Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBerita Aceh UtaraKomisi III DPRK...

Komisi III DPRK Aceh Utara Rekomendasikan Pj Bupati Berhentikan Direktur PT Pase Energi Migas

LHOKSUKON – Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu, menyerahkan rekomendasi pemberhentian Direktur Utama PT Pase Energi Migas, Azman Hasballah.

Informasi diperoleh portalsatu.com, rekomendasi tersebut diserahkan Ketua Komisi III kepada Pimpinan DPRK di hadapan Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, usai Rapat Paripurna Laporan Panitia Anggaran Terhadap Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBK (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) 2022, di gedung dewan, Jumat, 16 September 2022, malam.

Sesaat setelah rapat paripurna berakhir, Ketua Komisi III langsung menyampaikan interupsi. “(Hasil) kajian Komisi III, menyangkut dengan Direktur Pase Energi, cacat hukum. Jadi, hari ini Komisi III menyerahkan (rekomendasi) kepada Pimpinan DPRK untuk dapat diserahkan kepada Pj. Bupati,” kata Razali Abu.

“Hidup Komisi III,” teriak seorang anggota dewan diiringi tepuk tangan sejumlah anggota dewan lainnya saat Razali Abu berjalan ke meja Pimpinan DPRK menyerahkan map berisi Surat Rekomendasi Pemberhentian Direktur PT Pase Energi Migas kepada Pimpinan DPRK, disaksikan Pj. Bupati Aceh Utara.

Surat Komisi III DPRK Aceh Utara Nomor: 03/2022 itu, Sifat: Penting dan Segera, Perihal: Rekomendasi Komisi III DPRK Aceh Utara Terhadap Berakhirnya Masa Jabatan Direktur Utama PT Pase Energi Migas dan Untuk Segera Mengangkat Direktur Utama yang Baru.

Dalam surat rekomendasi disebutkan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor: 800/645/2019 tentang Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pase Energi Kabupaten Aceh Utara dan Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Bina Migas dan Energi menjadi Perusahaan Perseroaan Daerah Pase Energi Migas Kabupaten Aceh Utara.

Poin selanjutkan menyebutkan berdasarkan informasi diterima Komisi III DPRK, PT Pase Energi Migas telah melaksanakan RUPS Luar Biasa secara tertutup serta menetapkan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris baru periode 2022-2027.

Terhadap hal tersebut, Komisi III DPRK Aceh Utara menilai proses pelaksanaan RUPS dimaksud, cacat hukum dan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 serta Qanun Aceh Utara Nomor 2 Tahun 2020.

“Berkenaan dengan hal tersebut, maka kami dari Komisi III DPRK Aceh Utara, merekomendasikan kepada Pj. Bupati Aceh Utara untuk segera memberhentikan jabatan Direktur Utama PT Pase Energi Migas yaitu Saudara Drs. Azman Hasballah sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor: 800/645/2019. Dan perpanjangan masa jabatan atau sebagainya wajib mempedomani ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017, serta pasal 23 dan pasal 24 Qanun Nomor 2 Tahun 2020,” bunyi rekomendasi Komisi III.

Selain itu, Komisi III mendesak dan merekomendasikan kepada Pj. Bupati Aceh Utara segera melakukan pengangkatan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pase Energi Migas untuk melanjutkan tugas operasional perusahaan. Juga mempersiapkan Panitia Seleksi untuk melaksanakan proses Seleksi Dewan Direksi Perusahaan Pase Energi Migas sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 serta Qanun Nomor 2 Tahun 2020.

Komisi III menilai proses maladeministrasi dilakukan perusahaan melalui RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan Dewan Direksi dan Komisaris PT Pase Energi meliputi persyaratan dan proses pengangkatan tidak sesuai pasal 24 ayat (2) poin (d) Qanun Nomor 2 Tahun 2020. Di mana batas usia persyaratan Direksi minimal 35 tahun dan maksimal 55 tahun pada saat mendaftar pertama sekali. “Dan yang bersangkutan (Azman Hasballah) saat ini berusia 62 tahun”.

Menurut Komisi III, peralihan kepengurusan dari PD Bina Migas dan Energi kepada kepengurusan baru PT Pase Energi Migas diatur dalam BAB XVIII tentang Ketentuan Peralihan pasal (46). Di mana diterangkan bahwa Direksi PD Pase Energi dapat menjadi Direksi PT Pase Energi Migas (Perseroda) untuk pertama sekalinya setelah berubah bentuk hukumnya menjadi Perusahaan Perseroan sesuai periodesasi masa jabatan yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor: 800/645/2019 tentang Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pase Energi Kabupaten Aceh Utara. “Surat Keputusan tersebut telah berakhir pada 4 September 2022”.

