29.3 C
Banda Aceh
Minggu, Mei 16, 2021

Jika Pilkada Aceh 2024 dan Mualem Tidak Mencalonkan Diri?

BERITA DAERAH

Oleh: Thayeb Loh Angen
Budayawan, Pengusaha.
————————————

Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau Pemilukada) mulai menjadi polemik di Aceh. Hal itu disebabkan, menurut UUPA (UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh), pilkada di Aceh dilangsungkan dalam rentang waktu lima tahun sekali, yang setelah 2017 akan jatuh pada tahun 2022.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pihaknya tetap berpegang pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada terkait pelaksanaan Pilkada 2024.

Sebagian politisi Aceh, terutama yang memiliki ide keacehan sesuai runut sejarah, menginginkan pilkada sesuai dengan UUPA. Sementara yang lain, bersikap biasa-biasa saja.

Pertanyaan sederhana dari keadaan politik tersebut adalah, “Kapankah politikus di Aceh berhenti berselisih paham dengan politikus di tingkat negara?” Atau, “Kapankah politisi tingkat negara berhenti berselisih paham dengan Aceh?”

Apabila ingin membangun Aceh, yang merupakan wilayah terbarat Indonesia ini, maka perselisihan pendapat semacam itu sebaiknya segera dihentikan. Perlu diingat kembali, tujuan dari melangsungkan pemerintahan adalah untuk memakmurkan rakyat dan membangun peradaban manusia.

Dalam keadaan terbaik tentang politik Aceh, alangkah baiknya Presiden RI dapat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendiskusikannya dengan pemegang hak politik tertinggi di Aceh, yaitu Malik Mahmud Al-Haytar selaku penandatangan MoU Helsinki tahun 2005 dan Muzakir Manaf atau Mualem selaku Panglima GAM sebelum MoU Helsinki tersebut.

Akan tetapi, keadaan sekarang bukan yang terbaik. Hak politik tertinggi di Aceh itu tidak didapatkan lagi karena Mualem dipaksa mencalonkan diri menjadi gubernur oleh para pendukungnya. Jabatan gubernur itu hanya lima tahun, paling lama sepuluh tahun. Untuk apa memperebutkannya? Biarkan saja orang lain menjadi gubernur.

Hak politik tertinggi di Aceh ada pada Mualem sebagai ketua KPA dan Malik Mahmud Al-Haytar selalu penanda tangan MoU Helsinki itu berlaku seumur hidup. Jika Mualem tidak dipaksa mencalonkan diri lagi sebagai gubernur Aceh, hak politik tertinggi tersebut didapatkan kembali.

Kapankah para politikus di Aceh, terutama dari partai lokal, menyadari hal itu, atau kapankah para politikus di Aceh mengambil sikap untuk kepentingan Aceh jangka panjang?

Untuk apa mempeributkan pilkada tahun 2022 atau tahun 2024. Biarkan itu terserah pada presiden RI. Katakanlah setelah berdebat selama setahun, pilkada di Aceh dilangsungkan pada tahun 2022, lalu, apakah partai lokal dapat memastikan diri menjadi pemenangnya?

Akan lebih baik sekiranya Aceh memusatkan perhatian pada nilai dari memperjuangkan nasib rakyat. Tujuan dari menjadi politikus. Akan lebih baik sekiranya Malik Mahmud Al-Haytar, Muzakir Manaf, dan seluruh juru runding yang mewakili GAM dulu datang ke Jakarta menjumpai Mendagri dan Presiden RI.

Jangan mengurus “Kapan pilkada dilaksanakan”, tetapi mintalah Presiden RI supaya memusatkan perhatiannya untuk membangun ujung barat RI ini supaya menjadi wilayah yang ramah investasi. Biarkanlah rakyat di Aceh bahagia setelah 29 tahun konflik bersenjata.

Siapapun gubernur atau partai pemenangnya, mintalah diatur oleh para pemegang hak politik tertinggi di Aceh.

Kekuasaan tertinggi di Aceh tidak boleh diserahkan kepada partai politik. Partai politik hanya boleh diberikan hak semacam kontraktornya saja, tetapi kekuasaannya tetap pada pemegang hak politik tertinggi.

