Beranda Headline Kisah Sukses Yani Pebisnis Pakaian di Lhokseumawe, Modal Kecil Hingga Omzet Rp1...

Kisah Sukses Yani Pebisnis Pakaian di Lhokseumawe, Modal Kecil Hingga Omzet Rp1 M

0
Yani, pengusaha pakaian anak-anak pemilik toko Neo Z.Kids di Lhokseumawe. Foto Istimewa

Yani memulai bisnis secara kecil-kecilan pada tahun 2001 silam saat ia masih menempuh pendidikan di Universitas Malikussaleh. Ketika itu, di sela-sela waktu kuliah, mahasiswi kelahiran Lhokseumawe, 10 Agustus 1983, ini berjualan baju wanita secara “door to door” kepada teman-teman di kampusnya. Yani kini menjalankan usahanya dengan membuka toko Neo Z.Kids di Lhokseumawe dan Banda Aceh. Dia menjadi pengusaha sukses dengan omzet pernah mencapai Rp1 miliar lebih.

“Pertama sekali berjualan saat masih kuliah, saya mengambil baju khusus untuk wanita dari tante di Medan, dikirim ke Aceh,” ujar Yani ditemui portalsatu.com di Lhokseumawe, Sabtu, 20 Februari 2021.

Selain dari tantenya di Medan, Sumatera Utara, Yani, juga mengambil busana wanita dari Bandung, Jawa Barat. Kebetulan pada masa itu dia sering keluar daerah karena bergabung menjadi anak band. “Ikut rekaman juga di sana (Bandung). Sambilan itu berbelanja baju untuk bawa pulang ke sini (Lhokseumawe),” tuturnya.

“Ketika itu saya belanja baju satu karung di Bandung hanya dengan modal antara Rp3 juta dan Rp5 juta. Kemudian saya coba tawarkan baju wanita kepada teman-teman di kampus pada tahun 2001. Ternyata banyak yang suka. Jadi, pertama hanya ingin mencoba-coba, tapi Alhamdulillah, ramai permintaan dari teman kampus pada masa itu,” ungkap Yani.

Yani pun semakin bersemangat. Dia menggunakan uang hasil penjualan pakaian wanita itu untuk berbelanja lagi di Medan yang kemudian laris terjual lantaran banyak peminat. Tahun 2007, misalnya, dia meminta tantenya di Medan mengirim busana wanita dewasa, lalu dijual kepada teman-temannya di Lhokseumawe. Bisnis itu berjalan mulus hingga Yani beralih menjual pakaian anak-anak.

“Melihat keadaan seperti itu yang selalu lancar, tahun 2014 saya mulai meminta numpang berjualan di toko adik di Lhokseumawe. Tapi, saya jual khusus pakaian anak-anak, supaya tidak sama dengan isi toko milik adik saya,” kata Yani.

Saat itu, Yani sudah memiliki modal Rp50 juta. Dia berbelanja pakaian anak-anak di Bogor. “Beli barang di sana sekitar lima karung, bawa pulang ke Aceh dengan susah payah di perjalanan. Saya menjual pakaian anak-anak itu dengan memanfaatkan salah satu rak dalam toko milik adik saya di Jalan Darussalam, Lhokseumawe,” ujar Yani yang mengaku jiwa dagangnya turun dari kakeknya.

Usaha Yani menjual pakaian anak-anak juga berjalan lancar. Modal Rp50 juta terus dia putar sampai dua tahun kemudian. Tahun 2016, Yani mulai menyewa toko di Jalan Darussalam, Lhokseumawe. Karena usaha itu terus berkembang, dia pun menyewa toko yang ukurannya lebih besar, di Jalan Gudang, Lhokseumawe.

Toko itu dinamakan Z.Kids Galery. “Alhamdulillah, usaha saya di toko sewa itu maju pesat hingga berkali-kali masuk koran dulu (2016). Karena toko didesain interior sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen,” ujar Yani.

