29.3 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Aceh Hari Ini: Pasukan dari Aceh Dikirim ke Front Medan Area

BERITA DAERAH

Pada 28 Maret 1946, pasukan-pasukan dari Aceh mulai dikirim ke Sumatera Timur untuk melawan tentara Sekutu/NICA dalam perang Front Medan Area. Orang Aceh menyebutnya “Jak u Front.”

Pengiriman pertama dilakukan oleh Komandan Divisi V Tentara Republik Indonesia (TRI) Aceh, terdiri dari dua kompi pasukan Batalyon IX dan dua kompi pasukan Laskar Mujahidin pimpinan Haji Affan dan Muhammad Yusuf Bahruny Bireuen.

Komandan Kesatuan dari Aceh Kapten Alamsyah berulang kali menyamar masuk ke Kota Medan untuk memantau keadaan sebelum membawa pasukan dari Aceh masuk untuk menduduki tempat-tempat strategis. Pasukan-pasukan dari Aceh digerakkan masuk ke Kota Medan dengan 12 truk militer yang dipimpin oleh Ismail Muda Bireuen.

Baca Juga: Belanda Memproklamirkan Perang Terhadap Aceh.

Bersamaan dengan itu juga diangkut satu kompi laskar raykat dari Takengon yang dipimpin oleh Pang Akob, satu kompi laskar mujahidin dari Samalangan pimpinan Nyak Ali Pulo Drien, satu kompi laskar dari Geulanggang Labu Matang Geulumpang Dua pimpinan Cut Ali.

Selain membawa rombongan pasukan dari Aceh ke Kota Medan, bersama pasukan-pasukan tersebut juga disertakan empat ton bahan makanan sumbangan  rakyat Aceh. Pada tanggal 1 April 1946 rombongan pasukan dari Aceh ini tiba di Binjai dan disambut oleh ulama Langkat, Halim Abdul Hasan.

Ketika perang di Front Medan Area semakin berkecamuk, dari Aceh juga dikirim lagi pasukan meriam yang dipimpin oleh Nukum Sanany. Aceh juga membentuk pasukan lainnya yang lebih besar dalam Resimen Istimewa Medan Area (RIMA). Melalui RIMA pasukan-pasukan dari Aceh diorganisir lebih rapi dengan serangan-serangan terencana dalam beberapa komando.

Kota Medan digempur dari berbagai sisi oleh pasukan RIMA dibantu pasukan-pasukan pro Republik dari Sumatera Timur. Karena itu pula upaya Sekutu/NICA untuk masuk ke Aceh melalui Medan tak pernah terwujud. Pada agresi kedua Belanda itu, Aceh merupakan satu-satunya daerah di Republik Indonesia yang tidak mampu dimasuki oleh Sekutu/NICA, meski Sekutu/NICA sudah menduduki Pulau Weh, Sabang, setelah melucuti kekuatan Jepang di sana pada 25 Agustus 1945.

Baca Juga: Pejuang Republiken Keluar dari Sabang.

Setiap kapal dan pesawat Belanda yang mendekati daratan Aceh ditembaki dengan meriam. Kekuatan militer Aceh saat itu ditopang oleh empat pabrik senjata milik Jepang yang berhasil direbut oleh Residen Aceh. Jika di daerah lain di Indonesia kekuatan Jepang dilucuti oleh Sekutu/NICA, tidak dengan Aceh. Itu pula yang kemudian menjadi salah satu alasan Presiden Soekarno menggelar Aceh dengan sebutan Daerah Modal Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih jelas tentang pergerakan pasukan dari Aceh untuk memerangi Sekutu/NICA di Front Medan Area ini bisa dibaca dalam buku Aceh Daerah Modal, Long March ke Medan Area ditulis oleh Tgk AK Jacobi, diterbitkan oleh Yayasan Seulawah RI-001 di Jakarta pada tahun 1992.

Bisa juga dibaca dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan ditulis oleh pelaku perjuangan kemerdekaan di Aceh Teuku ALibasjah Talsya dan diterbitkan oleh Lembaga Sejarah Aceh (LSA) tahun 1990.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...