27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Hujan dan Terik Matahari, Mereka Mendaki Gunung Memberi Makan yang Lapar

BERITA DAERAH

Bagi suku-suku yang tinggal di daerah terpencil, makanan biasa adalah sebuah kemewahan – para sukarelawan ini melakukan sesuatu.

Sembilan anggota keluarga, satu cangkir sup.

Media ourbetterworld.org mengabarkan, Bimboy Soque masih ingat keterkejutannya, ketika dia menyadari bahwa anak laki-laki yang dia beri secangkir sup, sedang menyimpannya agar dia bisa berbagi dengan keluarganya.

“Kami tahu bahwa mereka belum makan selama tiga hari terakhir,” kenang Bimboy. “Tidak disangka sembilan orang akan berbagi hanya satu cangkir sup.”

Pertemuan tersebut, yang terjadi selama misi penjangkauan ke wilayah suku terpencil, membuka matanya terhadap kehidupan keras yang dipimpin oleh penduduk asli Filipina, yang diperkirakan berjumlah sekitar 14 hingga 17 juta.

Pada tahun 2008, ia mendirikan Tribu Ni Bro untuk melaksanakan misi penjangkauan ke wilayah suku, dengan sukarelawan membawakan mereka makanan dan perlengkapan sekolah.

Biasanya tinggal di daerah yang sulit dijangkau, masyarakat adat dari berbagai suku seringkali terpuruk dan terputus dari sumber daya yang dapat memperbaiki kehidupan mereka.

Delia Rodriguez yang berasal dari suku Dumagat mengetahui hal ini dengan sangat baik.

Tinggal di daerah pegunungan terpencil di provinsi Bulacan di Filipina, dia terbiasa hidup tanpa makan teratur, listrik, dan perawatan medis dasar.

“Sungai meluap saat hujan, bahkan perahu pun tidak bisa menyeberang,” katanya. “Kami bahkan tidak bisa menyeberangi sungai untuk membeli makanan.”

Mencukupi kebutuhan adalah sebuah tantangan. “Kami merasa sangat sulit bersaing dan berkomunikasi dengan masyarakat di kota karena yang kami tahu hanya menanam sayur mayur dan pisang untuk dijual,” kata Delia.

Mencapai desa suku seperti Delia dapat memakan waktu antara empat jam hingga empat hari trekking melalui hutan lebat, sungai yang mengalir deras, dan naik turun lereng gunung yang curam.

Dari melakukan trip sekitar dua kali sebulan pada tahun 2008, Tribu Ni Bro mampu meningkatkan kunjungannya menjadi 45 trip tahun lalu, ke berbagai provinsi di Luzon.

Selain membawa pasokan, kelompok ini juga terlibat dalam pengembangan masyarakat, mulai dari menghadirkan tenaga surya ke desa-desa, hingga mengajari para petani teknik yang lebih baik untuk meningkatkan hasil panen dan memanfaatkan lahan mereka sebaik-baiknya.

Inisiatif ini didanai dari kantong relawan dan sumbangan dari masyarakat. “Saya sangat bersyukur (Tribu Ni Bro) kenal banyak orang. Dan mereka tidak melupakan tempat kami, ”kata Delia.

“Meski di gunung, mereka masih terus mendaki di sini. Mereka datang ke sini dan berkata, ‘Kami di sini lagi’. ”

Sementara suku-suku mendapat manfaat dari upaya ini, pengalaman itu juga berharga bagi para sukarelawan, kata Kathrine Mantala, seorang siswa dan seorang sukarelawan.

“Kami selalu mengeluh tentang hal-hal yang tidak bisa kami miliki. Tapi ketika saya pergi ke sana [untuk menjadi sukarelawan], saya melihat betapa bahagianya mereka [orang-orang] dengan hal-hal sederhana, ”katanya. “Jika (lebih banyak orang) datang ke sini, atau jika mereka mengalami penjangkauan seperti ini, mereka akan dapat melihat betapa beruntungnya mereka.”[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...