29.4 C
Banda Aceh
Senin, April 19, 2021

Hasil Penyelidikan Sementara Kasus Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa, Kajari: Secara Hukum Ditemukan Pelanggaran

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., mengatakan pihaknya sudah menggelar pra-ekspose hasil penyelidikan sementara terhadap kasus proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa sumber dana Otsus tahun anggaran 2020. Hasilnya, kata Mukhlis, secara hukum ditemukan pelanggaran. Namun, apakah menjurus kepada tindak pidana korupsi, atau pelanggaran lainnya, tim penyelidik kejaksaan akan mendalami secara lengkap dengan memeriksa semua pihak terkait.

Mukhlis didampingi Kasi Intelijen Miftahuddin, S.H.,  mengatakan itu menjawab para wartawan di Kantin Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Rabu, 27 Januari 2021, siang.

“Kasus yang kami tangani, tim penyelidik masih mengumpulkan data lebih akurat lagi. Pemanggilan (terhadap pihak terkait) masih kita lakukan. Sehingga kita tidak boleh mengenyampingkan semua fakta yang ada,” ujar Mukhlis.

Mukhlis menyebut pihaknya pada Rabu pagi tadi sudah menggelar pra-ekspose. “Kita berkesimpulan harus mendalami, minta data yang lebih akurat terhadap pihak-pihak yang belum kita dapatkan (keterangan). Karena ada beberapa pertentangan terhadap keterangan antara satu pihak dengan pihak lain. Kita kan menginginkan bukti yang maksimal,” tuturnya.

“(Langkah selanjutnya) pertama, minta keterangan lebih lanjut. Karena ada pengembalian (dana proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun anggaran 2020 oleh rekanan kepada Pemko Lhokseumawe), kita akan minta ke Kas Daerah, dalam rangka apa pengembaliannya,” kata Mukhlis.

Mukhlis melanjutkan, kalau memang pekerjaan pada tahun 2019 ada kelebihan volume tanggul dan sebagainya, “apa alasan kelebihan volumenya? Sehingga negara tidak boleh rugi, masyarakat juga tidak boleh rugi,” tegasnya.

“Terus, untuk memastikan, juga kita minta (keterangan) ahli. Kami sekarang sedang berkoordinasi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk melihat riil di lapangan sebenarnya apa sih. Sehingga jangan sampai kita tuduh orang membuat curang, kita juga tidak boleh melanggar hukum,” ujar Mukhlis.

Menurut Mukhlis, pihaknya sudah menyurati BPK Perwakilan Aceh. “Besok (Kamis), Kasi Pidsus (Pidana Khsusus) yang juga menjadi tim akan langsung ketemu dengan BPK (di Banda Aceh) untuk koordinasi selanjutnya. Apakah tim ini akan segera datang? Kita berharap segera tim BPK Perwakilan Aceh turun untuk melihat riil di lapangan. Karena menurut informasi, tahun kemarin itu kan BPK sudah melakukan audit, tapi itu adalah audit umum. Tapi gini, kalau diaudit apa sih kesimpulannya. Saya tidak mau audit umum,” tuturnya.

“Harus audit riil. Kalau audit umum kan umum, proyek ada, pekerjaan ada, apakah melanggar proyek ini? Tapi kalau audit umum kan tidak ketemu melanggarnya. Jadi, khusus untuk ini kita (ingin) lihat benar secara riil, tidak ada negara dirugikan, tidak ada masyarakat yang dizalimi, semua puas. Mahasiswa boleh desak saya bekerja. Saya akan bekerja dengan ikhlas untuk Lhokseumawe tercinta ini,” kata Mukhlis.

Oleh karena itu, Mukhlis meminta semua pihak jangan merasa cemas. “Saya jamin 100 persen, bukan 99 koma, lebih 100 persen tidak akan ada permainan di sini. Kalau menurut aturannya harus terus, ya terus. Tapi (kalau) menurut aturan ini selesai di sini, kita selesaikan. Jadi, media jangan cemas, kawan-kawan mahasiswa jangan cemas, pemerhati tindak pidana korupsi jangan cemas, masyarakat yang membutuhkan pekerjaan itu jangan cemas. Kita akan terus lanjut sesuai dengan aturan yang ada. Tentu apapun kebijakan terus kita akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi,” tegasnya.

Ditanya alasan/pertimbangan Kejari Lhokseumawe meminta BPK, bukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, untuk melakukan audit proyek itu, Mukhlis mengatakan, “secara lembaga saya menginginkan BPK. Karena secara undang-undang, BPK diberi kewenangan itu, walaupun Mahkamah Konstitusi menyebutkan boleh diaudit siapa saja. Inspektorat juga boleh, tapi kan ragu kita. Inspektorat itu (di bawah) pemerintah kota. Nanti orang curiga sama saya, kenapa minta Inspektorat kan dekat. Nanti kawan-kawan berpendapat aneh. Inspektorat tentulah pak tidak ada kerugian negara katanya. Nah, jangan (ada penilaian seperti itu). Jadi, kita minta ke BPK, supaya semua orang pada riil, tidak menilai hal-hal negatif sama kami”.