Demokrasi memilih pemimpin dengan suara terbanyak, ala barat yang sudah maju, tidak sesuai untuk negara berkembang, apalagi untuk Aceh.[]

Baca Juga: Batalkan Saja Pilkada, Kontraklah Bill Gates

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Kunjungi Aceh, Ini Kata Menteri Investasi

BANDA ACEH – Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengunjungi Aceh pada Ahad, 16...

Begini Kondisi Jalan Lintas Gayo Lues-Aceh Timur Setelah Tanah Longsor Dibersihkan

BLANGKEJEREN - Sempat lumpuh total akibat tanah longsor menutupi badan jalan di dua titik...

Puluhan Rumah Terendam Banjir di Aceh Tenggara

KUTACANE – Puluhan rumah dan badan jalan di Dusun Lumban Sormin Desa Lawe Harum,...

Pemuda Lancok-Lancok Salurkan Bantuan Uang Tunai kepada Korban Kebakaran, Pemkab Diminta Bangun Rumah

BIREUEN - Perwakilan Pemuda Gampong Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, menyerahkan bantuan uang tunai kepada...

2030, Umat Islam Rayakan 2 Kali Ramadan dan Idulfitri, Mengapa?

Hari raya Idulfitri umumnya terjadi satu tahun sekali. Namun, pada tahun 2030, umat Islam...

Mualaf Ali Vyacheslav Polosin: Islam di Rusia Miliki Masa Depan Cerah

MOSKOW -- Masyarakat Rusia pertama kali menemukan populasi etnis Muslim Rusia pada paruh kedua...

Pengadaan Fasilitas Penanganan Sampah di Lhokseumawe 2021: Kapal, Truk dan Bin Container

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membeli sejumlah fasilitas...

Dinilai tak Becus Tangani Sampah, Dewan: Copot Kepala DLH

LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, mendesak Wali Kota Suaidi Yahya mencopot...

9 Manfaat Makan Mangga Muda, Termasuk Sehatkan Jantung dan Mata

Makan mangga muda mungkin bisa membuat air liur keluar lebih banyak, karena rasanya yang...

Gokil, Bocah 12 Tahun Ini Lulus SMA dan Kuliah Bersamaan

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun membuktikan bahwa kerja kerasnya terbayar saat pendidikannya tamat. Namun...

Mualaf Song Bo-ra: Banyak Orang Korea Salah Paham Tentang Islam

SEOUL -- Seorang wanita mualaf asal Korea Selatan, Song Bo-ra (30-an), menceritakan kisah perjalanannya...

RSUZA Nyaris Penuh, Pasien Covid-19 Lampaui Puncak Kurva Tahun Lalu

BANDA ACEH — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris...

Kena Prank Elon Musk, Investor Kripto ‘Rugi’ Rp 5.183 T

Ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) hilang dari industri uang kripto atau cryptocurrency setelah...

Lebaran di Kota, Pasien Sekarat, dan Jika Pemudik Terjebak

HARI raya Idulfitri tahun ini memiliki kisah tersendiri. Pemerintah Aceh melarang masyarakat pulang kampung...

Begini Kondisi Pasien Covid-19 di RSUZA saat Idulfitri

BANDA ACEH — Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ada yang harus mengikuti takbiran menyambut...

Ratusan Masjid di Maroko Dilengkapi Sistem Energi Surya, Ini Tujuannya

Ratusan masjid di Maroko akan dilengkapi dengan sistem energi surya dari pemerintah dalam rangka...

Tanah Masa Depan

Karya: Taufik Sentana Peminat sosial-budaya Puluhan peradaban kota pernah ingin menjamahmu. Wahyu kenabian dan jejejak risalah telah memuliakan tanahmu. Entah itu...

Tammy Jadi Mualaf Setelah Dibantu Muslim yang tak Dikenal

Tammy Parkin dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil New Hampshire, Amerika Serikat. Penduduk kota...

Merawat Fitri

Karya: Taufik Sentana Peminat prosa religi Setelah fase Ramadan tibalah Fitri. Fitri adalah aroma kesucian, kemurnian dan...

Erdogan: Virus Islamofobia Sama Bahayanya dengan Virus Corona, Menyebar Cepat di Eropa

ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan virus Islamofobia menyebar di Eropa. "Virus Islamofobia,...