27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Mualaf Hannah dan Pahit Getir Melawan Islamofobia

BERITA DAERAH

BIRMINGHAM — Hannah Keeling paham seperti apa rasisme dan Islamofobia itu. Perempuan berusia 23 tahun ini tumbuh besar di Tamworth, Australia, dan telah menyaksikan penghinaan rasial sepanjang hidupnya dan xenofobia sejak sekolah dasar dari orang-orang sekitar.

“Tamworth tidak sebaik yang seharusnya. Menurutku tidak ada orang yang boleh memakai Niqab di Tamworth, tetapi menurutku tidak ada orang yang mau memakainya,” katanya, seperti dilansir dari laman Birmingham Mail, Rabu 21 April 2021.

Kemungkinan besar yang memakai niqab akan diteriaki oleh sebuah mobil. Seseorang dapat merobeknya dan berteriak teroris. Di sana tidak ada masjid atau daging halal. Setiap tempat yang memiliki daging halal yang dimasak di restoran mereka tidak akan mengiklankannya.

Demonstran antikekerasan dan rasisme

“Ketika saya tumbuh dewasa, ada dua anak kulit hitam dan dua anak Asia di sekolah SMA saya. Saya memiliki seorang teman yang mengatakan bahwa ayah mereka adalah bagian dari EDL (gerakan anti-Muslim di Inggris). Tetapi saya tidak mendengarkan mereka karena Muslim bisa dari kalangan mana saja. Itu agama damai,” ungkapnya.

Hannah resmi memeluk agama Islam pada Januari 2019 lalu. Sejak itulah dia menghadapi berbagai tanggapan berisi kebencian, dan terpaksa merahasiakan keyakinannya di media sosialnya sendiri.

“Saya hanya tidak memposting dengan hijab saya karena saya tahu saya akan menerima kebencian,” katanya.

Hannah Keeling paham seperti apa rasisme dan Islamofobia itu.
Hannah saat ini tinggal di Hall Green, Birmingham. Dia mengatakan, kehidupannya dari kecil hingga dewasa dirusak oleh ketidakpahaman tentang Islam dan penghinaan rasial. Sebagai mualaf, ia juga ingin menutup berbagai pandangan keliru soal Islam.

Karena itu, untuk meningkatkan pemahaman di kalangan masyarakat Barat, Hannah bergabung dengan Ration Challenge. Dia mengirim bantuan untuk migran Suriah yang tinggal di kamp pengungsi di Yordania. Bahkan pernah selama sepekan ia makan seperti migran Suriah di kamp pengungsi Yordania untuk menunjukkan keseteraan antarsesama.

Selama tujuh hari itu Hannah harus memilih beras, minyak goreng, buncis, lentil, tepung dan tahu. “Hari pertama saya makan satu kali yaitu nasi, kacang-kacangan dan saya tambahkan sedikit bumbu. Makanannya tidak terlalu buruk, itu bukan sesuatu yang akan saya pilih untuk dimakan secara tiba-tiba. Tubuh saya masih menyesuaikan sekarang dengan berbagai cara dan itu hanya sepekan. Saya sering sakit kepala setiap hari. Saya juga mengumpulkan 166 poundsterling untuk memberi makan seorang pengungsi selama setahun penuh. Ini membawa kesadaran tentang penderitaan pengungsi, dan bukan hanya soal uang,” ujarnya.

Hannah sering berbicara dengan seorang wanita dengan niqab di luar tempat kerjanya dan membahas soal rumah. Wanita itu berkata, “itulah mengapa kami tidak memiliki rumah, orang-orang kami berada di jalanan,” katanya.[]sumber:republika.co.id

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...