27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Kisah di Balik Sukses Hartono Bersaudara dan Kesederhanaan Hidup

BERITA DAERAH

Perjuangan dan kegigihan tidak jarang membawa seseorang dalam kesuksesan. Itu juga yang terjadi pada Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Berkat perjuangan dan kegigihan, usaha dan bisnis mereka bisa sukses besar. Bahkan, dalam beberapa tahun belakangan ini, duo bersaudara itu menjadi orang terkaya se-Indonesia.

Forbes mencatat, di tengah tekana ekonomi akibat penyebaran virus corona, kekayaan mereka masih bisa mencapai US$38,8 miliar pada 2020 lalu. Kalau dirupiahkan, nilai kekayaan itu mencapai Rp566,005 triliun (Kurs Rp14.587 per dolar AS).

Nilai kekayaan itu masih naik jika dibandingkan dengan 2019 yang US$37,4 miliar. Dikutip dari berbagai sumber, kekayaan tersebut didapat Hartono bersaudara lewat jalan berliku. Semua berawal pada 1951, ketika ayah mereka, Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok sekarat bernama NV Murup.

Olehnya, perusahaan rokok pemilik merek Djarum Gramofon itu ‘diobati’. Merek produk yang awalnya bernama Djarum Gramofon dipangkas menjadi tinggal Djarum saja.

Upaya itu membuahkan hasil. Produk yang dihasilkan perusahaan dan pabrik terus berkembang. Hingga akhirnya pada 1962, perusahaan yang awalnya hanya mempekerjakan 10 orang itu berhasil menambah kapasitas produksi hingga 329 juta batang per tahun.

Namun sayang, di tengah kegemilangan kinerja itu, musibah datang. Pada 1963, pabrik rokok Djarum terbakar. Yang tersisa hanya pabrik di kawasan Kliwon, Kudus, Jawa Tengah.

Musibah berlanjut. Oei Wie Gwan meninggal tak lama setelah pabriknya kebakaran.

Bangun lagi

Tak ingin larut dan meratapi keterpurukan, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono bangkit. Mereka menghidupkan kembali usaha yang telah dijalankan ayah mereka.

Mereka membangkitkan Djarum dengan melakukan berbagai pembenahan manajemen dan peralatan produksi. Mesin pengolahan tembakau dengan teknologi baru didatangkan dari Inggris dan Jerman Barat.

Upaya itu memberikan hasil gemilang. Pada periode 1965 sampai dengan 1968, produksi rokok yang terjual berhasil tembus 3 miliar batang; sebuah pencapaian yang fantastis.

Kesuksesan itu tak lantas membuat mereka berpuas diri. Pada 1973, mereka mulai melebarkan pangsa pasar Djarum hingga ke mancanegara, Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang dan lain sebagainya.

Di Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 miliar batang per tahun atau 20 persen dari total produksi nasional

Tak hanya berhenti di rokok, pada 1975, mereka juga melebarkan sayap bisnis ke beberapa industri. Salah satunya, industri elektronik dengan mendirikan PT Indonesian Electronic & Engineering yang kemudian pada 18 September 1976 berubah nama menjadi PT Hartono Istana Electronic lalu merger dan menjadi PT Hartono Istana Teknologi.

Lihat juga:Ternak Babi Bikin Qin Yinglin Jadi Orang Kaya ke-14 di China
Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam perlengkapan elektronik dengan merek Polytron. Diversifikasi usaha juga mereka lakukan ke sektor perbankan.

Krisis keuangan yang terjadi di periode 1997-1998 membuka pintu kesuksesan mereka di sektor ini. Saat itu, mereka memutuskan untuk mengambil BCA, dari keluarga Salim yang sudah kehilangan kontrol atas bank itu akibat krisis ekonomi.

Lewat proses panjang, Hartono bersaudara melalui konsorsium FarIndo Investments (Mauritius) Ltd dan Farallon Capital Management LLC berhasil menjadi pemegang suara mayoritas perusahaan dengan mengempit 51,15 persen saham BCA.

Bank inilah yang memberikan pundi-bundi besar bagi pendapatan Hartono bersaudara. Sebagian besar pendapatan mereka berasal dari lini ini.

Sampai dengan akhir 2020, aset BCA tembus Rp1.000 triliun.

Tak hanya itu, Hartono bersaudara juga terjun ke bisnis properti dan perhotelan dengan mengelola sejumlah kawasan perkantoran dan hotel mewah yang tersebar di beberapa tempat, antara lain, Grand Indonesia, Hotel Kempinski, Menara BCA dan lainnya.

Pada 2008, mereka juga melebarkan sayap bisnisnya ke sektor perkebunan dengan mendirikan Hartono Plantation Indonesia.

Grup Djarum juga melebarkan sayap mereka ke sektor e-commerce. Mereka memiliki PT Global Digital Prima Venture yang menaungi blibli.com, kaskus.co.id, Mindtalk, LintasME, Crazymarket, DailySocial.net.

Untuk mendukung lini bisnis di blibli.com ini, Grup Djarum menganggarkan dana US$1 juta per tahun.

Makan di Warung

Meskipun menjadi orang terkaya di nusantara, namun Hartono tetap hidup sederhana. Kesederhanaan terungkap saat seorang netizen dengan akun @ayudh69 berhasil mengambil fotonya saat sedang makan di sebuah warung sederhana di Semarang pada 2019 lalu layaknya orang biasa.

“Yang sok kaya mentingin gengsi, yang kaya beneran mah lebih mentingin rasa,” katanya seperti dikutip dari akun tersebut.

Kesederhanaan lain juga bisa dilihat dari olah raga yang digemari. Untuk Michael Bambang Hartono misalnya, ia cukup menggemari permainan bridge.

Permainan itu pertama kali dikenalkan oleh pamannya pada masa pendudukan Jepang. Dalam sebuah wawancara dia mengatakan bridge mengajarkan seseorang cara melatih diri, termasuk dalam mengambil keputusan dan mengambil risiko.

Kegemaran ini pernah membawanya mengharumkan nama Indonesia di sejumlah pertandingan dunia. Salah satunya, pertandingan bridge dunia 2008 di Beijing dengan menyabet medali perunggu.

Medali sama juga ia berikan ke Indonesia saat mewakili Indonesia dalam kejuaraan bridge di Asian Games 2018.

Kesederhanaan sama juga ditunjukkan oleh Robert. Dalam hal olah raga, yang ia gemari adalah bulutangkis. Bermula dari sekadar hobi, ia kemudian mendirikan PB Djarum pada tahun 1969.

PB Djarum ini kemudian menelurkan sejumlah pemain bulu tangkis besar seperti Liem Swie King, Alan Budikusuma, dan Haryanto Arbi.[]sumber:cnnindonesia.com

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...