27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021
Array

Aceh Hari Ini: TKR Bireuen Melucuti Senjata Jepang

BERITA DAERAH

Setelah melalui serangkaian perundingan akhirnya disetujui Jepang menyerahkan 320 pucuk senjata beserta amunisinya untuk laskar perjuangan rakyat Aceh di Bireuen. Pada hari yang sama, Residen Aceh Teuku Nyak Arief menghadiri rapat umum masyarakat Indrapuri, Aceh Besar.

Ia berpidato di hadapat massa, mengutuk keras tindakan-tindakan Belanda yang hendak masuk kembali ke Aceh untuk tujuan penjajahan. Ia meminta rakyat Indrapuri untuk bersatu menghadapi kemungkinan masuknya kembali Belanda bersama Sekutu ke Aceh.

Ternyata rakyat Bireuen tidak puas hanya dengan 320 pucuk senjata saja, dua hari kemudian, 20 November 1945, terjadi kegaduhan di tangsi militer Jepang di Gampong Juli dan Geulanggang Labu.  Dengan bebeal 320 pucuk Senjata yang diserahkan Jepang dua hari sebelumnya, rakyat Bireuen menyerang markas militer Jepang, untuk merebut senjata yang lebih banyak.

Penyerangan tangsi militer Jepang di Juli dipimpin oleh Keuchik Ibrahim, bersama Thaib Bulan, Yusuf Ahmad bersama beberapa kawannya. Perang terjadi selama 3 hari, baru reda setelah kedua pihak melakukan negoisasi gencatan senjata.

Militer Jepang sangat terpukul karena diserang dengan senjata yang mereka serahkan sendiri kepada pejuang Aceh. Akhirnya untuk menghindari banyaknya jatuh korban, Jepang menyerahkan 6 tank (kenderaan tempur lapis baja), 3 pucuk meriam pantai, 3 pucuk meriam mesin Juki, 2 truk, dan 72 pucuk karaben beserat 7 gudang amunisi. Hal yang sama juga terjadi di Rantau Kuala Simpang, pejuang di bagian Timur Aceh berhasil menyakinkan Jepang untuk menyerahkan senjata tanpa perlawanan.

Pada 22 November 1945, giliran masyarakat Geulanggang Labu asrama angkatan udara Jepang di daerah tersebut. Penyerangan dipimpin oleh Utoh Husen, AR Hamidi bersama beberapa pimpinan Tentara Kemanan Rakyat (TKR) Bireuen. Negoisasi untuk menyerahkan senjata ditolak pihak Jepang, karena itu Jepang diserang dari berbagai penjuru.

Setelah perang terjadi selama 3 jam, Komandan Jepang di Pankalan Udara Geulanggang Labu mengangkat bendera putih, menawarkan perundingan. Hasil perundingan tersebut, Jepang menyerahkan 60 pucuk senjata. Penyerahan yang tidak memuaskan pejuang Aceh tersebut membuat suasana tidak terkendali. Para pejuang Aceh tidak bergerak dari pangkalan, mereka tetap melakukan pengepungan. Khawatir terjadi perang yang lebih besar, pasukan Jepang kemudian meninggalkan pangkalan Geulanggang Labu pindah ke markas mereka di Lhokseumawe.[**]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...