27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021
Array

Kata Sejarawan Nia Deliana Tentang Orang Tamil di Aceh

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Kandidat doktor jurusan Sejarah dan Peradaban di Universiti Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), Nia Deliana, mengatakan, Tamil adalah sebuah etnik dan wilayah di India selatan. Dipercayai mereka merupakan keturunan dari bangsa Dravidia. Tamil juga dapat ditemui di beberapa tempat lainnya seperti di Sri Lanka dan Maladewa.

Hal itu dikatakan Nia Deliana dalam sebuah acara bertajuk “Diskusi Sejarah: Tamil Muslim di Sumatra Abad ke-19, Sebuah Kajian Awal” di lingkungan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu 6 Januari 2018. Nia mengatakan, di wilayah Indonesia, Tamil tersebar di wilayah Medan, Jambi, Surabaya, Aceh, dan Jakarta. Tamil di Aceh lebih dari sekedar partner dagang, mereka juga tersebar di Semanjung Malaka.

“Di Sumatra, Tamil ada di Deli, Serdang, Langkat, Padang. Sebagian besar mereka beragama Islam dan sebagian kecil beragama Hindu, Sikh, Buddhisme, Jainisme, Katolik, dan Protestan. Dibandingkan dengan nasib mereka di Malaysia, di Indonesia hak-hak mereka diakui dan diberikan setara dengan pribumi,” kata Nia dalam makalah yang sebelumnya pernah disampaikan di acara “Konferensi Internasional: Migrasi Paksa dan Kajian-Kajian Kepengungsian” yang diadakan oleh UIAM pada 5 Desember 2017.

Nia yang juga sukarelawan di PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), mengatakan, beberapa tempat kediaman Tamil di Aceh merupakan hadiah Sultan, seperti di Burung, Samalanga, Meureudu, dan beberapa daerah lainnya di Pedir (Pidie).

“Pada 1803-1805, ada perkebunan lada baru yang dibuka di pantai Barat dan selatan Aceh. Orang Tamil ada yang pindah ke wilayah tersebut sebagai petani dan pedagang. Di Selatan dan Barat Aceh, kelompok Tamil punya pimpinan sendiri yang terlihat berselisih dengan Sultan,” kata Nia Deliana dalam diskusi yang diinisiasi oleh Aceh Forum for Study of Islamic Civilization (AFSIC) dan partner tersebut.

Di Aceh, kata Nia, ada beberapa orang tokoh di masa Kesultanan Aceh Darussalam pada kurun waktu 1800-1870, merupakan turunan Tamil, di antaranya adalah Poh Salleh (c.d 1803), Lebbai Dappah (c.c 1840s), Tuwanku Pakeh Hussein (c.d 1840s), Sidi Muhammad (d.c 1870s), Muhammad Ghauts (t. 1846-1850s), dan Ramasamy yang dikenal sebagai Panglima Tibang (d. 1873).

“Pengaruh orang Tamil di Aceh mulai menurun ketika hegemoni Eropa ke anak Benua India, perubahan jaringan dagang, regulasi perdagangan, dan dubukanya pelabuhan baru. Traktat 1819, 1824, 1856, 1871, dan India Mutiny 1857 juga melemahkan pengaruh Tamil di Aceh. Dan saat itu, Tamil muslim dan non-Muslim dijadikan kuli paksa kolonial,” Kata Nia dalam diskusi sejarah yang dihadiri puluhan orang tersebut.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...