26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Angkut Hasil Bumi Gayo Lues, Tauke Keberatan Bayar Retribusi di Bener Meriah

BERITA DAERAH

BLANGKEJEREN – Tauke yang mengangkut hasil bumi dari Kabupaten Gayo Lues menuju ibu kota Provinsi Aceh mengaku keberatan membayar uang retribusi kepada pihak pemungut di Kabupaten Bener Meriah. Alasanya, Kabupaten Gayo Lues yang memiliki hasil bumi kenapa daerah lain yang memungut retribusi.

Pernyataan itu disampaikan Sudirman, warga Desa Bengkik, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, Rabu, 26 Mei 2021. Dia mengaku setiap toke (tauke) yang membawa hasil bumi keluar daerah selalu dikenakan biaya retribusi di daerah lain, sementara di wilayah Gayo Lues tidak dipungut retribusi.

“Masak hasil bumi Gayo Lues dijadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bener Meriah. Apakah Pemda Gayo Lues tidak mampu memungut untuk penambahan PAD, karena jika tidak kami bayar di Gayo Lues, daerah lain akan meminta, dan mewajibkan harus bayar,” katanya saat menghubungi wartawan melalui telepon.

Sudirman yang merupakan tauke cabai, bawang dan hasil bumi lainnya di Kabupaten Gayo Lues, mengatakan seharusnya Pemerintah Gayo Lues menempatkan petugas di perbatasan Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Tengah (Ise-Ise) untuk memungut retribusi yang nantinya bisa menjadi PAD, sehingga kabupaten lain tidak lagi melakukan pemungutan.

“Kalau kita tidak membayar retribusi di Gayo Lues, di Kabupaten Bener Meriah akan dimintai retribusi Rp100 per Kg. Jika sekali berangkat kami membawa hasil bumi 2 ton saja, maka retribusi yang harus kami bayar ke daerah lain Rp200 ribu. Namun biasanya kami bayar Rp50 ribu karena barang yang kami bawa hanya sedikit. Jadi pertanyaan saya, kenapa bukan Pemda Gayo Lues saja yang memungut retribusi ini, supaya PAD meningkat, uangnya bisa digunakan lagi untuk bantuan kepada petani,” jelasnya.

Tauke-tauke yang membawa hasil bumi dari Gayo Lues menuju Kota Banda Aceh maupun Medan, kata Sudirman, sangat keberatan jika retribusi dibayar kepada pihak Kabupaten Bener Meriah. “Karena hasil bumi berasal dari Gayo Lues, dan tempat pemungutan retribusi hanya sebatas jalan lintasan saja”.

“Untuk itu, kami toke di Gayo Lues yang membawa hasil bumi keluar daerah, meminta kepada Bupati Gayo Lues agar mengambil tindakan. Jangan jadikan hasil bumi Gayo Lues disetor ke daerah lain. Tolong tekankan kepada pihak terkait agar segera memungut retribusi di setiap perbatasan, jika memang tidak mampu, buatlah peraturan supaya pihak desa yang berada di perbatasan yang melakukan pemungutan retribusinya, supaya PAD Gayo Lues tambah banyak dan kamipun tidak dipersulit,” pintanya.

Para tauke yang mengangkut hasil bumi Gayo Lues juga meminta kepada Pemda agar memberikan penjelasan kemana bisa membayar uang retribusi hasil bumi. “Supaya para toke yang mengangkut hasil bumi keluar daerah bisa membayar retribusi terlebih dahulu sebelum berangkat”.

“Kami tidak tahu kemana mau membayar uang retribusi hasil bumi ini, di pos perbatasan Gayo Lues-Aceh Tengah sama sekali tidak ada. Kami merasa dipersulit ketika bukti pembayaran retribusi dari Gayo Lues tidak ada ketika melewati Kabupaten Bener Meriah. Kalau sudah ada, kami hanya menunjukan bukti dan membayar uang jalan Rp5.000 saja, kemudian distempel dan kami bisa lewat dengan mudah,” tuturnya.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...