Rekomendasi dikeluarkan Komisi III DPRK Aceh Utara tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pendayagunaan Badan Usaha Milik Daerah (Perseroda, red) guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang pada akhirnya digunakan untuk kepentingan masyarakat Aceh Utara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan berlaku.

“Hal ini juga semata-mata untuk kepentingan penyegaran agar kesempatan yang sama juga dapat diperoleh oleh putra-putri terbaik Aceh Utara untuk mengelola BUMD Aceh Utara yang selama ini tidak memberikan manfaat apapun untuk masyarakat,” bunyi pernyataan Komisi III pada bagian akhir surat rekomendasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tidak banyak yang tahu ternyata Azman Hasballah telah diangkat kembali sebagai Direktur Utama PT Pase Energi Migas (Perseroda) dengan masa jabatan sampai Mei 2027. Hal itu berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Perusahaan Perseroan Daerah Pase Energi Migas Kabupaten Aceh Utara pada Mei 2022 yang kemudian dibuat Akte Berita Acara Perseroda tersebut pada salah satu Kantor Notaris di Lhokseumawe.

Informasi tersebut diperoleh portalsatu.com, Jumat, 16 September 2022, setelah mengkonfirmasi Pj. Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, AP., M.Si.

Catatan portalsatu.com, Azman Hasballah dilantik menjadi Dirut Perusahaan Daerah Pase Energi (PDPE) periode 2019-2022 pada 18 September 2019. Jika mengacu pelantikan tersebut, maka masa jabatan Azman Hasballah akan berakhir pada 17 September 2022.

Namun, PDPE telah berubah bentuk hukum menjadi PT Pase Energi Migas (Perseroda) berdasarkan Qanun Aceh Utara Nomor 2 Tahun 2020. Dalam qanun itu disebutkan masa jabatan Direksi PT Pase Energi Migas selama lima tahun.

Pj. Bupati Azwardi mengirimkan tabel “Data Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022” kepada portalsatu.com via pesan WhatsApp. Dalam tabel itu, dari empat nama BUMD (Perseroda dan Perumda, red), salah satunya PT Pase Energi Migas (Perseroda).

Keterangan dalam tabel tersebut, PT Pase Energi Migas alias PTPEM, nama Direksinya Drs. Azman Hasballah berdasarkan Akte Notaris Nomor 23 tanggal 27 Mei 2022, dengan masa jabatan berakhir tanggal 26 Mei 2027.

Adapun nama Komisaris/Dewan Pengawas PTPEM adalah Mirza Gunawan, S.T., Taufik Hidayat, dan T. Tarmizi T. M. Nur, S.E., juga berdasarkan Akte Notaris Nomor 23 tanggal 27 Mei 2022, dengan masa jabatan berakhir tanggal 26 Mei 2027.

“Lebih lanjut hubungi Asisten 2,” kata Azwardi.

Asisten Dua Sekda Aceh Utara, Ir. Risawan Bintara, M.T., mengatakan masa jabatan Azman Hasballah sebagai Dirut PTPEM sampai Mei 2027 karena sudah diangkat kembali berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada Mei 2022 lalu.

Risawan kemudian mengirimkan file “Akte Berita Acara PTPEM”, yang dibuat berdasarkan RUPS Luar Biasa.

Dilihat portalsatu.com, dalam Akte Berita Acara Rapat “PT Pase Energi Migas Perseroda” Nomor 23 tanggal 27 Mei 2022, tertulis RUPS dilaksanakan pada 18 Mei 2022 tentang pengangkatan kembali Dewan Direksi dan Komisaris yang baru dari PTPEM mulai 18 Mei 2022 sampai 17 Mei 2027.

Adapun susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris baru PTPEM ialah Direktur: Azman Hasballah, Komisaris Independen: T. Tarmizi T. M. Nur, Komisaris Utama: Mirza Gunawan, dan Komisaris: Taufik Hidayat.

Hadir ke Kantor Notaris saat itu sehingga dibuat akta tersebut, Mirza Gunawan selaku Komisaris Utama, Muhammad Thaib sebagai Bupati Aceh Utara bertindak atas nama Pemkab Aceh Utara yang merupakan pemilik dan pemegang saham, serta Azman Hasballah, Direktur PTPEM.

Baca: Ternyata Azman Hasballah Diangkat Kembali Sebagai Direktur PT Pase Energi Migas Sampai 2027.[](nsy)

Baca juga: