Ini Proyek Gedung STAIN Malikussaleh Senilai Miliaran

    0

    LHOKSEUMAWE – STAIN Malikussaleh Lhokseumawe mendapat sejumlah proyek gedung sumber dana APBN 2015 mencapai miliaran rupiah. Proyek fisik tersebut kini sudah ditender.

    Berdasarkan data diperoleh portalsatu.com dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Agama RI, Jumat, 24 Juli 2015, proyek tahun 2015 tersebut adalah pembangunan gedung Mahad Aly (tahap lanjutan) STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp5,6 miliar. Dari 80 peserta lelang, dimenangkan PT. Harum Jaya dengan harga penawaran Rp4,9 miliar lebih.

    Berikutnya, pembangunan gedung Biro Rektorat (lanjutan) STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp4,1 miliar. Diikuti 71 peserta lelang, dimenangkan PT. Kana Beurekat dengan harga penawaran Rp3,7 miliar. Lalu, pembangunan Gedung Serbaguna STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp5,6 miliar. Dari 85 peserta lelang, dimenangkan PT. Citaci Usaha dengan harga penawaran Rp5,4 miliar lebih.

    Pembantu Ketua II STAIN Malikussaleh Darmadi saat dihubungi melalui telpon seluler, Jumat menjelang siang tadi, membenarkan adanya proyek-proyek tersebut. “(Proyek) yang baru pembangunan Gedung Serba Guna (STAIN), sedangkan gedung Mahad Aly dan Biro Rektorat itu tahap lanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, menurut data dari LPSE Kemenag RI, tahun 2014 STAIN Malikussaleh juga memperoleh miliaran dana APBN untuk sejumlah gedung. Di antaranya, pembangunan gedung kuliah Jurusan Syari’ah tahap akhir dengan volume 2700 M2 pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp9,9 miliar lebih. Dari 47 peserta lelang, dimenangkan PT. Harum Jaya dengan harga penawaran Rp9,7 miliar lebih.

    Berikutnya, pembangunan gedung Perpustakaan tahap akhir (lanjutan) dengan volume 852 M2 pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp3,1 miliar lebih. Diikuti 30 peserta lelang, dimenangkan PT. Murfido dengan harga penawaran Rp2,9 miliar. Lalu, pembangunan gedung Biro Rektorat (lanjutan) dengan volume 473 M2 pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Rp1,7 miliar lebih. Dari 62 peserta tender, dimenangkan CV. Moralist dengan harga penawaran Rp1,6 miliar lebih.

    Diberitakan sebelumnya, Kuasa Direktur PT Lamna Tamita Jaya, M. Zubir Yacob menyatakan proses tender gedung Mahad Aly (lanjutan) STAIN Malikussaleh Lhokseumawe senilai Rp5,6 miliar, cacat hukum.

    Zubir juga menuding Ketua Panitia Tender (Pokja ULP) STAIN Malikaussaleh Ramadhan tidak memiliki sertifikat PBJP. Selain itu, kata Zubir, Kabag Keuangan STAIN Malikussaleh, Sidik merangkap jabatan sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) proyek tersebut.

    Akan tetapi, Pembantu Ketua II STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Darmadi membantah tudingan bahwa panitia tender proyek (Pokja ULP) tidak memiliki sertifikat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP).

    “Kalau tidak ada sertifikat (PBJP) tidak boleh duduk di Pokja ULP. Jadi yang duduk sebagai Pokja ULP STAIN Malikussaleh sudah punya sertifikat itu sesuai ketentuan Perpres (Peraturan Presiden tentang PBJP),” ujar Darmadi.[] (idg)

    Tinggalkan Balasan