26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Mualaf Ali Vyacheslav Polosin: Islam di Rusia Miliki Masa Depan Cerah

BERITA DAERAH

MOSKOW — Masyarakat Rusia pertama kali menemukan populasi etnis Muslim Rusia pada paruh kedua tahun 2000-an. Saat itu, fakta bahwa orang Rusia mulai masuk Islam dibahas secara luas, seperti kehadiran mereka yang menonjol dalam kehidupan sipil.

Orang-orang ini, tentu saja, berasal dari semua lapisan masyarakat, dan mereka menjadi Muslim tidak hanya untuk menikahi pasangan, tetapi juga sebagai pilihan spiritual yang sadar.

Memang, keberadaan mualaf di Rusia, dengan latar belakang tradisional Ortodoks-cum-sekuler, tampak paradoks. Sejarah terorisme fundamentalis Islam baru-baru ini di negara itu, yang dimulai pada tahun 1990-an, ketika ledakan merobek blok apartemen di Moskow dan Volgodonsk, telah menyebabkan tingkat Islamofobia yang serius.

Di jalan dan secara pribadi, gadis-gadis yang memilih memakai jilbab dipandang sebagai calon teroris: orang-orang berusaha menjauh dari mereka dengan transportasi umum, dan petugas polisi sering memeriksa surat-surat mereka. Orang-orang melihat imigran dari timur sebagai Muslim — apakah mereka dulu atau bukan — dan dengan demikian merupakan elemen asing di dalam Ortodoks Rusia.

Ali Vyacheslav Polosin, seorang pendeta Ortodoks yang masuk Islam, mengatakan bahwa ada lebih dari 10.000 etnis Muslim Rusia di Rusia saat ini. Dia telah berbicara dengan beberapa dari mereka. Salah satunya Irina Amina Bakyr (35 tahun), yang berprofesi sebagai ahli bahasa.

“Saya sudah menjadi Muslim selama sekitar sepuluh tahun. Saya tidak begitu ingat kapan itu terjadi, tapi saya bisa menghitung jumlah Ramadhan yang telah berlalu, jadi pasti tahun 2006,” kata Amina dilansir dari laman Open Democracy.

Amina mengaku selalu tertarik dengan agama dan spiritualitas secara umum. Pada suatu waktu, dia tertarik pada agama Hindu karena kedalamannya dan kekayaan mitologinya. Bahkan melafalkan mantra membutuhkan waktu minimal 40 menit dalam sehari, dan dia merasa itu memang tidak mudah.

“Saya, bagaimanapun, terus menjadi vegetarian yang memperkaya hidup saya. Saya tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan saya dalam kepercayaan Ortodoks Rusia: ada terlalu banyak dogma untuk diserap dan terlalu banyak spekulasi intelektual. Saya ingin mengakses yang ilahi melalui hati saya,” tuturnya.

Amina merasa lebih dekat dengan gerakan mistik seperti Sufisme dalam Islam dan Quietisme dalam Kristen. Dia juga merasa sulit untuk memahami konsep dosa. Ini menjadi penekanan pada kehidupan manusia yang dimulai dengan dosa asal dan sifat yang cacat sejak awal.

“Saya biasa menulis untuk surat kabar di Vorkuta, dan saya harus menulis tentang sekte religius, yang menjadi gadis Ortodoks yang baik yang secara alami saya tidak setuju. Kemudian, saya mengunjungi sebuah negara Islam. Saya mengembara ke masjid, dan langsung merasa seperti di rumah sendiri,” jelasnya.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya hanya melihat orang-orang berlutut dan mengucapkan sesuatu. Tapi kemudian saya belajar lebih banyak lagi tentang itu. Saya membaca, berbicara dengan Muslim dan mengamati mereka. Pada titik tertentu saya harus duduk dan membaca Alquran, dan sebagai orang yang ikhlas, saya tidak dapat membantu mengakui kebenarannya. Jadi saya masuk Islam,” tambahnya berkisah.

Untuk menjadi seorang Muslim, Amina mengatakan, harus mematuhi lima Rukun Islam. Dia juga merasa senang bisa mengganti namanya. Menurutnya Amina terdengar jauh lebih baik daripada Irina.

“Saya bekerja dengan kata-kata, jadi saya sangat peka terhadap suara,” katanya.

Amina memiliki dua putra. Dia secara sadar tidak memaksakan praktik keagamaan Islam kepada anaknya. Dia tahu Islam adalah jalan yang benar sehingga tentu mereka memilihnya jika dia mau. Putra bungsu saya baru berusia dua setengah tahun, dan dia suka meniru suara sholat.

“Dan karena dia tinggal di lingkungan Muslim, dia telah mengambil prinsip-prinsip dasar sejak awal. Saya merasa sulit untuk berbicara tentang Muslim Rusia karena etnis tidak banyak artinya bagi saya. Kita semua, pertama-tama, bersaudara. Pertama, tentu saja, saya berpikir, ‘Oh, dia seorang Muslim, dia seperti saya!,” tuturnya.

“Tetapi kemudian Anda menyadari bahwa setiap orang berbeda. Orang dapat berada pada tingkat kesadaran yang berbeda tentang keyakinan mereka, sebagaimana mereka tentang hal lain. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. Selama bertahun-tahun dalam Islam, saya menjadi lebih toleran dan memaafkan kesalahan orang lain,” ucapnya.

“Islam Rusia memiliki masa depan yang cerah, seperti halnya gerakan keagamaan lainnya. Orang jelas merindukan kebenaran yang lebih tinggi. Mereka lapar akan makanan rohani.”[]sumber:republika.co.id

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...