26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Jalan Panjang Muhammad Asad, Yahudi yang Menjadi Mualaf

BERITA DAERAH

Buku keduanya, Islam at the Cross Roads, diterbitkan dua tahun kemudian. Seorang sejarawan di Universitas Punjab di Lahore, Muhammad Arshad, menyebut munculnya buku ini membuat riak gelombang di masyarakat.

“Sungguh luar biasa melihat seorang warga Eropa mengkritik masyarakat barat, membela Islam dan Sunnah dan mengatakan bahwa hanya Islam yang dapat membimbing dunia keluar dari kegelapan,” kata dia.

Hingga buku ini hadir, hampir tidak ada orang yang mencoba mengkontekstualisasikan ketidaksukaan abadi Eropa terhadap Islam. Ini adalah tulisan orang Eropa kulit putih dalam bahasa Inggris, yang menyebut Muslim tidak boleh terpesona oleh kemajuan materi barat.

Hadirnya buku ini bersamaan dengan masa ketika sebagian besar Muslim di dunia masih hidup di bawah semacam pemerintahan kolonial. Asad menyebut jangan berkecil hati dengan kemelaratan, karena perlu seribu tahun bagi Khilafah untuk runtuh, sedangkan kekaisaran Romawi lenyap dalam seratus tahun.

“Jika kita mengikuti prinsip Islam yang mewajibkan belajar dan pengetahuan pada setiap pria dan wanita Muslim, kita tidak harus melihat ke Barat hari ini untuk memperoleh ilmu pengetahuan modern,” tulisnya.

Asad segera mendapatkan pengagum di antara tokoh-tokoh Muslim terkemuka, seperti penyair dan filsuf Allama Iqbal, ulama Abul Ala Maududi dan Sayyid Qutb. Dalam bukunya yang terkenal, The Social Justice in Islam, ia menyebut satu bab sebagai At the Crossroads.

Pada pertengahan 1930-an, Asad secara aktif mengambil bagian dalam berbagai proyek yang bertujuan meningkatkan cara pendidikan agama diberikan. Ia juga berupaya menemukan cara untuk memperkenalkan mata pelajaran sains bersamaan dengan topik klasik di lembaga-lembaga Islam.

Sekitar waktu ini, ia mengambil tugas monumental menerjemahkan Sahih Bukhari, kumpulan ucapan Nabi Muhammad. Ini adalah pekerjaan yang sulit, yang melibatkan kegiatan membaca dengan cermat dan memilah-milah ribuan catatan sejarah.

“Pada saat itu, belum ada yang mencoba menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Itu adalah usaha yang sangat besar,” kata Arshad.

Namun malang, dia tidak dapat menyelesaikan terjemahan itu. Banyak manuskripnya hilang selama pemisahan India dan Pakistan pada 1947.[]Sumber:republika.co.id from 

https://www.trtworld.com/magazine/muhammad-asad-a-jewish-convert-who-devoted-his-life-to-serve-islam-46155

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...