Beranda Headline Tebing Gunung Retak, Pemukiman Warga Terancam Disapu Longsoran

Tebing Gunung Retak, Pemukiman Warga Terancam Disapu Longsoran

0
Lumpur dari tebing turun ke pemukiman warga @istimewa

BLANGKEJEREN – Sekitar setengah hektar tebing gunung di desa Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues retak karena labil setelah diguyur hujan. Jika hujan dengan itensitas tinggi terus terjadi, pemukiman warga di bawahnya terancam tetimpa longsoran.

Camat Pining, Win Zulfian, Sabtu, 23 Januari 2021 mengabarkan bahwa pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi. Tim survei melihat ada keretakan tanah seluas setengah hektar dan banyak batu besar yang berpeluang turun ke arah perumahan warga jika longsoran terjadi.

“Warga Pepelah meminta kepada Pemerintah Daerah agar merelokasikan pemukiman penduduk ketempat yang aman, warga mengaku tidak berani lagi tinggal di rumah masing-masing, namun meski begitu, ada juga warga yang tetap bersikeras tinggal di rumahnya, dan kami sudah menyarankan agar untuk sementara tinggal di tempat pengungsian dulu,” ungkapnya.

Win Zulfian menambahkan, meski belum ada kerusakan rumah warga akibat lumpur yang terbawa air dari tebing gunung, tapi mereka khawatir sewaktu-waktu longsoran tebing gunung bisa menimbun pemukiman warga.

“Tadi malam saya bersama warga di pengungsian, jumlahnya sekitar 167 orang, itu sudah termasuk yang mengungsi ke rumah saudaranya, sementara sebagian lagi ada yang menjaga rumahnya, mungkin takut kehilangan barang-barang,” tambahnya.

Pemukiman warga desa Pepelah memang berada di bawah bukit dengan ketinggin 300 meter lebih dengan kondisi yang cukup miring. Saat ini, anak sungai dari atas gununng masih mengeluarkan air keruh bercampur lumpur. Win Zulfian mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues.

“Mungkin hari Senin akan didiskusikan dengan Bupati H Muhammad Amru terkait permintaan warga yang inggin direlokasi. Kami juga sudah cek ke lokasi relokasi, namun tidak cocok lantaran daerah itu juga berpeluang sewaktu-waktu terjadi longsor,” jelas Win Zulfian.

Sementara di desa Pasir Putih, selain rumah warga dan jembatan gantung yang menjadi imbas longsor dan banjir bandang, salah satu Pustu yang biasa menjadi tempat warga berobat juga masuk lumpur, dan pihak desa bersama pihak kecamatan sudah berupaya melakukan penangan. [Win Porang]

.

Tinggalkan Balasan