Ketua LSM Subulussalam Rumah Kita, Heri Mulyadi. Foto: Istimewa

SUBULUSSALAM – LSM Subulussalam Rumah Kita menyarankan Pemerintah Kota Subulussalam melakukan pengawasan terhadap PMKS nakal yang membeli harga TBS di bawah harga standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Pemko Subulussalam agar lebih fokus kepada pengawasan terhadap PMKS-PMKS yang nakal, jika ada yang membeli TBS di bawah harga standar yang telah ditetapkan,” kata Ketua LSM Subulussalam Rumah Kita, Heri Mulyadi dalam siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 4 Maret 2021.

Baca Juga: Harga CPO Rp10.080 per kilogram, Apkasindo: Harusnya TBS Minimal Rp2.000 per kilogram

Menurut Heri Mulyadi, jika ditemukan ada PMKS nakal pemerintah diminta tidak segan-segan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan perkebunan yang merugikan petani akibat membeli harga TBS kelapa sawit di bawah standar.

Namun kata Heri Mulyadi, berdasarkan data yang ia peroleh harga komoditas unggulan masyarakat Bumi Sada Kata ini harga TBS berada di atas harga yang ditetapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yakni Rp1.280 per kilogram. Sementara harga TBS saat ini jauh berada di atas jumlah tersebut mencapai kisaran Rp1.800 per kilogram.

Baca Juga: Apkasindo: PMKS Tidak Konsisten Mengikuti Tren Kenaikan harga CPO

Di tengah kenaikan harga TBS ini, LSM Subulussalam Rumah Kita meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan menuju kebun petani, untuk memudahkan petani membawa hasil panen.

Menurut Heri Mulyadi, perbaikan infrastruktur jalan usaha tani akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di tengah harga TBS saat ini tergolong lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Peningkatan infrastruktur seperti jalan ke kebun- kebun masyarakat, supaya masyarakat mudah mengambil hasil panen mereka. Tentunya ketika jalan bagus, hasil panen maksimal, PMKS membeli TBS dengan harga standar secara otomatis perekonomian masyarakat akan meningkat,” ungkap mantan Komisioner KIP Kota Subulussalam ini.

Baca Juga: CPO Naik, Pemko Subulussalam Minta PMKS Naikan Harga TBS

Pernyataan ini disampaikan Mulyadi menanggapi pernyataan Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza terkait permintaan kepada PMKS agar penentuan harga TBS merujuk pada peningkatan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang saat ini menembus Rp10.080 per kilogram.

Menurut Mulyadi, pemerintah jangan hanya mendorong perusahaan untuk meningkatkan harga TBS, tapi juga harus memperhatikan akses transportasi seperti peningkatan infrastruktur dan ekonomi masyarakat merupakan salah satu visi misi Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang bersama Wakil Wali Salmaza.

Karena dengan infrastruktur jalan yang bagus akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat, maka sektor ini menjadi akses sumber perekonomian bagi masyarakat dan harus menjadi fokus pemerintah Bintang-Salmaza.[]

Tinggalkan Balasan