27 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Jika Pilkada Aceh 2024 dan Mualem Tidak Mencalonkan Diri?

BERITA DAERAH

Oleh: Thayeb Loh Angen
Budayawan, Pengusaha.
————————————

Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau Pemilukada) mulai menjadi polemik di Aceh. Hal itu disebabkan, menurut UUPA (UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh), pilkada di Aceh dilangsungkan dalam rentang waktu lima tahun sekali, yang setelah 2017 akan jatuh pada tahun 2022.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pihaknya tetap berpegang pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada terkait pelaksanaan Pilkada 2024.

Sebagian politisi Aceh, terutama yang memiliki ide keacehan sesuai runut sejarah, menginginkan pilkada sesuai dengan UUPA. Sementara yang lain, bersikap biasa-biasa saja.

Pertanyaan sederhana dari keadaan politik tersebut adalah, “Kapankah politikus di Aceh berhenti berselisih paham dengan politikus di tingkat negara?” Atau, “Kapankah politisi tingkat negara berhenti berselisih paham dengan Aceh?”

Apabila ingin membangun Aceh, yang merupakan wilayah terbarat Indonesia ini, maka perselisihan pendapat semacam itu sebaiknya segera dihentikan. Perlu diingat kembali, tujuan dari melangsungkan pemerintahan adalah untuk memakmurkan rakyat dan membangun peradaban manusia.

Dalam keadaan terbaik tentang politik Aceh, alangkah baiknya Presiden RI dapat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendiskusikannya dengan pemegang hak politik tertinggi di Aceh, yaitu Malik Mahmud Al-Haytar selaku penandatangan MoU Helsinki tahun 2005 dan Muzakir Manaf atau Mualem selaku Panglima GAM sebelum MoU Helsinki tersebut.

Akan tetapi, keadaan sekarang bukan yang terbaik. Hak politik tertinggi di Aceh itu tidak didapatkan lagi karena Mualem dipaksa mencalonkan diri menjadi gubernur oleh para pendukungnya. Jabatan gubernur itu hanya lima tahun, paling lama sepuluh tahun. Untuk apa memperebutkannya? Biarkan saja orang lain menjadi gubernur.

Hak politik tertinggi di Aceh ada pada Mualem sebagai ketua KPA dan Malik Mahmud Al-Haytar selalu penanda tangan MoU Helsinki itu berlaku seumur hidup. Jika Mualem tidak dipaksa mencalonkan diri lagi sebagai gubernur Aceh, hak politik tertinggi tersebut didapatkan kembali.

Kapankah para politikus di Aceh, terutama dari partai lokal, menyadari hal itu, atau kapankah para politikus di Aceh mengambil sikap untuk kepentingan Aceh jangka panjang?

Untuk apa mempeributkan pilkada tahun 2022 atau tahun 2024. Biarkan itu terserah pada presiden RI. Katakanlah setelah berdebat selama setahun, pilkada di Aceh dilangsungkan pada tahun 2022, lalu, apakah partai lokal dapat memastikan diri menjadi pemenangnya?

Akan lebih baik sekiranya Aceh memusatkan perhatian pada nilai dari memperjuangkan nasib rakyat. Tujuan dari menjadi politikus. Akan lebih baik sekiranya Malik Mahmud Al-Haytar, Muzakir Manaf, dan seluruh juru runding yang mewakili GAM dulu datang ke Jakarta menjumpai Mendagri dan Presiden RI.

Jangan mengurus “Kapan pilkada dilaksanakan”, tetapi mintalah Presiden RI supaya memusatkan perhatiannya untuk membangun ujung barat RI ini supaya menjadi wilayah yang ramah investasi. Biarkanlah rakyat di Aceh bahagia setelah 29 tahun konflik bersenjata.

Siapapun gubernur atau partai pemenangnya, mintalah diatur oleh para pemegang hak politik tertinggi di Aceh.

Kekuasaan tertinggi di Aceh tidak boleh diserahkan kepada partai politik. Partai politik hanya boleh diberikan hak semacam kontraktornya saja, tetapi kekuasaannya tetap pada pemegang hak politik tertinggi.

Demokrasi memilih pemimpin dengan suara terbanyak, ala barat yang sudah maju, tidak sesuai untuk negara berkembang, apalagi untuk Aceh.[]

Baca Juga: Batalkan Saja Pilkada, Kontraklah Bill Gates

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...

Kejari Gayo Lues Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ganja, Ini Rinciannya

  BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Gayo Lues melakukan pemusnahan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu dan...