27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Omzet Merosot, Begini Cara Fitri Mempertahankan Rumoh Souvenir di Tengah Pandemi

BERITA DAERAH

ACEH UTARA – Usaha kerajinan tangan ‘Rumoh Souvenir Babah Roet’ di Gampong Pinto Makmu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, masih bertahan di tengah pandemi Covid-19, meskipun omzetnya merosot tajam.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) itu juga mendapat pembinaan dari pihak PT PLN untuk pengembangan produksi tas bordir motif Aceh.

Rumah suvenir ini milik Fitri Yanti (40), didirikan tahun 2015, memproduksi tas berbagai motif. Di antaranya, tas motif pinto Aceh, pucok reubong, dan kerawang Gayo, yang dijual Rp5 ribu hingga Rp250 ribu. Ada pula motif batik, motif kacang dan liris.

Selama pandemi Covid-19, permintaan tas menurun sehingga berpengaruh terhadap pendapatan. Namun, Fitri tetap mempertahankan usahanya dengan mengurangi jumlah produksi.

“Kendala yang kita hadapi selama pandemi ini, minat pembeli menurun drastis. Kemudian masalah pengiriman barang jika ada pemesan dari luar daerah, ongkos terlalu mahal, dan prosesnya lambat,” kata Fitri kepada portalsatu.com, Ahad, 28 Februari 2021.

(Foto: portalsatu.com/Fazil)

Saat ini, Fitri memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan tas berbagai motif dengan harapan permintaan kembali meningkat. Jauh sebelumnya, dia memperkenalkan hasil kerajinan ini dengan cara mengikuti pameran-pameran. Dulunya, permintaan tas motif Aceh datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Magelang, Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Bahkan, pernah diekspor ke Amerika Serikat tahun 2017.

“Jauh sebelum pandemi Covid-19 cukup banyak permintaan, sehingga kita memproduksi tas ukuran kecil, sedang dan besar, berbagai motif. Apalagi ketika ada kegiatan seminar di instansi pemerintahan, pesanannya sampai ribuan tas. Sekarang acara seperti itu tidak ada lagi, permintaan maupun pendapatan menurun drastis,” ungkap Fitri.

Fitri menyebut omzet usahanya sebelum Covid-19 mencapai Rp40 juta per bulan. “Sekarang hanya Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan,” katanya.

Meski demikian, Fitri tidak memangkas jumlah pekerja, tapi hanya mengurangi produksi. “Jumlah pekerja untuk yang rakit (membuat) tas enam orang, bekerja di sini (tempat usaha). Sedangkan yang menjahit atau menangani bordir 30 orang, bekerja di rumahnya masing-masing. Pendapatan pekerja bukan per bulan, tapi dihitung dari jumlah tas yang diproduksi,” tutur dia.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...