Namun, kata Yani, usahanya sempat anjlok satu tahun hingga dia pindah ke lokasi lain pelan-pelan. Kondisi itu tidak menyurutkan semangat Yani, yang terus berjuang melobi lagi pihak supplier di Jakarta. “Atas kepercayaan supplier, saya bisa mengambil barang-barang (pakaian anak-anak),” ucapnya.

“Setelah itu saya meminjam mobil adik untuk berjualan dengan mengambil rute Banda Aceh dan Lhokseumawe pada tahun 2017. Tapi kemudian saya merasa bosan juga jualan baju menggunakan mobil. Maka saya mencoba menyewa kembali toko di Jalan Gudang Baru, Lhokseumawe. Alhamdulillah, saat itu usaha saya maju lagi sampai sanggup beli toko sendiri di tempat itu,” tutur Yani.

Sejak Yani memiliki toko itu sampai sekarang, nama tempat usahanya berubah menjadi Neo Z.Kids. Selain itu, sejak Januari 2021, dia juga membuka cabang di Lampriet, Banda Aceh, dengan grand opening ‘Neo Z.Kids’. “Untuk di Banda Aceh ada lima tenaga kerja. Sedangkan di Neo Z.Kids Lhokseumawe empat orang. Saat menjelang lebaran bisa bertambah jadi 20 orang, tapi kalau pekerja tetap hanya 9 orang,” ujar perempuan berusia 37 tahun ini.

“Selama ini saya berjualan lebih mengutamakan melalui online atau memanfaatkan media sosial, sejak tahun 2017. Medsos paling ampuh zaman sekarang untuk berjualan, dan tetap instagram kalau bagi saya. Akun instagram saya @yanineozkids dengan jumlah followers sekitar 44,6RB. Saya juga sudah mendapatkan orderan (pakaian) dari luar daerah. Ada dari Sulawesi, NTB, Papua, Kalimantan, Batam, Jakarta Selatan, Bogor, Medan dan lainnya,” ungkap Yani.

Yani mengatakan walaupun sejak awal tahun 2020 Indonesia termasuk Aceh mengalami pandemi Covid-19, tapi tidak begitu berpengaruh terhadap usahanya tersebut. “Berkat doa dan kerja keras dengan terus mempromosikan lewat media sosial, Alhamdulillah dapat berjalan lancar, bahkan semakin meningkat permintaan,” katanya.

“Seperti jelang bulan Ramadan tahun lalu (2020), pernah kita dapatkan omzet per hari mencapai Rp83 juta. Itu sebelum buka cabang di Banda Aceh, masih toko ‘Neo Z.Kids’ Lhokseumawe. Alhamdulillah, ketika itu bisa meraih omzet Rp1 miliar lebih (sebulan),” kata Yani.

Menurut Yani, menjual pakaian anak-anak sebenarnya lumayan rumit. Namun, dia menyiasati dengan cara menyediakan model baju keluaran terbaru. “Harus di-update, ada jenis terbaru juga, dan jangan sampai ketinggalan melihat model yang baru. Kalau tidak nanti bisa dikomplain sama pelanggan,” ucap ibu empat anak ini yang suaminya sudah meninggal dunia.

Lantas, apa pesan Yani yang memulai binis dengan modal kecil kini menjadi pengusaha sukses sehingga dapat memotivasi orang lain?

“Intinya kita ingin menyampaikan kepada generasi muda jangan pernah berhenti berjuang, dan apapun itu. Jangan pernah berdiam diri di rumah walaupun dalam kondisi seperti saat ini (pandemi Covid-19), harus ada kreativitas. Tapi, kalau kita ingin memulai suatu bisnis, kita harus hobi dengan bisnis tersebut. Misalnya, hobi kita memasak, berarti arah jiwanya ke kuliner, jangan memaksakan diri untuk bidang lainnya. Artinya, apapun yang akan kita lakukan itu harus bisa menguasai, dan memulai terlebih dahulu dari hal-hal kecil hingga nantinya akan menjadi lebih besar setiap usaha bisnisnya. Insya Allah,” ujar Yani yang juga donatur tetap Komunitas Teman Sedekah Kota Lhokseumawe.[]

.

Tinggalkan Balasan