Beranda News Cuaca Ekstrem di Subulussalam: Atap Rumah Warga Terbang

Cuaca Ekstrem di Subulussalam: Atap Rumah Warga Terbang

0
Atap rumah warga di Kompleks Bidadari Desa Penanggalan Timur, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam diterbang angin puting beliung. Foto Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSALAM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya, Minggu, 24 Januari 2021. Akibat cuaca ekstrem arus listrik PLN juga sempat dipadamkan.

Pantauan portalsatu.com cuaca ekstrem melanda wilayah Bumi Syekh Hamzah Fansuri mulai sekitar pukul 15:00 WIB kondisi awan mulai tampak mendung. Tak lama kemudian terdengar suara guruh dan hantaman petir bertubi-tubi memekik telinga.

Dalam waktu bersamaan, angin kencang disertai hujan deras pun datang disertai dentuman suara petir, yang menggelegar. Kondisi ini menyebabkan masyarakat ketakutan dan memilih berdiam diri dalam rumah bersama keluarga.

“Kuat kali suara petirnya, angin pun kencang. Mudah – mudahan jangan sampai terjadi sesuatu di luar sana ya,” kata salah seorang ibu rumah tangga Rosnidar.

Berdasarkan cacatan wilayah Kota Subulussalam kerap dilanda cuaca ekstrem angin puting beliung terjadi hampir setiap tahunnya. Bahkan, tak jarang ada warga menjadi korban yang terkena sambaran petir dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, masyarakat Kota Subulussalammulai semakin waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja. Bila mendengar suara petir dan angin puting beliung, masyarakat berhenti melakukan aktivitas di luar dan memilih berdiam diri dalam rumah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, cuaca ekstrem angin puting beliung yang baru saja terjadi menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan pohon tumbang menimpa rumah penduduk.

Beberapa rumah masyarakat di Kompleks Bidadari Desa Penanggalan Timur rusak akibat angin puting beliung, atap seng terbang dan sebagian rumah berkontrukdi papan rusak berat akibat diterjang puting beliung.

Pohon tumbang juga terjadi  di atas badan jalan lintas Subulussalam Menuju Medan, tepatnya wilayah Kecamatan Penanggalan.

Pohon tersebut menimpa kabel PLN menyebabkan arus listrik sempat padam beberapa saat. Akses lalu lintas sempat terganggu sebelum akhirnya pohon tersebut berhasil dibersihkan masyarakat dari badan jalan.

Tingginya intensitas cuaca ekstrem di wilayah yang mekar 2 Januari 2007 lalu dari Kabupaten Aceh Singkil ini, juga tak jarang menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik ruas badan jalan nasional kawasan Kedabuhen Desa Jontor Penanggalan.

Lokasi itu salah satu sebaran titik rawan longsor dan pohon tumbang setiap musim penghujan. Soalnya, di sana terdapat tebing bukit yang labil serta pepohonan hutan lebat. Karena itu, pihak BPBD Kota Subulussalam selalu mengimbau kepada mengguna jalan yang melintas arah Kedabuhen dan sebaliknya agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

.

Tinggalkan Balasan