Beranda Inspirasi Muhammad Nazar Raih Penghargaan Inspiring Innovative Professional

Muhammad Nazar Raih Penghargaan Inspiring Innovative Professional

0
Muhammad Nazar menyampaikan sambutan usai menerima penghargaan @IST

JAKARTA — Mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012 Muhammad Nazar meaih penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021 yang diberikan oleh Pusat Prestasi Indonesia, Jumat, 19 Februari 2021 di hotel Aston, Jakarta.

Muhammad Nazar mendapatkan penghargaan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai SIRA yang dinilai memiliki spirit aktifis tangguh, memiliki daya tahan luar biasa yang didasari ideologi, ide, konsep dan strategi perubahan serta selalu mempengaruhi dan menarik perhatian publik luas.

Usai menerima penghargaan tersebut, Muhammad Nazar dalam sambutannya mengatakan, partai lokal di Aceh termasuk partai SIRA tidak hadir secara tiba-tiba, tapi pembentukan partai lokal (Parlok) di Aceh telah melalui berbagai pengorbanan. Parlok merupakan salah satu bagian dari klausul perdamaian RI dan GAM.

Baca Juga:Calon Pejabat Adu Gagasan Lewat LGD

Muhammad Nazar mengungkapkan pada tahun 1999 ketika sedang persiapan konsep perundingan yang dimediasi Henry Dunant Centre (HDC) di sela-sela kampanye referendum Aceh, Sentra Informasi Referendum Aceh (SIRA) telah mengajukan proposal harus adanya partai lokal dan pemilu lokal khusus dan itu harus masuk dalam perundingan yang mulai dirintis.

Namun sayang perundingan itu gagal di tahun 2003 dan berganti dengan darurat militer. Tekanan yang begitu berat tak membuat dirinya putus asa, bahkan dalam keadaan dipenjarakan, Nazar dan SIRA terlibat dalam memajukan rencana perundingan baru yang lebih kuat dan itu kemudian menjadi fakta setelah Crisis Management Initiative (CMI) menggantikan peran HDC melanjutkan proses mediasi perundingan antara RI dan GAM.

Selama proses perundingan itu, SIRA secara khsusus ikut memasukkan beberapa tuntutan termasuk referendum dan harus adanya partai lokal di Aceh, perhitungan ulang hasil alam Aceh yang diekplotasi negara selama puluhan tahun dan harus dikembalikan sebahagian besar ke Aceh, jaminan pelaksanaan hak-hak sipil dan politik sesuai konvenan internasional PBB serta sejumlah usulan lainnya yang disampaikan ke pimpinan GAM, RI dan CMI.

“Perundingan akhirnya ditandangani dengan sejumlah kesepakatan termasuk diperbolehkan adanya parlok khususnya di Aceh hingga dana Otsus dan pembagian hasil alam,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Kata Ketua HIPMI Aceh Soal Investasi.

Khusus terkait Parlok, Muhammad Nazar menyatakan bahwa kehadiran partai politik baik lokal maupun nasional di Aceh tidak boleh membebani, memberatkan dan merugikan rakyat. Jika suatu partai baik karena pengaruh pimpinannya atau karena visi-misi serta programnya menyulitkan rakyat maka prinsip dan tujuan demokrasi otomatis terlanggar.

“Sadar atau tidak, diakui atau tidak, bahwa tidak sedikit elit dan kader partai di daerah maupun nasional begitu sering membuat kerumitan terhadap pencapaian hak-hak rakyat dan menghambat pembangunan. Ketika menjadi penguasa, yang muncul dominan adalah keinginan monopoli dan pembatasan kekuasaan. Ini berbahaya dan itu jadi berbeda dengan prinsip demokrasi dan jargon kampanye,” tambahnya.

Muhammad Nazar menambahkan, partai lokal maupun nasional tidak boleh rugikan rakyat. Setiap partai harus sadar diri bahwa mereka berasal dari rakyat, untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Partai juga harus tampil serius menghilangkan penyimpangan-penyimpangan dalam pembangunan sehingga partai bermanfaat. Partai politik sebagai bahagian dari politik demokrasi tidak boleh eklusif sama sekali.

“Jika eklusif maka filosofi politik demokrasi kehilangan makna dan tak ada beda dari kekuasaan warisan atau kekuasaan yang dibatasi secara eklusif,” paparnya.

Selain Muhammad Nazar dari Aceh penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021 juga diberikan kepada 35 tokoh/lembaga dengan berbagai kategori, mulai dari lembaga keuangan,  perbankan dan dunia usaha hingga  organisasi dan tokoh sosial politik dinominasikan.

Dari ratusan yang dinilai itu dari berbagai sisi mulai ide, karakter, inovasi hingga  aksi, keberanian dan ketangguhan dalam dunianya masing-masing terpilih 35 lembaga dan tokoh yang dinilai berpengaruh di tingkat nasional.[]

Tinggalkan Balasan