27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

H Firmandez: IPAL Gampong Pande Itu Kecelakaan Sejarah yang Berulang

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kota Banda Aceh dinilai sebagai sebuah kecelakaan sejarah karena dibangun di atas lahan situs sejarah Kerajaan Aceh. Proyek itu sudah dihentikan pada tahun 2017 lalu dan diminta untuk direlokasi ke tempat lain.

Hal itu diungkapkan mantan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta, H Firmandez, Kamis, 25 Februari 2021.

Menurutnya, pada Senin, 23 Oktober 2017 bertempat di Ruang Potensi lantai 3 Kantor Gubernur Aceh, pihaknya sudah pernah membahas soal penghentian dan relokasi proyek IPAL tersebut.

“Saat itu saya sebagai Koordinator Tim Pemantau Otsus bersama rekan-rekan di DPR RI sudah membahasnya dengan Pemerintah Aceh, proyek IPAL di kawasan situs sejarah Gampong Pande, Kecamatan Kutaradja, Kota Banda Aceh, saat itu diputuskan akan dihentikan, untuk melanjutkan proyek akan direlokasi ke tempat lain,” ungkap H Firmandez.

Baca Juga: Wali Kota Banda Aceh Minta Kementerian PUPR Lanjutkan Proyek IPAL Gampong Pande.

Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh tiga periode ini menambahkan, dirinya bersama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pada saat itu juga sudah turun langsung ke lokasi IPAL Gampong Pande melihat situs kuburan yang ditemukan di lokasi tersebut.

Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf juga memerintahkan dinas terkait untuk melakukan penelitian dan mencari kuburan-kuburan penting di situs sejarah tersebut.

“Proyek IPAL Gampong Pande saat itu didanai APBN senilai Rp 107 miliar di lahan seluar 1,6 hektar. Karena pembangunannya sudah jalan, maka diputuskan bahwa infrastruktur yang sudah dibangun di sana akan dialihfungsikan menjadi situs wisata sejarah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga akan dipindahkan ke Blang Bintang. Saya kurang paham mengapa sekarang Pemerintah Kota Banda Aceh meminta agar proyek IPAL itu dilanjutkan,” tambah H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, pada tahun 2017 itu pihaknya juga sudah meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat melalui Meteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mencari jalan tengah sebagai solusinya.

“Bagaimana pun itu marwah Aceh, situs sejarah harus diselamatkan. Apa lagi sejumlah pihak termasuk Wali Nanggroe selaku lembaga adat dan keturuan raja-raja sudah meminta agar proyek itu dihentikan. DPRK Banda Aceh juga sudah merekomendasikan untuk dihentikan. Solusinya lebih baik direlokasikan saja ke tempat lain,” saran H Firmandez.

Baca Juga: Tanggapan CISAH Soal Pemko Banda Aceh Minta PUPR Lanjutkan Proyek IPAL.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri Indonesia (HIPSI) ini melanjutkan, saat itu juga ada memorandum yang disampaikan oleh ahli waris raja-raja Aceh yang menjadi pertimbangan bersama, apalagi lokasi proyek IPAL itu merupakan tempat awal mula Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Johansyah pada tanggal 1 Ramadhan 601 H atau 22 April 1205 M, yang menjadi Kilometer Nol Kota Banda Aceh.

“Hasil kajian arkeolog Lucas Partanda Goestoro juga menyebutkan Gampong Pande sebagai Important Sites In North Sumatera Island. Ini menunjukkan tempat tersebut merupakan sebuah bekas kota pusat peradaban Aceh masa lalu. Makanya kami Tim Pemantau Otsus saat itu menjumpai pewaris raja-raja Aceh terkait proyek IPAL tersebut,” ungkap H Firmandez.

Sementara terkait mengapa sekarang Pemko Banda Aceh meminta agar proyek IPAL itu dilanjutkan setelah dihentikan hampir empat tahun lalu, H Firmandez menyarankan agar persoalan itu ditanyakan langsung kepada Pemko Banda Aceh dan Pemerintah Aceh.[]

Baca Juga: Hak Rakyat Aceh Untuk Miliki Wakil Gubernur.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...