26.4 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021
Array

Pasar Modal India Ungguli Cina

BERITA DAERAH

NEW YORK — Dengan capaian margin lebih tinggi, belakangan ini pasar modal India mengungguli Cina. Selama lima tahun belakangan, indeks saham iShares S&P India 50 naik 45,87 persen atau tumbuh hampir dua kali dibanding indeks ETF Cina.

Hal ini bisa jadi mengejutkan. Sebab Cina adalah emerging market terbesar dunia yang mengalahkan India di berbagai sisi ekonomi India, termasuk di sisi daya saing global dimana Cina berada di peringkat 27 dan India di peringkat 40.

Selain itu, Cina juga melakukan berbagai hal ke arah yang benar. Sehingga Cina bahkan dianggap jadi contoh bagi India.

Sayangnya, India mengalahkan Cina pada aspek yang amat penting bagi investasi emerging market, pengembangan pasar modal. Untuk aspek ini, India berada di peringkat 42 dan Cina di peringkat 48. Hal itu pun sudah dua tahun terjadi, demikian dilansir Forbes, Ahad (22/10).

Pengembangan pasar modal merupakan pilar ke delapan dalam indeks daya saing global. Di dalamnya mencakup beberapa hal lain termasuk bagusnya aspek keuangan negara seperti kredit domestik untuk swasta, pembiayaan UKM, penerbitan surat utang korporasi, pembiayaan melalui pasar modal, kapitalisasi pasar perusahaan terbuka, perbankan yang sehat, tingkat kredit bermasalah perbankan, dan regulasi pasar modal.

Pengembangan pasar keuangan merupakan hal penting karena beberapa alasan. Salah satunya adalah, kurangnya pengembangan pasar keuangan membuka peluang pertumbuhan kredit tidak terkendali yang memicu bubbles dan krisis keuangan.

Kasus semacam ini sudah ada di Cina. Dalam laporan Bank forInternationalSettlements (BIS), pertumbuhan rasio kredit terhadap PDB Cina melesat menjadi 30,1 atau tiga kali dari batas 10 yang mengindikasikan bakal terjadinya krisis keuangan. Kekhawatiran itu yang membuat S&P Global menurunkan peringkat kredit Cina.

Di sisi lain, sistem keuangan sekaligus juga jadi kelemahan emerging market, sektor dimana krisis bermula sekaligus alasan bagi pasar modal untuk tumbuh atau lesu. Faktanya, campur tangan pemerintah yang terlalu jauhlah yang menghambat pertumbuhan pasar modal Cina. Hal itu bisa memburuk bila potensi krisis yang menggelembung akhirnya pecah.[]Sumber:republika

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...