27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Lagu Scorpions Wind of Change, Benarkah Ditulis CIA

BERITA DAERAH

Kini beredar kabar angin atau rumor bahwa agen intelijen AS, CIA, turut menulis lagu berjudul Wind of Change yang dipopulerkan oleh band rock asal Jerman Scorpions untuk jatuhkan Blok Timur. Benarkah? Mari kita simak ulasan yang disiarkan oleh dw.com.

Sebagian besar penduduk dunia mungkin pernah mendengar lagu itu, sebuah lagu yang setelah puluhan tahun masih enak didengar.

“Take me
To the magic of the moment
Of a glory night
Where the children of tomorrow
Dream their way
In a wind of change”

Masih ingatkah lagu Wind of Change yang dipopulerkan oleh grup rock asal Jerman Scorpions? Lagu tersebut ditulis pada bulan September 1989, hanya dua bulan sebelum runtuhnya Tembok Berlin. Banyak yang menilai lagu ini dengan sangat tepat menangkap kegelisahan masyarakat yang mendamba perubahan.

Album lagu ini telah terjual sekitar 14 juta copy di seluruh dunia, menduduki peringkat teratas tangga lagu di 78 negara dan dilihat sekitar 760 juta kali di YouTube bahkan hingga beberapa dekade setelah penciptaannya.

Lagu Wind of Change ditulis oleh tokoh utama band Scorpions asal Jerman yaitu Klaus Meine. Dia mengatakan, ilham untuk menulis lagu ini didapat saat band tersebut ambil bagian di Festival Perdamaian Musik Moskow pada musim panas tahun 1989.

Dia pun mengisahkan asal mula lagu itu tercipta.

“Pada suatu malam semua orang, baik itu musisi asal Jerman, Rusia, Amerika, jurnalis maupun anggota Tentara Merah, bersama-sama berada di sebuah perahu di Sungai Moskow menuju Gorky Park. Saat itulah muncul visi: Seluruh dunia bersama dalam sebuah kapal, semua orang berbicara bahasa yang sama – bahasa musik,” ujar Klaus Meine sambil mengingat kembali koran Hamburger Abendblatt yang menjadi inspirasinya.

Benarkah ditulis oleh CIA?

“Benarkah itu?” tanya seorang penyiar saluran podcast asal Amerika. Lagipula, lagu itu turut berkontribusi pada runtuhnya Tembok Berlin dan Blok Timur.

Dalam sebuah sudut pandang, orang dapat berpikir, jika musik memiliki kekuatan seperti itu, maka bukan tidak mungkin ada campur tangan agen intelijen di belakangnya. Setidaknya, itulah yang terbesit di benak jurnalis Patrick Radden Keefe, merujuk kepada cerita yang seharusnya hanya beredar di lingkaran dalam CIA.

Kabar angin yang beredar mengatakan bahwa lagu itu ditulis oleh badan intelijen AS untuk mengakhiri Perang Dingin. Keefe mengetahui hal ini dari sumber yang dapat dipercaya, yaitu dari seorang teman, atau dari temannya yang lain, yang pernah bekerja di CIA dan tahu soal hal ini dari seorang kolega, atau, dari kabar angin.

Tentu saja tidak ada yang mau memberikan wawancara resmi. Keefe, jurnalis yang menulis untuk majalah The New Yorker ini, mengangkat masalah ini agar ada penyelidikan dan riset yang ekstensif.

Perang Psikologis

Melalui siaran yang bisa didengarkan lewat layanan Spotify, Keefe terus berupaya mencari bukti rumor ini. Namun, dia tidak dapat menemukannya, atau setidaknya tidak ada fakta yang valid.

Sebagai gantinya, para pendengarnya disuguhi informasi seputar dasar-dasar pekerjaan CIA di bidang politik-budaya. Salah satunya yaitu bagaimana musisi Afrika-Amerika, seperti Nina Simone dan Louis Armstrong, tanpa sepengetahuan mereka telah diberdayakan untuk memperlancar agenda kebijakan luar negeri Amerika Serikat di berbagai negara di Afrika pada 1960-an dan 1970-an.

Dalam retorikanya, Patrick Radden Keefe juga mengingatkan pendengarnya soal operasi Secret Psychological Warfare (PSYOP) di mana CIA membebaskan orang warga AS dari Teheran pada 1979 dengan menyamar sebagai tim film. Kisah ini diangkat dalam film Argo yang dirilis tahun 2012 dan menerima banyak penghargaan. Kepala dinas rahasia dikatakan secara pribadi telah memerintahkan untuk menerbitkan kisah positif tentang operasi itu.

Lagi-lagi teori konspirasi

Namun, jurnalis musik Carsten Schumacher mengatakan “saat ini saya muak dengan teori konspirasi.” Ia merujuk pada banyaknya berita keliru tentang pandemi corona. “Itu sebabnya, sebagai seorang jurnalis, Anda harus bertanya dengan pertanyaan yang sangat kritis: Apakah itu masuk akal? Saya benar-benar tidak keberatan tentang adanya mitos di dunia musik rock, tetapi rumor ini sama sekali tidak masuk akal.”

Tentu bagi Schumacher, yang bekerja sebagai pemimpin redaksi majalah musik Visions, cerita ini mengandung sejumlah inkonsistensi. Dia mengatakan waktunya benar-benar tidak tepat jika CIA disebut memiliki andil dalam penciptaan lagu Wind of Change.

Dia mengatakan bahwa lagu ini ditulis pada 1989, tetapi baru dirilis pada November 1990 di album “Crazy World”. Selain itu menurutnya, perilisan lagu Wind of Change sebagai single juga tidak dilakukan hingga Februari 1991. Schumacher juga tidak merasa harus curiga dengan fakta bahwa lagu Wind of Change adalah lagu komposisi pertama Klaus Mein.

“Pada Festival Perdamaian Musik Moskow pastilah sesuatu yang sangat istimewa bagi semua orang yang ada di sana – terutama bagi band asal Jerman,” ujarnya sambil mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan seorang musisi. Terlebih lagi, sejak saat itu Klaus Meine juga telah menciptakan lagu-lagu lain dan yang terbaru adalah Sign of Hope, sebuah balada tentang krisis corona.

Ketiak siaran podcast terjebak dalam terlalu banyak asumsi dan pertanyaan, Patrick Radden Keefe – dan para pendengarnya – akhirnya bertemu Klaus Meine. Keduanya pun terlibat dalam obrolan tentang penciptaan lagu Wind of Change.

Tanpa mau terjebak untuk menjawab pertanyaan tersebut, Klaus Meine pun menanggapi kabar angin itu dengan pernyataan,  “Bukankah itu justru malah menunjukkan satu hal yaitu: kekuatan sebuah musik?”[]tla

Baca Juga: Yusa Luncurkan Video Klip Cinta Melampaui Musim

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...