29.4 C
Banda Aceh
Senin, April 19, 2021

Pegawai Pajak Korup Harus Dihukum Berat untuk Menjaga Kepercayaan Pembayar Pajak

BERITA DAERAH

JAKARTA – The Prakarsa menegaskan pegawai pajak yang melakukan praktik koruptif harus dihukum berat untuk menjaga kepercayaan pembayar pajak.

The Prakarsa menegaskan hal itu merespons langkah Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang sebelumnya dikabarkan telah menetapkan seorang petinggi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi tersangka kasus suap pajak. Penetapan tersangka tersebut dalam kasus suap terkait pembayaran pajak yang telah dilakukan sejumlah perusahaan. Adapun modus dan tujuan dari penyuapan ini diduga untuk meringankan pembayaran wajib pajak perusahaan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat menggelar konferensi pers, 3 Maret 2021, mengatakan Kemenkeu mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kerja sama KPK dan Unit Kepatuhan Internal di Kemenkeu yang telah menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi dilakukan oknum pegawai DJP, bersama dengan kuasa Wajib Pajak (WP) atau konsultan pajaknya pada pemeriksaan pajak tahun 2016.

“Apresiasi kepada KPK dan Kemenkeu yang telah menunjukkan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi perpajakan. Di tengah pandemi Covid-19 di mana pendapatan negara menurun tajam, maka perilaku koruptif pegawai pajak tentu akan mengakibatkan hilangnya potensi penerimaan negara untuk penanganan Covid-19 dan mengakibatkan kekecewaan bagi pembayar pajak atau publik secara luas. Pegawai pajak yang melakukan praktik koruptif harus dihukum berat agar kepercayaan pembayar pajak terjaga,” tegas Direktur Eksekutif The Prakarsa, Ah Maftuchan, melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 11 Maret 2021.

Maftuchan menyebut tantangan perpajakan ke depan akan semakin kompleks, baik secara internal maupun eksternal. Kondisi ekonomi yang melambat akibat pandemi dan perubahan bisnis karena revolusi digital harus menjadi perhatian utama Kemenkeu dan DJP. Menyiapkan kelembagaan yang bertata-kelola baik dan membangun pegawai pajak yang berintegritas akan menjadi kunci bagi optimalisasi sumber-sumber pendapatan negara, termasuk di sektor ekonomi digital.

“Reformasi tata kelola perpajakan dan peningkatan kapasitas-integritas pegawai pajak harus dijadikan prioritas. Guna memperkuat tata kelola dan kapasitas-integritas pegawai pajak, Kemenkeu perlu melibatkan peran serta organisasi masyarakat dalam pengawasan,” ujar Maftuchan yang juga berperan sebagai Koordinator Forum Pajak Berkeadilan (FPB) Indonesia.

Prakarsa menilai kebijakan anggaran dan pajak merupakan instrumen fiskal yang penting untuk membiayai pembangunan, memajukan kemakmuran dan mendistribusikan kembali sumber daya untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. “Tax ratio Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini jauh dari potensi yang ada. Beberapa penyebab antara lain adalah maraknya praktik profit-shifting dan illicit financial flows oleh korporasi untuk melakukan pengelakan-penghindaran pajak. Hal ini terjadi karena lemahnya regulasi dan lemahnya kapasitas pegawai pajak untuk mengatasi praktik penghindaran-pengelakan pajak. Di sisi lain, ekstensifikasi basis pajak juga masih belum optimal, misalnya pemajakan kegiatan bisnis digital dan perluasan barang kena cukai,” tambah Ekonom The Prakarsa, Panji TN. Putra.

Hasil kajian Prakarsa tentang illicit financial flows (2019) terhadap enam komoditas ekspor unggulan Indonesia (batubara, minyak sawit, tembaga, karet, kopi dan udang-udangan) menunjukkan bahwa potensi hilangnya pendapatan negara sangat besar. Hal memperlihatkan bahwa otoritas pajak kurang optimal dalam penanganan praktik pengelakan-penghindaran pajak.

“Kurun 1989-2017, aliran keuangan gelap masuk (over invoicing) dari enam komoditas expor unggulan mencapai 101,49 miliar USD. Sedangkan aliran keuangan gelap keluar (under invoicing) mencapai 40,58 miliar USD. Berdasarkan aliran keuangan gelap keluar dan masuk, kehilangan potensi penerimaan pajak Indonesia dalam kurun waktu tersebut mencapai 11,1 miliar USD. Praktik under-reported juga menyebabkan potensi kehilangan pendapatan negara (royalti) mencapai 2,3 milyar USD pada komoditas batu bara dan 569 juta USD pada komoditas tembaga selama 2000-2017,” kata Ekonom The Prakarsa, Herawati.

Prakarsa menyadari bahwa sistem perpajakan di Indonesia seyogyanya menjadi alat untuk meredistribusikan keuntungan ekonomi yang dapat dinikmati seadil-adilnya oleh seluruh warga tanpa kecuali. Rentetan kasus penyelewengan pajak di tubuh otoritas pajak seharusnya menjadikan pemerintah agar bergegas untuk melakukan reformasi sistem perpajakan yang lebih akuntabel, transparan, adil dan partisipatif. [] (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...

Pesawat Jatuh di Prancis, 4 Orang Tewas

Empat orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Paris, Prancis, Minggu 18 April 2021. Pesawat ringan...

Kelainan Genetik Langka, Bayi 3 Bulan Lahir dengan 3 Penis

Seorang bayi laki-laki dari Duhok, Irak dilaporkan memiliki tiga penis setelah dilahirkan. Hal ini...

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol Special Season

JAKARTA - Indonesian Idol Special Season telah mencapai puncaknya setelah terpilih dua finalis yang...

Rempah-Rempah Khas Gresik, Sehat dan Cocok untuk Buka Puasa

MINUMAN temu mesem khas Gresik, Jawa Timur, menjadi hidangan yang pas untuk buka puasa...

Mualaf Landisa: Aku Berkomitmen pada Islam, Aku Telah Pulang

Landisa, berkisah tentang kepindahan agamanya dari Kristen ke Islam. Dia tumbuh sebagai seorang Kristen...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 3

KAPTEN LET PANDE Episode 3 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Aroma ikan...

Safari Ramadhan di Mutiara Timur, Keurukon Katibul Wali Serahkan Sejumlah Bantuan

PIDIE – Malam keenam Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, Keurukon Katibul Wali Nanggroe...

Laptop Tidak Mau Menyala, Ini Solusinya

Saat kita sedang melakukan aktivitas menggunakan laptop, terkadang banyak sekali kendala yang kita temui....

9 Alasan Harus Makan Telur Setiap Hari, Menyehatkan Mata Lebih Pintar

Nutrisi yang berbeda dalam telur dapat memberi tubuh semua jenis manfaat kesehatan yang tidak...

Jack Ma Terancam Didepak Perusahaannya Sendiri

BEIJING - Ant Group, perusahaan fintech yang didirikan dan dikendalikan Jack Ma, dilaporkan malah...

Ferrari Akan Rilis Mobil Listrik Pertama pada 2025

Banyak pembesut mobil mainstream yang belakangan ini mengembangkan mobil listrik, namun tidak dengan produsen...

Susah Salat, Model AS Halima Aden Pensiun dari Dunia Fesyen

Model muslimah Amerika Serikat (AS) kelahiran Somalia, Halima Aden mengumumkan pensiun dari dunia fesyen....

Hujan Deras, Singapura Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur...

Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang berkah dan keutamaan air zamzam. عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ...

Di Musala Ini Imam dan Seluruh Jamaahnya Perempuan

Salat Isya dan Tarawih jamaah seluruhnya perempuan. Mulai azan, iqamah dan imam salat dilakukan...

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

WASHINGTON - Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari...

Helen Mccrory, Aktris Pemeran Film Harry Potter Meninggal Dunia

Aktor Inggris Helen McCrory, yang membintangi acara televisi "Peaky Blinders" dan film "Harry Potter",...

Giliran Rombongan PKK Subulussalam Buru Kuliner di Ramadhan Fair

  SUBULUSSALAM - Suasana Ramadhan Fair yang berlokasi di Jalan Raja Asal, depan Masjid Agung...

Myanmar: Pemerintahan Tandingan Junta Militer Diumumkan

Konflik di Myanmar masih terus berkembang. Protes anti-kudeta masih terus berlanjut dari kelompok gerakan...