26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Skill Apa Saja yang Dibutuhkan Guru Generasi Alpha?

BERITA DAERAH

LHOKSUKON – Menyadari pentingnya peran guru bagi generasi alpha di era digital ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan webinar bertema Kemampuan Literasi Digital yang Wajib Dikuasai Guru Generasi Alpa untuk para guru khususnya di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (2/6/2021).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Research and Experrt Material & Manufacture Salim Mustofa, penasihat Ikatan Alumni Program Habibie Makmur Solahuddin, Ketua Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Aceh Alfiatunnur, dan jurnalis Ihan Nurdin. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian oleh Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Samuel A Pangarepan.

Salim Mustoga yang membahas topik Welcoming Gen-Alpha Chance and Challenge in Digital Skills, mengawali paparannya dengan menjelaskan bahwa generasi alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 2010—2024. Data saat ini terdapat sekitar 2,5 juta generasi alpa yang lahir setiap minggu di dunia. Generasi ini memiliki ciri di antaranya lebih senang berwirausaha dan sangat memahami teknologi.

Dewasa ini kata dia, ada lima keahlian yang paling dicari perusahaan seperti copy dan content writing, desain grafis, software engineer, artificial intelligence, dan digital marketing.

“Menurut survei, lima skill ini akan sangat dicari pada tahun ini hingga tahun-tahun ke depan. Indonesia membutuhkan ratusan juta pekerja bidang digital untuk mendukung perekonomian pada 2025,” ujarnya.

Di masa-masa mendatang, setidaknya ada beberapa skill yang paling dibutuhkan dunia kerja yaitu coding, creative thinking, analisis data, dan komunikasi.

Namun, kondisi ini juga memiliki tantangan bagi para guru karena mereka perlu memiliki kompetensi untuk mengimbangi anak didinya yang meliputi profesional engagement, digital resources, teaching and learning, assesment, empowering learnes, dan facilitating learnes digital competence.

“Bagaimana seorang guru dapat mengoptimalkan dan mengembangkan potensi gen-alpha menjadi lebih produktif, konstruktif, dan ke arah positif di era serba canggih ini. Di antaranya guru harus menyeimbangkan diri, harus bisa mengikuti perkembangan zaman, menjadi fasilitator, harus dekat dan akrab, bisa menciptakan proses pembelajaran yang menarik,” katanya.

Makmur Solahuddin yang membahas topik Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital menjelaskan bahwa literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

Konten digital adalah informasi pembelajaran dalam bentuk teks atau tulisan, gambar, video, audio atau kombinasinya yang diubah dalam format digital. Ada enam kiat dari Makmur dalam membuat konten digital yaitu kontekstual, desain konten yang tidak to the point, tidak melupakan tema besar materi, merancang pembelajaran yang meningkatkan kolaborasi, menguji apresiasi, mudah dipahami dan interaktif.

“Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, pertama literasi digital harus melibatkan berbagai pihak, orang tua pembelajar yang seharusnya memiliki peran yang lebih aktif, kerja sama antarpihak sekolah dan orang tua pembelajaran harus menjadi konsen dalm literasi digital, dan pengajar yang aktif membimbing dalam penggunaan gadget,” kata Makmur.

Sementara Alfiatunnur yang membahas topik Memperkuat Integrasi dan Keberagamaan memaparkan bahwa secara demograsi pengakses internet lebih banyak didominasi oleh perempuan. Digital literasi kata dia semakin penting agar pengguna internet bisa bersikap bijaksana dan menggunakan konten secara positif, tidak untuk menyinggung atau menyakiti orang lain, serta memperhatikan etika dalam bermedia sosial.

Secara khusus, para guru generasi alpha setidaknya memiliki kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Sementara itu, Ihan Nurdin yang berbicara di sesi terakhir dan mengangkat topik Skill yang Dibutuhkan di Zaman Serba Digital, mengapresiasi kegiatan yang dibuat oleh Kominfo tersebut. Ihan mengatakan, agar bisa cakap digital seseorang harus dengan sengaja mencari dan mengikuti berbagai kegiatan positif yang membahas berbagai seluk-beluk dunia digital. Salah satunya seperti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kominfo tersebut. Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti webinar lain yang dikemas dengan topik beragam.

Digital skill kata Ihan adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. Paling tidak ada lima keahlian yang perlu dikuasai para guru untuk mendukung sistem pembelajaran di sekolah di era digital ini, yaitu skill berkomunikasi, paham cara pengoperasian gawai (ponsel/laptop), marketing dan promosi online, mengambil dan mengedit gambar lewat ponsel, serta bisa mempromosikan produk melalui video.

Masyarakat digital kata Ihan, mencakup tiga pilar utama : digital citizenship yaitu penggunaan perangkat digital dalam pelayanan public dan pemerintahan, digital lifestyle yaitu penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari ,dan digital commerce yaitu penggunaan teknologi digital dalam ativitas ekonomi.

Seminar ini diikuti lebih dari seratus peserta dan mereka terlihat sangat antusias. Salah satu peserta, Ahmad Suhaimi, mengungkapkan kegelisahannya yang melihat ada orang yang begitu mendewakan kemajuan teknologi informasi, sehingga mengabaikan kalau manusia juga diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Bagaimana agar kedua hal ini seimbang?” tanya Ahmad Suhaimi yang ditujukan kepada Salim Mustofa.

Menanggapi pertanyaan itu, Mustofa mengatakan kegandrungan seseorang pada teknologi tidak seharusnya membuat ia abai pada Tuhan. Penggunaan teknologi idealnya ditujukan untuk kemaslahatan yang sejalan dengan perintah Tuhan. Dengan begitu, kehadiran teknologi justru mendekatkan seseorang pada Sang Pencipta.[](rilis)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...