27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Jalan Panjang Muhammad Asad, Yahudi yang Menjadi Mualaf

BERITA DAERAH

ANKARA – Suatu hari di bulan September 1926, seorang jurnalis muda Yahudi, Leopold Weiss, naik kereta Berlin. Di sekelilingnya, ia melihat wajah-wajah yang tidak bahagia dan hampa.

Kebudayaan tinggi Eropa, kemajuan ilmu pengetahuan dan materi belumlah cukup untuk membahagiakan rakyatnya. Pada saat Weiss naik ke peron lagi, dia yakin keselamatan dan kebahagiaan ada di tempat lain. Seperti cerita lain yang telah menyebar, saat itulah ia ingin menjadi seorang Muslim..

Weiss lahir pada tahun 1900 dari orang tua Yahudi yang nenek moyangnya adalah pemuka agama kerabian. Ia secara resmi masuk Islam beberapa hari setelah perjalanan Berlin itu.

Ketika dia meninggal, hampir satu abad kemudian pada tahun 1992, dia menjadi seorang intelektual yang dikenal di seluruh dunia Muslim sebagai Muhammad Asad.

Memoarnya yang terkenal, The Road to Mecca, telah membantu memperkenalkan Islam kepada banyak orang.

Terjemahan Alquran milik Asad dalam bahasa Inggris disandingkan dengan terjemahan Marmuduke Pickthall dan Abdullah Yusuf Ali.

“Mungkin tidak ada buku lain kecuali Alquran itu sendiri yang menyebabkan lebih banyak orang masuk Islam,” tulis seorang diplomat Jerman yang juga mualaf, Murad Hofmann, dikutip di TRT World, Sabtu 24 April 2021.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menyebut Asad smerupakan motivasi yang membawanya ke jalur religius. Tokoh lainnya, Margaret Marcus merupakan seorang wanita muda Yahudi yang meninggalkan kehidupan di New York untuk tinggal di Lahore, setelah membaca The Road to Mecca. Dia mengadopsi nama Maryam Jameelah dan menjadi cendekiawan Islam yang terkenal.

Pertobatan yang ia lakukan tidak lain adalah hasil dari wahyu yang tiba-tiba. Hal itu sebagian besar juga berkaitan dengan kekacauan yang disaksikan Asad muda di Eropa, setelah Perang Dunia I.

Asad dibesarkan di Lwow, sebuah kota yang pada awal abad ke-20 merupakan bagian dari Austria. Ayahnya merupakan seorang pengacara kaya.

Meskipun orang tuanya tidak terlalu religius, seorang guru privat melatihnya memahami kitab suci Yahudi. Pada waktunya, ia dengan percaya diri mendiskusikan eksegesis Alkitab, kumpulan komentar religius yang kompleks. Setelah masuk Islam, pengalaman ini membantu pemahamannya tentang Alquran.

“Jadi, pada usia tiga belas tahun, saya tidak hanya bisa membaca bahasa Ibrani, tetapi juga berbicara dengan sangat lancar. Sebagai tambahan, saya cukup mengenal Aramiac,” tulis Asad di bukunya.

Agama adalah hal terakhir yang ada di benaknya ketika ia masuk Universitas Wina pada tahun 1920, untuk mempelajari sejarah seni. Hari-harinya dihabiskan untuk mempelajari filosofi, sementara malam hari ia akan berada di klub.

Dia dengan cepat berbaur dalam berbagai lingkaran sastra, yang akan berkumpul di kafe-kafe Wina untuk membahas penemuan Sigmund Freud di bidang psikoanalisis. Seperti anak muda lainnya, Asad berusaha mencari jawaban setelah Perang Dunia I yang melanda Eropa antara tahun 1914 dan 1918.

“Eropa berada dalam krisis moral. Peradaban barat hampir menghancurkan dirinya sendiri selama perang. Seluruh generasi pemuda dimusnahkan. Tetapi itu juga merupakan periode yang dinamis. Orang tidak dibatasi oleh dogma lama dan mereka mencari sumber spiritual baru,” kata sejarawan Israel yang menulis tentang Asad, Martin Kramer.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...