27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

BERITA DAERAH

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para maestro seni lukis Indonesia terpampang di dalamnya. Salah satu lukisan yang menarik perhatian saya adalah lukisan berjudul “Ilustrasi Perang Portugis” karya Delsy Syamsumar.

Memperhatikan lukisan itu, sebagai pecinta sejarah, ingatan saya terbaca kepada beberapa literatur bacaan mengenai perang Aceh dengan Portugis pada abad ke-16 silam. Dalam lukisan itu Delsy Syamsuar seorang pelukis “Neoklasik” Indonesia menggambarkan suasana pertempuran kapal armada perang Kerajaan Aceh dengan kapal perang Portugis di Selat Malaka.

Menariknya, dalam lukisan cat minyak berukuran 112 x 212 centi meter itu di atas kanvas berbahan tripel dan kayu, pelukis asal Sungai Puar, Sumatera Barat kelahiran Medan, 7 Mei 1935 tersebut menggambarkan salah satu momen dari fragmen perang Aceh-Portugis itu, yakni menggambarkan armada perang Aceh menggunakan minyak mentah sebagai senjata untuk memusnahkan musuhnya di tengah laut.

Melihat lukisan Delsy Syamsumar itu, seolah memberi gambaran sejarah kepada kita bagaimana dahsyatnya perang di lautan antara armada Kerajaan Aceh dengan armada Portugis.

Kembali memandang lukisan itu, saya teringat akan tulisan RO Winstedt dalam buku A History of Malaya yang diterbitkan di London, Inggris pada tahun 1935. Pada halaman 78 buku itu Winstedt menulis tentang kedahsyatan perang Aceh – Portugis tersebut.

Hal yang sama juga ditulis oleh Macgregor dalam bukunya A Portuguese Sea Fight Near of Singapore, JMBRAS, Vol XXIX Part 3 yang diterbitkan pada tahun 1957. Sumber lainnya juga bisa dilihat dalam buku Arun Kumar, Das Gupta, Acheh in Indonesian Trade and Politics: 1600-1641, Cornell Unversity terbitan tahun 1962.

Kisah yang sama tentang sejarah perang Aceh dengan Portugis itu juga ditulis oleh T Braddel dalam bukunya On The History of Achen, JIAEA Vol V buku ini diterbitkan di Singapura pada tahun 1851, kemudian juga dalam buku H Yule, On Northen Sumatera and Especially Achin, BKI VIII terbitahan tahun 1873.

Tapi ironisnya, saya belum pernah menemukan sejarah perang Aceh dengan Portugis yang detil dalam buku terbitan dalam negeri. Dan menemukannya dalam lukisan Delsy Syamsumar ini merupakan sebuah kepuasan tersendiri.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...