27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

BERITA DAERAH

WASHINGTON – Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari Unity Productions Foundation, Michael B Wolfe, menjadi mualaf dalam usia 40 tahun. Seorang Amerika sekuler lahir di Cincinnati, Ohio, dari ibu Kristen dan ayah Yahudi.

Wolfe telah sering menjadi dosen tentang masalah Islam di universitas di seluruh Amerika Serikat, termasuk Harvard, Georgetown, Stanford, SUNY Buffalo, dan Princeton. Dia memegang gelar dalam bidang klasik dari Universitas Wesleyan.

“Saya tidak memiliki argumen atau perbedaan dengan orang Kristen, Yahudi, atau orang dari agama lain, tapi bagi saya Islam itu sempurna. Itu berbicara kepada saya. Itu membantu saya menjadi orang yang lebih baik,” kata Wolfe dilansir dari laman International Quran News Agency (IQNA) pada Kamis (15/4).

Wolfe juga telah menulis sebuah buku tentang haji dari sudut pandang Amerika. Dia mengatakan, melakukan ibadah haji dengan tiga juta orang dari seluruh dunia, di satu tempat pada satu waktu, berdoa bersama, makan bersama, melakukan ritual bersama, memiliki kekuatan integratif yang kuat bagi dirinya.

Menurut Wolfe, momen itu menyatukan semua elemen menjadi seorang Muslim, secara pribadi dan komunal. Wolfe mengibaratkan dirinya seperti kue yang belum dipanggang, dan Makkah seperti oven yang mencampurkan semua bahan menjadi satu.

Sementara itu, pandangan Wolfe terkait sebagian Muslim yang bergabung dengan ISIS, dia mengatakan, kebanyakan orang bergabung dengan kelompok ekstremis karena kekecewaan pribadi. Hal ini karena mereka merasa tidak berdaya dan kehilangan haknya. Pada kondisi saat itu, maka akan sangat mudah disesatkan oleh perekrut ekstremis.
Di sisi lain, Wolfe mengungkapkan, pada umumnya Muslim dapat menjalani hidupnya sesuka mereka, dan banyak agama yang berbeda telah berkembang di Amerika selama ratusan tahun.

“Orang sudah terbiasa dengan ide itu. Sebagian besar orang Amerika yang saya kenal, meskipun mereka mungkin tidak memahami Islam dengan baik, adalah tetangga yang baik. Saya tidak menjadi seorang Muslim untuk meyakinkan orang lain bahwa Islam lebih baik dari agama lain. Saya menjadi seorang Muslim untuk membantu jiwa saya,” ucapnya.

Dia mengatakan, Islam sudah cukup sukses di Amerika. Ada ribuan masjid, 10 persen dokter Amerika atau 50 ribu orang beragama Islam. Dengan berusaha, menurut dia, ada banyak kesempatan untuk meningkatkan hidup di Amerika.

Wolfe juga tengah menulis buku nonfiksi tentang imigrasi, My Mother’s People. Buku itu sebagian tentang sejarah keluarga dia. Kakek buyutnya yang kedelapan datang ke Amerika empat ratus tahun yang lalu, pada 1635, dari Inggris.

Ini terjadi 150 tahun sebelum dimulainya Amerika Serikat. Dia datang ke sini melarikan diri dari depresi dan penganiayaan agama. Beberapa tahun kemudian, Inggris mengalami perang saudara yang mengerikan.

“Dia, pada saat dia tiba di sini, adalah seorang tukang kayu berusia lima puluh tahun dari kelas menengah ke bawah dengan seorang istri dan enam anak. Karena ada depresi ekonomi di Inggris, dia kesulitan mendapatkan bayaran untuk pekerjaannya di sana. Selain itu, Raja Inggris menghukum dan memenjarakan orang-orang yang agamanya sedikit berbeda dengan agama yang disetujui oleh negara kerajaan. Kakek saya datang ke Amerika untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Wolfe.

Wolfe ingin menceritakan kisah ini dengan latar belakang imigrasi ke Amerika saat ini, di dunia di mana puluhan juta orang, sebagian besar keluarga, melarikan diri dari penganiayaan, perang saudara, perang geng, kartel narkoba, dan kekacauan negara-negara yang gagal.

Menurutnya, Amerika adalah negara yang unik dalam dua hal, pertama, populasinya sebagian besar terdiri atas orang-orang dari tempat lain di seluruh dunia. Kedua, hukum negara seharusnya berpihak pada para imigran dan orang-orang yang sudah tinggal di sini, dan terutama kelas menengah.

“Doakan saya kesehatan yang baik dan waktu untuk menulis buku ini, insya Allah! Saya menulis dengan sangat lambat, saya bukan anak muda lagi, dan saya harus melakukan banyak penelitian untuk mendapatkan cerita yang benar,” ujar Wolfe.[]sumber:republika.co.id

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...