26.9 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Kisah Sukses Yani Pebisnis Pakaian di Lhokseumawe, Modal Kecil Hingga Omzet Rp1 M

BERITA DAERAH

Yani memulai bisnis secara kecil-kecilan pada tahun 2001 silam saat ia masih menempuh pendidikan di Universitas Malikussaleh. Ketika itu, di sela-sela waktu kuliah, mahasiswi kelahiran Lhokseumawe, 10 Agustus 1983, ini berjualan baju wanita secara “door to door” kepada teman-teman di kampusnya. Yani kini menjalankan usahanya dengan membuka toko Neo Z.Kids di Lhokseumawe dan Banda Aceh. Dia menjadi pengusaha sukses dengan omzet pernah mencapai Rp1 miliar lebih.

“Pertama sekali berjualan saat masih kuliah, saya mengambil baju khusus untuk wanita dari tante di Medan, dikirim ke Aceh,” ujar Yani ditemui portalsatu.com di Lhokseumawe, Sabtu, 20 Februari 2021.

Selain dari tantenya di Medan, Sumatera Utara, Yani, juga mengambil busana wanita dari Bandung, Jawa Barat. Kebetulan pada masa itu dia sering keluar daerah karena bergabung menjadi anak band. “Ikut rekaman juga di sana (Bandung). Sambilan itu berbelanja baju untuk bawa pulang ke sini (Lhokseumawe),” tuturnya.

“Ketika itu saya belanja baju satu karung di Bandung hanya dengan modal antara Rp3 juta dan Rp5 juta. Kemudian saya coba tawarkan baju wanita kepada teman-teman di kampus pada tahun 2001. Ternyata banyak yang suka. Jadi, pertama hanya ingin mencoba-coba, tapi Alhamdulillah, ramai permintaan dari teman kampus pada masa itu,” ungkap Yani.

Yani pun semakin bersemangat. Dia menggunakan uang hasil penjualan pakaian wanita itu untuk berbelanja lagi di Medan yang kemudian laris terjual lantaran banyak peminat. Tahun 2007, misalnya, dia meminta tantenya di Medan mengirim busana wanita dewasa, lalu dijual kepada teman-temannya di Lhokseumawe. Bisnis itu berjalan mulus hingga Yani beralih menjual pakaian anak-anak.

“Melihat keadaan seperti itu yang selalu lancar, tahun 2014 saya mulai meminta numpang berjualan di toko adik di Lhokseumawe. Tapi, saya jual khusus pakaian anak-anak, supaya tidak sama dengan isi toko milik adik saya,” kata Yani.

Saat itu, Yani sudah memiliki modal Rp50 juta. Dia berbelanja pakaian anak-anak di Bogor. “Beli barang di sana sekitar lima karung, bawa pulang ke Aceh dengan susah payah di perjalanan. Saya menjual pakaian anak-anak itu dengan memanfaatkan salah satu rak dalam toko milik adik saya di Jalan Darussalam, Lhokseumawe,” ujar Yani yang mengaku jiwa dagangnya turun dari kakeknya.

Usaha Yani menjual pakaian anak-anak juga berjalan lancar. Modal Rp50 juta terus dia putar sampai dua tahun kemudian. Tahun 2016, Yani mulai menyewa toko di Jalan Darussalam, Lhokseumawe. Karena usaha itu terus berkembang, dia pun menyewa toko yang ukurannya lebih besar, di Jalan Gudang, Lhokseumawe.

Toko itu dinamakan Z.Kids Galery. “Alhamdulillah, usaha saya di toko sewa itu maju pesat hingga berkali-kali masuk koran dulu (2016). Karena toko didesain interior sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen,” ujar Yani.

Namun, kata Yani, usahanya sempat anjlok satu tahun hingga dia pindah ke lokasi lain pelan-pelan. Kondisi itu tidak menyurutkan semangat Yani, yang terus berjuang melobi lagi pihak supplier di Jakarta. “Atas kepercayaan supplier, saya bisa mengambil barang-barang (pakaian anak-anak),” ucapnya.

