30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Belajar Online, Tuntutan Zaman yang tak Bisa Dihindari

BERITA DAERAH

JANTHO – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, mengatakan pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. Kondisi ini kata dia membuat Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

Hal itu disampaikan Semuel dalam webinar literasi digital di Aceh Besar pada Kamis, 3 Juni 2021, yang bertajuk Belajar Online: Bukan Hanya karena Pandemi, Melainkan Tuntutan Kemajuan Jaman.

Webinar ini diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama Siberkreasi dan Katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya. Itu sebabnya kata dia webinar ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, untuk membekali masyarakat Indonesia dalam beraktivitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar para guru, pelajar dan mahasiswa ini berlangsung sukses dan dihadiri sekitar 600. Para pemateri yang dihadirkan, yaitu founder dan CEO start up Crayonpedia Hemat Dwi Nuryanto; Pengawas SMP pada Sinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Yusep Prihanto; akademisi komunikasi Cut Meutia Karolina; dan Associate Editor Buletin Pengabdian Universitas Syiah Kuala Deni Yanuar. Dihadirkan juga key opinion leader Ranitya Nurlita. Para narasumber memperbincangkan tentang empat pilar literasi digital, yakni digital culture, digital ethic, digital safety dan digital skill.

Hemat Dwi Nuryanto yang mengangkat topik Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital memparkan bahwa Presiden RI sudah menginstruksikan mengenai transformasi digital.

“Keterampilan digital yang harus dikuasai pertama kali adalah membuat editing konten baik berupa documen, audio, maupun video. Banyak tools digital atau aplikasi yang dapat digunakan seperti Google Docs, Adobe Audition, Kine Master dan lainnya,” kata dia.

Hemat mengatakan, di era pandemi ini hal lain yang menjadi penting adalah aktivitas pembelajaran daring, yang juga dapat dibantu aplikasi seperti Google Classroom, Ruang Guru, dan Crayonpedia. Platform pembelajaran masa depan Crayonpedia merupakan hasil karya putra-putri Indonesia.

Masalah-masalah yang diselesaikan oleh Crayonpedia adalah solusi terintegrasi PJJ seperti fasilitas streaming, video conference, content on demand, dan social function.

Sedangkan Yusep Prihanto melalui materi Digital Skill in Action: Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Belajar Online memaparkan, semua lembaga pendidikan harus berupaya menambah dan mengembangkan prasarana dan sarananya yang berkaitan dengan masa pandemi ini.

Orang tua juga harus meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran online. Literasi digital yang sudah dicanangkan oleh pemerintah juga termasuk dalam enam literasi dasar, ini merupakan syarat untuk kecakapan hidup. Guru memastikan bahwa PBM online tetap berjalan efektif.

Tips dari Yusep terkait belajar online ialah mengembangkan kreativitas dan inovasi di era digital, berkolaborasi dengan banyak orang di internet, berpikir kritis terhadap informasi yang diperoleh secara online, dapat memilih platform media sosial yang positif, serta mampu mengatur waktu kapan online dan kapan offline.

Senada dengan itu, Cut Meutia Karolina yang mengangkat topik Siapkah Kita Menjadi Pengajar & Pembelajar di Era Society 5.0? menerangkan, dalam poin society 5.0 terdapat berbagai unsur seperti manusia, kemajuan ekonomi, masalah sosial, dan cyberspace.

“Kita bisa melakukan apa saja di media digital seperti membaca berita, membeli tiket, mencari jodoh, mengecek suhu, dan lain-lain. Untuk mengukur apakah kita sudah terliterasi secara digital, ada enam komponen yang bisa dilihat yaitu bisa membedakan mana berita hoaks atau bukan, mana sumber belajar yang kredibel atau bukan, mana saja informasi yang dibuat-buat atau bukan, menggunakan media belajar dan self-development, beretika dalam komunikasi, lalu yang terakhir yaitu mengamankan identitas pribadi kita,” kata Karolina.

Selanjutnya, Deni Yanuar yang membahas topik Digital Ethics menjelaskan tentang tantangan para pendidik dalam mengajar generasi Z. Generasi Z ialah generasi yang lahir pada 1995 dan mereka saat ini memiliki rentang usia 26 tahun. Deni mengatakan generasi Z merupakan aset masa depan.

“Karena itu penting bagi para pelaku industri untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka. Karakteristik generasi yang lahir di era digital ini memiliki ambisi yang besar untuk sukses, berperilaku instan, cinta kebebasan, percaya diri, menyukai hal yang detail, dan digital dan teknologi informasi,” ujarnya.

Namun, kata dia efek dari penggunaan produk digital yang berlebihan ialah berkembangnya kejahatan berbasis siber dan bullying di kalangan pelajar dan mahasiswa. Jika seseorang telah memiliki kemampuan literasi digital yang cukup, kondisi ini bisa dihindari.

Di pengujung acara, Ranitya Nurlita selaku key opinion leader menyampaikan perlu sangat hati-hati dalam membuka link-link yang tersebar di jagat maya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kebocoran data.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini. Terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satu peserta, Ade, menanyakan tentang apa itu big data dan bagaimana bisa mereduksi permasalahan yang terjadi.

“Seperti data yang bocor ke publik, hal ini dapat mengakibatkan takutnya masyarakat karena privacy-nya terganggu?” tanya Ade yang ditujukan pada Karolina dan ditanggapi dengan, “Kita sebagaimana pengguna dianjurkan untuk melakukan two step verification seperti di Whatsapp dan Facebook. Itu merupakan satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengamankan data tersebut,” jelas Karolina.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 25 kali webinar yang diselenggarakan di kabupaten Aceh Besar. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang dan diselenggarakan pada 4 Juni 2021.[](*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...