Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsKemiskinan Meningkat, Aceh...

Kemiskinan Meningkat, Aceh Masuk Lima Provinsi Miskin di Indonesia

BANDA ACEH – Data terbaru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kemiskinan di Aceh meningkat. Jumlah penduduk miskin di Aceh pada September 2021 sebanyak 850.260 jiwa, bertambah 16.020 orang dibandingkan Maret 2021 yang jumlahnya 834.240 jiwa. Selain masih menjadi provinsi termiskin di Sumatera, Aceh juga masuk dalam lima provinsi miskin di Indonesia.

Berdasarkan ‘Profil Kemiskinan Penduduk di Provinsi Aceh September 2021’ dirilis BPS Provinsi Aceh, 2 Februari 2022, selama periode Maret 2021–September 2021, persentase penduduk miskin di Aceh naik dari 15,33 persen menjadi 15,53 persen. Di daerah perdesaan naik 0,26 poin (dari 17,78 persen menjadi 18,04 persen), sedangkan di perkotaan persentase penduduk miskin naik sebesar 0,12 poin (dari 10,46 persen menjadi 10,58 persen).

Baca juga: TKDD Rp33,8 T Untuk Aceh tak Berdampak Positif pada Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan?

Dilihat portalsatu.com pada tabel ‘Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, Maret 2021–September 2021’ dalam ‘Profil Kemiskinan di Indonesia September 2021’, dirilis BPS, Aceh masuk dalam lima provinsi miskin di Indonesia. Lima provinsi itu yakni Papua dengan persentase penduduk miskin 27,38%, Papua Barat 21,82%, Nusa Tenggara Timur 20,44%, Maluku 16,30%, dan Aceh 15,53%.

Sama seperti periode sebelumnya, sampai saat ini Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Pulau Sumatera. Setelah Aceh dengan persentase penduduk miskin mencapai 15,53%, disusul Bengkulu 14,43%, Sumatera Selatan 12,79%, dan Lampung 11,67%.

Lihat pula: Proyeksi Ekonomi Aceh 2022, Realisasi APBA Hingga Rekomendasi BI

Menurut BPS, komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, di antaranya beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan komoditas bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik.

BPS menyebut beberapa faktor diduga terkait dengan tingkat kemiskinan di Aceh pada periode Maret 2021–September 2021. Di antaranya, sebagian besar penduduk Aceh bekerja di sektor pertanian. Di sisi lain kondisi sektor pertanian di Aceh pada September 2021 belum sepenuhnya pulih. Hal ini tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi pertanian, kehutanan dan perikanan pada triwulan III masih terkontraksi baik secara q to q (-0,11%), y on y (-3,25%) maupun laju pertumbuhan triwulan I sampai III 2021 terhadap triwulan I sampai III 2020 c to c (-1,90%).

Selain itu, hasil data dari Kerangka Sampel Area (KSA) pada periode Maret 2021-September 2021, luas penen padi di Aceh mengalami penurunan sebesar 40,2 persen, yaitu dari 45.230,45 hektare menjadi 27.037,8 hektare. Demikian juga dengan produksi padi yang juga mengalami penurunan sebesar 39,3 persen dari 250.989,71 ton Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 152.260,69 ton GKG.

Berikutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) secara umum terjadi peningkatan, namun pada subsektor tanaman pangan pada September 2021 sebesar 96,56, lebih rendah dibanding Maret 2021 sebesar 99,13.

Konsumsi rumah tangga juga masih belum sepenuhnya stabil, di mana sisi pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga triwulan I sampai III 2021 terhadap triwulan I hingga III 2020 c to c masih terkontraksi (-0,66%).

Berdasarkan data progres penyaluran Bansos sembako alokasi Juli-September 2021 per 2 Oktober 2021 baru tersalur 70,2% dari pagu Kelompok Penerima Manfaat (KPM).[](nsy)

Baca juga: