Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsKPA/PA Peureulak Bedah...

KPA/PA Peureulak Bedah Rumah Kaum Fakir

IDI RAYEK- Komite Peralihan Aceh (KPA) bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Aceh (PA) Peureulak, membedah dan membangun rumah tak layak huni di Dusun Krueng Baro, Gampong Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu 20 Januari 2015.

Rumah yang dibedah kali kedua ini milik Yusri. Berbulan-bulan, Yusri bersama istri tercintanya Azzuhra menetap di sebuah gubuk yang dibangun masyarakat terbuat dari plastik, baik dinding ataupun atapnya. Sehingga, dari keibaan masyarakat melaporkan kondisi Yusri ke jajaran KPA dan PA Peureulak.

Ketua DPC Partai Aceh (PA) Peureulak, Mahdi Ali Basyah kepada portalsatu.com  mengatakan, ketika Aceh dilanda konflik sebelum 2005 silam orangtua Yusri memutuskan pindah ke Kabupaten Aceh Tamiang, bahkan Yusri sendiri ikut dibawa bersamanya. Kini, Yusri yang sudah berkeluarga memutuskan pulang ke kampungnya.

 Mahdi menybutkan keputusan membangun sebuah rumah yang layak huni untuk Yusri di Blang Bitra, itu merupakan hasil musyawarah internal PA dan KPA.

“Tidak tega kita melihat Yusri harus menelan penderitaannya sepanjang hidupnya, sehingga kita bangun rumah dengan ukuran 6X5 meter dan kita hadiahkan untuk Yusri sebagai tempat tinggal. Muda-mudahan bermanfaat hingga anak cucunya,” kata Mahdi. 

Selain di Blang Bitra, Mahdi mengaku telah membangun beberapa unit rumah lainnya untuk kalangan kaum dhuafa, seperti di Uteun Dama, Kec. Peureulak. 
 
“Kita akan terus berusaha membangun rumah layak huni di Aceh Timur dengan menggunakan anggaran PA dan swadaya internal KPA. Sebab kita yakin, meskipun pemerintah selama ini terus merehab dan membangun rumah tak layak huni, tetapi tidak akan habis terbangun dalam jangka waktu yang singkat. Sehingga kita di PA dan KPA ikut membantu meringankan beban Pemkab Aceh Timur dalam membangun rumah tak layak huni,” kata Mahdi.[]

Baca juga: