27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Ini Alasan PT Pembangunan Lhokseumawe hanya Setor PAD Rp220 Juta

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) beralasan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2020 hanya Rp220 juta lantaran sebagian laba hasil pengelolaan Rumah Sakit Arun disisihkan untuk modal mengoperasikan Pasar Induk.

“Kita mendapatkan keuntungan Rp900 juta dari unit usaha Rumah Sakit Arun. Rp220 juta kami setor untuk PAD. Biasanya (PAD) Rp1 miliar per tahun. Tapi karena ini perintah pemerintah daerah bagaimana Pasar Induk harus beroperasi di bawah PTPL, maka kami kan perlu modal untuk itu,” kata Direktur Utama PTPL, Abdul Gani, kepada portalsatu.com di Lhokseumawe, Kamis, 22 April 2021, sore.

Menurut Abdul Gani, kalau tidak ada instruksi dari Pemko Lhokseumawe kepada PTPL untuk mengoperasikan Pasar Induk di Jalan Lingkar Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, maka setoran PAD pada 2020 seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Karena ada beberapa kali rapat tentang itu, sehingga kami berpikir dari mana mengambil sumber dana untuk mengoperasikan pasar, sedangkan alokasi (dana) dari pemerintah tidak ada. Maka kita tahanlah dari dana ini (untuk PAD) sedikit,” tutur Dirut PTPL periode 2018-2022 ini.

Abdul Gani mengakui dalam Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) disebutkan bahwa dari total keuntungan diperoleh PTPL setiap tahun, paling sedikit 50 persen menjadi bagian Pemko Lhokseumawe.

“Apapun cerita memang kita akui ini (langkah PTPL mengurangi setoran PAD) menjadi sorotan elemen masyarakat. Tapi kalau misalnya tidak ada desakan dari Pemko untuk operasional Pasar Induk, mungkin kami tetap memberikan hak PAD Rp1 miliar,” ujar Abdul Gani.

Namun, Abdul Gani mengakui sampai saat ini PTPL belum memfungsikan Pasar Induk. Sebab, sebagian laba dari RS Arun yang disisihkan untuk modal mengoperasikan pasar itu belum digunakan.

“Untuk pengembangan Pasar Induk membutuhkan biaya besar, karena diperlukan banyak ketersediaan komoditi (komoditas) sesuai dengan fungsinya. Ke depan direncanakan juga akan dilakukan pasar murah yang perlu kerja sama dengan pihak Bulog. Selama ini PTPL sudah menjalin hubungan dengan pengusaha-pengusaha baik dari luar daerah maupun lokal, cuma belum berjalan karena pasar belum aktif,” kata Abdul Gani.

Selain Rumah Sakit Arun, kata Abdul Gani, satu unit usaha PTPL lainnya Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas). Akan tetapi, menurut dia, pihaknya tidak mendapatkan keuntungan besar dari Jargas.

Abdul Gani juga membenarkan dalam Qanun Kota Lhokseumawe tentang Perubahan Bentuk Hukum PDPL menjadi Perseroda, mengamanahkan PTPL melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan cara menyisihkan sebagian laba bersih, diprioritaskan untuk keperluan pembinaan usaha mikro, usaha kecil dan koperasi.

“Untuk keperluan pembinaan usaha mikro, usaha kecil, baru kali ini rencana dilakukan (PTPL), maka butuh biaya sebagaimana dimaksudkan itu,” ujar Abdul Gani.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menduga terjadi kebocoran pendapatan Rumah Sakit Arun yang dikelola PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL). Pasalnya, PTPL hanya menyetor PAD Rp220 juta dari laba diperoleh Perseroda itu kepada Pemko Lhokseumawe pada tahun 2020. Sumbangan PAD 2020 dari perusahaan pelat merah tersebut kepada Pemko Lhokseumawe anjlok dibandingkan setoran pertama 2017 hingga 2019 mencapai Rp1 miliar/tahun.

“PAD dari Rumah Sakit Arun yang dikelola PT Pembangunan Lhokseumawe hanya Rp220 juta selama setahun sangat kami ragukan, apalagi komponen listrik dan air tidak lagi menjadi beban pihak rumah sakit. Ada potensi kebocoran keuangan yang itu menjadi PAD atau fraud (kecurangan) yang terjadi,” ungkap Koordinator MaTA, Alfian, dalam pernyataannya dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 21 April 2021, malam.

Menurut Alfian, untuk pembuktian dugaan kebocoran itu sangat mudah karena Rumah Sakit Arun bekerja sama dengan BPJS. “Jadi, yang perlu ditelusuri adalah berapa klaim rumah sakit ke BPJS sejak Januari sampai Desember 2020? Kemudian berapa pendapatan lewat pasien jalur umum?”

Alfian menyebut ada dua langkah yang dapat segera dilakukan. Pertama, dapat ditelusuri DPRK Lhokseumawe. “Kami berharap ini ditindaklanjuti DPRK secara serius. Selama ini kelembagaan DPRK kehilangan fungsi dan nyaris hampir tak terdengar terhadap fungsi pengawasan. DPRK bicara saja tidak cukup tanpa melakukan kewenangannya,” tegas dia.

“Ini penting ditelusuri. PAD salah satu sektor yang rawan untuk dikorupsi, jadi perlu perhatian serius. Karena alasan yang dikemukakan pihak PT Pembangunan Lhokseumawe tidak relevan dengan keuntungan 900 juta selama 2020. Dan kebijakan mengeluarkan anggaran ke sektor lain dari PAD rumah sakit apakah sudah tepat? Atau hanya untuk mengaburkan/menutupi kebocoran yang terjadi. Yang perlu diketahui, Rumah Sakit Arun untuk menampung pasien juga memiliki kapasitas mencapai ratusan,” tambah Alfian.

Langkah kedua, kata Alfian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh dapat melakukan audit forensik terhadap keuangan dan adminitrasi yang selama ini dijalankan PTPL. Sehingga badan usaha milik daerah (BUMD) ini dapat berjalan secara sehat dan menjadi andalan PAD Lhokseumawe.

“BUMD selama ini menjadi ‘sapi perah’ oleh pihak kepala daerah, makanya jarang kita temukan menjadi andalan. Ini menjadi momentum untuk diperbaiki. Kalau seandainya nanti ditemukam kecurangan maka pihak penegak hukum dalam hal ini kejaksaan dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga ada kepastian hukum. Kemudian ada perbaikan terhadap tata kelola termasuk rekrutmen orang- orangnya,” pungkas Alfian.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Marwadi Yusuf, menjawab portalsatu.com via WhatsApp, Kamis, 22 April 2021 pagi, mengungkapkan pada tahun 2019 PTPL menyetor PAD ke Kas Daerah Pemko Rp1 miliar, sedangkan 2020 Rp220 juta.

Marwadi Yusuf membenarkan data diberitakan portalsatu.com sebelumnya, yakni dividen pertama tahun 2016 disetor PDPL ke Kasda Pemko Lhokseumawe pada 2017 juga Rp1 miliar (M). Artinya, PAD dari PTPL hasil pengelolaan RS Arun sampai 2019 masih Rp1 M/tahun, tapi pada 2020 anjlok menjadi Rp220 juta. (Baca: 2017-2019 Rp1 M/Tahun, PTPL hanya Setor PAD 2020 Rp220 Juta, MaTA Duga Terjadi Kebocoran)[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...