“Setelah itu saya meminjam mobil adik untuk berjualan dengan mengambil rute Banda Aceh dan Lhokseumawe pada tahun 2017. Tapi kemudian saya merasa bosan juga jualan baju menggunakan mobil. Maka saya mencoba menyewa kembali toko di Jalan Gudang Baru, Lhokseumawe. Alhamdulillah, saat itu usaha saya maju lagi sampai sanggup beli toko sendiri di tempat itu,” tutur Yani.

Sejak Yani memiliki toko itu sampai sekarang, nama tempat usahanya berubah menjadi Neo Z.Kids. Selain itu, sejak Januari 2021, dia juga membuka cabang di Lampriet, Banda Aceh, dengan grand opening ‘Neo Z.Kids’. “Untuk di Banda Aceh ada lima tenaga kerja. Sedangkan di Neo Z.Kids Lhokseumawe empat orang. Saat menjelang lebaran bisa bertambah jadi 20 orang, tapi kalau pekerja tetap hanya 9 orang,” ujar perempuan berusia 37 tahun ini.

“Selama ini saya berjualan lebih mengutamakan melalui online atau memanfaatkan media sosial, sejak tahun 2017. Medsos paling ampuh zaman sekarang untuk berjualan, dan tetap instagram kalau bagi saya. Akun instagram saya @yanineozkids dengan jumlah followers sekitar 44,6RB. Saya juga sudah mendapatkan orderan (pakaian) dari luar daerah. Ada dari Sulawesi, NTB, Papua, Kalimantan, Batam, Jakarta Selatan, Bogor, Medan dan lainnya,” ungkap Yani.

Yani mengatakan walaupun sejak awal tahun 2020 Indonesia termasuk Aceh mengalami pandemi Covid-19, tapi tidak begitu berpengaruh terhadap usahanya tersebut. “Berkat doa dan kerja keras dengan terus mempromosikan lewat media sosial, Alhamdulillah dapat berjalan lancar, bahkan semakin meningkat permintaan,” katanya.

“Seperti jelang bulan Ramadan tahun lalu (2020), pernah kita dapatkan omzet per hari mencapai Rp83 juta. Itu sebelum buka cabang di Banda Aceh, masih toko ‘Neo Z.Kids’ Lhokseumawe. Alhamdulillah, ketika itu bisa meraih omzet Rp1 miliar lebih (sebulan),” kata Yani.

Menurut Yani, menjual pakaian anak-anak sebenarnya lumayan rumit. Namun, dia menyiasati dengan cara menyediakan model baju keluaran terbaru. “Harus di-update, ada jenis terbaru juga, dan jangan sampai ketinggalan melihat model yang baru. Kalau tidak nanti bisa dikomplain sama pelanggan,” ucap ibu empat anak ini yang suaminya sudah meninggal dunia.

Lantas, apa pesan Yani yang memulai binis dengan modal kecil kini menjadi pengusaha sukses sehingga dapat memotivasi orang lain?

“Intinya kita ingin menyampaikan kepada generasi muda jangan pernah berhenti berjuang, dan apapun itu. Jangan pernah berdiam diri di rumah walaupun dalam kondisi seperti saat ini (pandemi Covid-19), harus ada kreativitas. Tapi, kalau kita ingin memulai suatu bisnis, kita harus hobi dengan bisnis tersebut. Misalnya, hobi kita memasak, berarti arah jiwanya ke kuliner, jangan memaksakan diri untuk bidang lainnya. Artinya, apapun yang akan kita lakukan itu harus bisa menguasai, dan memulai terlebih dahulu dari hal-hal kecil hingga nantinya akan menjadi lebih besar setiap usaha bisnisnya. Insya Allah,” ujar Yani yang juga donatur tetap Komunitas Teman Sedekah Kota Lhokseumawe.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...