26.9 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Aceh Harus Dorong Ekspor, Ini Kata Pakar Ekonomi

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Ekspor Aceh selama enam tahun terakhir mulai membaik, hanya saja sebagian besar masih dilakukan melalui pelabuhan di luar Aceh, seperti Belawan di Sumatera Utara dan Tanjung Priok di Jakarta. Sejak tahun 2015 hinga 2020 neraca perdagangan Aceh yang terus surplus merupakan sinyal yang baik untuk ekspor impor.

Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (USK) Rustam Effendi, Selasa, 10 Februari 2021 menanggapi ekpor komoditas Aceh tahun 2020 yang 37,86 persen masih dilakukan melalui pelabuhan luar Aceh. Semua pihak diminta untuk bersinergi membangun perekonomian Aceh.

“Aktivitas ekspor rata-rata menunjukkan kemajuan yang lebih baik dibanding dengan impor selama enam tahun terakhir (2015-2020). Secara rata-rata neraca perdagangan Aceh surplus. Hanya saja, hampir 50 persen aktivitas ekspor-impor masih dilakukan lewat pelabuhan di luar Aceh seperti Belawan, Tanjug Priok,” jelasnya.

Baca Juga : 37,86 Persen Komoditas Aceh Masih Diekspor dari Pelabuhan Luar

Rustam Effendi menambahkan, sinyal bagus tersebut harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Aceh sehingga memperoleh hasil dari aktivitas ekspor-impor yang lebih besar, sehingga bisa mendorong penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bagaimana strateginya agar aktivitas perdagangan semuanya dilakukan lewat jalur pelabuhan kita, tidak lagi melalui pelabuhan luar. Idealnya ini harus jadi momentum bagi kita untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari aktivitas pelabuhan di Aceh jika ekspor sepenuhnya lewat pelabuhan yang ada di Aceh, bukan lewat pelabuhan luar yang masih terjadi dan merupakan permasalahan hingga sekarang ini,” tambahnya.

Untuk itu kata Rustam Effendi, merupakan tugas bersama Pemerintah Aceh dan dunia usaha (eksportir-importir) serta elemen pendukung lainnya untuk memanfaatkan hal tersebut. Setiap elemen harus kompak, bersinerji, tidak lagi saling menyalahkan. Harus lakukan pemetaan dan rancang strategi untuk menemukan alternatif solusi.

“Tugas Pemerintah Aceh menyiapkan semua infrastruktur, termasuk perangkat kerja pendukung yang terkait sebagai penyedia regulasi, kepabeanan, perbankan, dan lainnya di pelabuhan untuk memudahkan dan memperlancar aktivitas ekspor-impor. Pihak pelaku usaha seperti eksportir-importir juga harus memiliki nilai-nilai yang berpihak pada kepentingan dan kemajuan daerah. Jika pun masih ada kekurangan, dapat duduk bersama. Intinya, Pemerintah Aceh dan pelaku usaha harus mempunyai komitmen yang kuat dalam masalah ekspor dan impor ini. Tidak boleh lagi saling menyalahkan,” tegasnya.

Baca Juga : Secara Regulasi Aceh Miliki Beberapa Pelabuhan Ekspor Impor

Selain itu kata Rustam Effendi, merupakan tugas pemerintah untuk membangun komunikasi dengan dunia usaha (eksportir-importir), duduk bersama untuk mengurai  masalah, membuat peta masalah yang masih mengganjal, apa kendala di lapangan. Semuanya itu harus diketahui dengan jelas, baik terkait dengan surat menyurat, ketersediaan kapal, standar dan besaran biayanya yang tidak kompetitif dan sebagainya. “Inilah yang mesti dicarikan solusi ke depan. Karena melihat sinyal yang  bagus dari trend ekspor ini, merupakan lampu hijau untuk Aceh,” lanjutnya.

Rustam Effendi berharap Pemerintah Aceh dapat lebih fokus ke depan untuk mendorong dunia usaha eksportir-importir agar lebih menggunakan pelabuhan laut di Aceh, bukan lewat jalur pelabuhan luar, sehingga bisa memaksimalkan kondisi tersebut untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan yang lebih besar, baik itu dari sisi penerimaan daerah, maupun dalam bentuk serapan tenaga kerja, bongkar muat, termasuk transportasi, usaha UMKM di sekitar pelabuhan, sehingga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Namun, tambah Rustam Effendi, semua itu sangat tergantung pada banyak kalangan, mulai dari kalangan eksekutif di daerah, dinas teknis dan terkait, termasuk pihak legislatif, kalangan dunia usaha, unsur pendukung seperti pihak regulator, kekarantinaan, penegak regulasi, dan lainnya.

Baca Juga :Makanan dan Tembakau Penyumbang Inflasi Tertinggi di Aceh

Semuanya harus bersinergi untuk menuntaskan problema klasik tersebut. Momentum kekhususan yang dimiliki Aceh dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) di bidang ekonomi dan perdagangan harus dimanfaatkan dengan baik guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi untuk penguatan perekonomian nasional.

“Pemerintah Aceh harus melakukan terobosan. Sudah saatnya eksportir-importir di Aceh memajukan pelabuhan di daerahnya untuk kegiatan eskpor-impor. Dengan begitu, maka mereka turut membantu menyediakan lapangan kerja dan menggerakkan sektor riil di daerahnya sendiri. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.[Zulfikri]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...