Menurut Mukhlis, secara teknis terkait pekerjaan proyek itu, pihaknya juga akan meminta keterangan ahli.

“Kita akan tanyakan, kalau ada kelebihan pekerjaan, apa alasannya? Apakah pekerjaan itu diizinkan mereka sebelumnya sehingga perlu ditagih tahun 2020? Nah, kita akan konfirmasi juga ke BPK, boleh enggak pekerjaan yang dikerjakan pada tahun sebelumnya itu ditagih tahun sekarang?” kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, meskipun saat ini banyak pihak menduga proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa “fiktif”, tapi hasil penyelidikan sementara, asumsi pihaknya ada pelanggaran hukum. “Tapi persoalan fiktif nanti kita buktikan, apakah itu fiktif, apakah itu pelanggaran mendahului kontrak, mendahului tender, dan sebagainya,” tegas dia.

Ditanya lebih lanjut soal hasil pra-ekspose kasus itu, Mukhlis menegaskan, “secara administrasi ditemukan pelanggaran. Secara hukum, pelanggaran kita sudah temukan. Kalau enggak ketemu, sudah berhenti dari kemarin. Secara hukum kita temukan pelanggaran. Tapi persoalannya, apakah ini menjurus pada tindak pidana korupsi, atau pelanggaran ini, kita akan dalami secara lengkap. Semua pihak terkait kita akan (periksa). Jangan cemas, jangan cemas”.[](red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...

Pesawat Jatuh di Prancis, 4 Orang Tewas

Empat orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Paris, Prancis, Minggu 18 April 2021. Pesawat ringan...

Kelainan Genetik Langka, Bayi 3 Bulan Lahir dengan 3 Penis

Seorang bayi laki-laki dari Duhok, Irak dilaporkan memiliki tiga penis setelah dilahirkan. Hal ini...

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol Special Season

JAKARTA - Indonesian Idol Special Season telah mencapai puncaknya setelah terpilih dua finalis yang...

Rempah-Rempah Khas Gresik, Sehat dan Cocok untuk Buka Puasa

MINUMAN temu mesem khas Gresik, Jawa Timur, menjadi hidangan yang pas untuk buka puasa...

Mualaf Landisa: Aku Berkomitmen pada Islam, Aku Telah Pulang

Landisa, berkisah tentang kepindahan agamanya dari Kristen ke Islam. Dia tumbuh sebagai seorang Kristen...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 3

KAPTEN LET PANDE Episode 3 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Aroma ikan...

Safari Ramadhan di Mutiara Timur, Keurukon Katibul Wali Serahkan Sejumlah Bantuan

PIDIE – Malam keenam Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, Keurukon Katibul Wali Nanggroe...

Laptop Tidak Mau Menyala, Ini Solusinya

Saat kita sedang melakukan aktivitas menggunakan laptop, terkadang banyak sekali kendala yang kita temui....

9 Alasan Harus Makan Telur Setiap Hari, Menyehatkan Mata Lebih Pintar

Nutrisi yang berbeda dalam telur dapat memberi tubuh semua jenis manfaat kesehatan yang tidak...

Jack Ma Terancam Didepak Perusahaannya Sendiri

BEIJING - Ant Group, perusahaan fintech yang didirikan dan dikendalikan Jack Ma, dilaporkan malah...

Ferrari Akan Rilis Mobil Listrik Pertama pada 2025

Banyak pembesut mobil mainstream yang belakangan ini mengembangkan mobil listrik, namun tidak dengan produsen...

Susah Salat, Model AS Halima Aden Pensiun dari Dunia Fesyen

Model muslimah Amerika Serikat (AS) kelahiran Somalia, Halima Aden mengumumkan pensiun dari dunia fesyen....

Hujan Deras, Singapura Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur...

Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang berkah dan keutamaan air zamzam. عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ...

Di Musala Ini Imam dan Seluruh Jamaahnya Perempuan

Salat Isya dan Tarawih jamaah seluruhnya perempuan. Mulai azan, iqamah dan imam salat dilakukan...

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

WASHINGTON - Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari...

Helen Mccrory, Aktris Pemeran Film Harry Potter Meninggal Dunia

Aktor Inggris Helen McCrory, yang membintangi acara televisi "Peaky Blinders" dan film "Harry Potter",...

Giliran Rombongan PKK Subulussalam Buru Kuliner di Ramadhan Fair

  SUBULUSSALAM - Suasana Ramadhan Fair yang berlokasi di Jalan Raja Asal, depan Masjid Agung...

Myanmar: Pemerintahan Tandingan Junta Militer Diumumkan

Konflik di Myanmar masih terus berkembang. Protes anti-kudeta masih terus berlanjut dari kelompok gerakan...