27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Aceh Hari Ini: Komando Divisi V TRI Dipindahkan ke Bireuen

BERITA DAERAH

Pada 22 Maret 1946 Markas Komando Divisi V TRI diperintahkan untuk dipindahkan dari Banda Aceh ke Bireuen. Pemindahan dilakukan karena tentara Sekutu/NICA sudah menduduki Sabang.

Komandan Divisi V TRI Kolonel Husein Jusuf menjelaskan bahwa pemindahan itu dilakukan karena Kota Banda Aceh terancam dari serangan Sekutu/NICA yang bermarkas di Pulau Weh, Sabang, sementara Bireuen dinilai sebagai daerah strategis untuk menyusun strategi dan perang gerilya, jika Sekutu/NICA berhasil mendarat ke Aceh.

Selain itu Residen Aceh kemudian juga melarang barang-barang logistik dari daratan Aceh dibawa ke Sabang, sehingga tentara Sekutu/NICA kekurangan pangan. Embargo logistik sukses dilakukan oleh Residen Aceh, hingga kemudian sejarah membuktikan Sekutu/NICA tidak pernah bisa masuk ke daratan Aceh hingga Indonesia benar-benar merdeka.

Pada hari yang sama Residen Aceh melarang rakyat Aceh melakukan hubungan dengan Pulau Weh, Sabang yang telah diduduki Sekutu/NICA sejak 25 Agustus 1945. Maklumat larangan ke Sabang itu ditandatangani oleh Residen Aceh, TT Muhammad Daodsyah.

Dalam maklumat tersebut ditegaskan, semua perahu dan tongkang serta alat pengangkutan laut yang melewati Selat Malaka, yang dicurigai, diperiksa secara teliti baik muatan maupun penumpangnya oleh angkatan laut dan penjaga pantai.

Kepada para pawang (nahkoda) dan para penumpang kapal yang akan berangkat keluar dan yang akan masuk ke Aceh, atau kapal-kapal yang akan mendekati pantai dan kuala dalam daerah Aceh, harus memberitahu kedatangan dan kepergiannya kepada pengawal pantai dan angkatan laut Aceh di daerah terdekat. Pawang dan kapal yang melanggar maklumat tersebut diancam dengan hukuman berat, perahu/kapal dan segala muatannya dirampas.

Untuk menjalankan maklumat tersebut Residen Aceh juga mewajibkan kepada para Asisten Residen, para Kontroler, Kepala Negeri, polisi, pengawal pelabuhan dan angkatan laut, untuk memastikan peraturan dalam maklumat itu dijalankan sepenuhya. Kepada mereka juga diwajibkan, bila terdapat pelanggaran untuk mengambil tindakan tegas, para pelanggar juga diminta untuk dihadapkan ke pengadilan untuk diadili.

Aceh menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak mampu dimasuki oleh Sekutu/NICA, hal ini pula yang kemudian menjadi salah satu alasan Presiden Soekarno menjuluki Aceh sebagai daerah modal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih jelas tentang itu bisa dibaca dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan yang ditulis oleh Teuku Alibasjah Talsya, salah seorang pelaku pejuang kemerdekaan di Aceh.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...