebagainya. Andai itu semua bisa dilakukan di Aceh tentu akan sangat membantu PAD kita,” harapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...