27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Mualaf Shelton, Dulu Sering Didebat Ibunya Tentang Agama

BERITA DAERAH

Hidayah menyentuh hati Christopher Shelton di usianya yang remaja. Pria Amerika Serikat itu mulai tertarik mengenal Islam saat dia mengenyam bangku sekolah menengah pertama, tepatnya saat kelas delapan.

Kisah Shelton memeluk Islam ditulisnya pada 28 Oktober 1996. Seperti dilansir di Muslim Library, Shelton menceritakan dia mulai menaruh minat pada Islam ketika seorang pelajar Muslim bernama Raphael pertama kali bercerita sedikit tentang Islam.

Kala itu, temannya itu memang tidak begitu paham tentang Islam. Namun, disitulah mulai terbersit tentang Islam di benak Shelton.

Di kelas sembilan, Shelton memiliki teman bernama Leonard yang mengklaim pernah menjadi seorang Muslim, tetapi dia kurang lebih hanya berpura-pura. Saat itu, Leonard memberinya pamflet tentang Islam sejati. Minat Shelton pada Islam semakin meningkat.

Ia tidak lagi mendengar lebih banyak tentang Islam hingga ia duduk di kelas 10. Tahun itu, ia dan Leonard duduk di belakang di kelas geometri dan menyalahkan semua masalah dunia pada orang kulit putih.

Mereka berpikir untuk meninggikan status orang kulit hitam di atas semua ras lainnya. Saat itu dalam hidupnya, Shelton berpikir Islam adalah agama bagi orang-orang kulit hitam.

Namun, sayangnya Islam yang ia bicarakan tidak lebih dari nasionalisme kulit hitam dengan sedikit sentuhan Islam yang benar, mirip dengan The Nation of Islam, gerakan keagamaan politik yang dipelopori orang kulit hitam di AS.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai melihat pandangan nasionalis kulit hitamnya dan persepsinya tentang apa itu Islam menjadi lelah. Ia berpikir tidak ada gunanya membenci hampir semua orang kulit putih dan menyalahkan Islam.

Di saat yang sama, ia benar-benar mencela agama yang dianutnya. Shelton merasa bosan dengan doktrin yang tidak dapat dipahami dan banyak kontradiksi dalam agama tersebut.

Tahun berikutnya di sekolah menengah, ia berbicara dengan beberapa siswa tentang agama. Mereka kemudian menyuruhnya membeli Alquran. Shelton pun melakukannya.

Ia pergi ke toko buku terdekat dan membeli terjemahan Alquran yang sangat buruk. Namun, momen itulah yang menjadi pandangan nyata pertamanya tentang kebenaran Islam.

Sang ibu Bersikeras Mengajaknya Kembali ke Agama Sebelumnya

Dalam beberapa pekan, dia mulai perlahan mengenal Islam, meskipun saat itu dia belum bersyahadat. Di tengah ketertarikannya pada Islam lebih jauh, Shelton tidak pernah memiliki kesempatan untuk pergi ke masjid lantaran ibunya yang sama sekali melarangnya.

Seiring berjalannya waktu, ia akhirnya mendapatkan terjemahan Alquran dari Abdullah Yusuf Ali, yang kemudian membuka matanya banyak tentang Islam. Sementara itu, di sisi lain ibunya berupaya sekuat tenaga untuk mencegahnya memeluk Islam. Sang ibu bahkan membawanya menemui pengkhotbah agama tiga kali. Upaya sang ibu tak berhasil.

“Seiring berjalannya waktu saya mulai belajar lebih banyak tentang Islam dari berbagai buku yang bisa saya dapatkan. Saya akhirnya belajar bagaimana melakukan sholat dengan benar dari salah satu buku ini. Ibu saya masih mencoba keras untuk membuat saya kembali ke agama sebelumnya,” ungkap Shelton.

Shelton dan ibunya kerap berdebat tentang agama. Hingga suatu hari, ibunya merasa muak dan memberi tahunya dia harus tinggal bersama ayahnya. Sehari setelah lulus dari sekolah menengah, ia pindah dan tinggal dengan sang ayah.

Tidak lantas merasa sedih, Shelton justru merasa bersyukur ia bisa tinggal dengan ayahnya. Bahkan, ia berpikir perceraian orang tuanya sebenarnya adalah berkah terselubung.

Perceraian itu memberinya kesempatan untuk tinggal dengan sang ayah yang tidak mempermasalahkan minatnya pada Islam. Sehingga, Shelton bisa mempraktikkan Islam dengan bebas.

Suatu hari, ia menelepon Islamic Leaning Center di Fayetteville, North Carolina, AS. Seorang ikhwan bernama Mustafa kemudian menyuruhnya mengikuti ta’lim (pelajaran) untuk belajar lebih banyak tentang Islam.

Shelton mengungkapkan, semua orang di pusat Islam tersebut begitu ramah dan Mustafa bahkan memberinya tumpangan pulang. Semakin hari Shelton semakin memahami Islam, sehingga menguatkan keyakinannya untuk memeluk Islam secara penuh.

“Setelah tiga pekan pergi ke Jumuah (sholat Jumat) dan ta’lim, saya akhirnya mengucapkan syahadat pada 2 Juli 1995. Sejak saat itu saya menjadi anggota aktif komunitas Islam,” ujarnya.

Shelton merasa bersyukur karena ia bisa menemukan Islam di usia remajanya. Bahkan, ia juga merasa sangat senang lantaran temannya Raphael, orang yang pertama membuatnya tertarik pada Islam, telah kembali pada Islam dengan serius dan mengucapkan syahadat beberapa bulan sebelum ia melakukannya. Kedua sekawan ini kemudian tetap berhubungan meski Raphael berada di Inggris.[]sumber:republika

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...