29.4 C
Banda Aceh
Senin, April 19, 2021

KontraS Aceh Luncurkan Museum HAM Virtual, Lorong Ingatan

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, menggelar diskusi sekaligus peluncuran Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Virtual, Kamis 21 Januari 2021 melalui Zoom Meeting.

Kegiatan diskusi ini menghadirkan pembicara: Ali Nursahid selaku Direktur Program Museum HAM Munir, lalu ada penulis dan peneliti Raisa Kamila, serta Koordinator KontraS Aceh Hendra Saputra dengan dimoderatori Zoelmasry, jurnalis Harian Kompas.

Museum ini merupakan program kerja sama KontraS Aceh dengan Asia Justice and Rights (AJAR) dan Transitional Justice Asia Network (TJAN). Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra mengatakan, museum digital ini mengedepankan narasi dari penyintas, baik korban langsung maupun keluarga yang ditinggalkan korban saat konflik berlangsung sejak pemberlakuan operasi militer di Aceh, belasan tahun silam.

“Kita banyak menyajikan cerita-cerita dari mereka yang bertahan meskipun kehilangan separuh hidup mereka bersama keluarga yang menjadi korban konflik,” ujar Hendra, dalam siaran persnya, Kamis, 21 Januari 2021.

Sementara itu, Divisi Advokasi dan Kampanye KontraS Aceh, Azharul Husna menerangkan, tema ‘Lorong Ingatan’ awalnya merupakan event memorialisasi yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan tahun 2019 sebagai kampanye untuk menolak lupa. Memorialisasi ini dibuat secara fisik, berisi memori dalam bermacam bahasa ungkap mulai dari foto, instalasi, ornamen, lukisan, mural hingga seni suara.

“Namun karena setahun terakhir dalam kondisi pandemi, kegiatan kali ini kami adakan secara virtual, dan menjadi tema untuk Museum HAM Virtual,” kata Husna.

Untuk bisa mengunjungi galeri digital tersebut, publik bisa mengakses laman http://museumham.kontrasaceh.or.id/ . Di dalamnya terdapat tiga tema utama, yakni Penghilangan Paksa, Penyiksaan, Pembantaian Massal dan Pembunuhan Tokoh-tokoh Aceh. Di tiap tema tersebut, KontraS menyajikan rangkaian peristiwa konflik Aceh yang dituangkan dalam bentuk narasi, infografis dan videografis.

“Museum ini tentunya masih terus berproses, kita akan terus mengembangkan dan melengkapi data-data tersebut beberapa waktu ke depan. Kami mengajak seluruh kalangan masyarakat silakan berkontribusi memberikan informasi dan data, karena museum ini milik bersama,” ujarnya.

Merawat Ingatan Kolektif tentang Masa Lalu

Direktur Program Museum HAM Munir, Ali Nursahid dalam kesempatan itu mengapresiasi Lorong Ingatan ini sebagai upaya kolektif masyarakat yang masih peduli pada kondisi hak asasi manusia dengan mendokumentasikan peristiwa konflik Aceh di masa lalu, agar dapat diakses secara luas.

”Kondisi hak asasi manusia di Indonesia tak kunjung membaik. Karena itu keberadaan museum penting untuk memberi ruang pembelajaran bagi kita, untuk memaknai situasi hari ini,” kata Ali Nursahid.

Menurutnya, pertarungan pengetahuan dan kekuasaan politik hari ini, menyebabkan narasi sejarah hanya memunculkan kaum elit, sementara ruang untuk narasi korban tidak banyak tersedia. Karena itu, dalam pengalamannya mengelola Museum HAM Munir, Ali menyadari, penting memanfaatkan medium yang ada untuk memperkenalkan HAM dari berbagai perspektif yang lebih luas ke kalangan milenial, termasuk narasi korban yang selama ini kurang terdengar.
Ia juga mengatakan, Museum HAM Munir sendiri juga menyediakan medium untuk menyampaikan narasi melalui Podcast. “Dan masih ada platform lainnya yang mesti kita tahu dan manfaatkan untuk menyebarkan narasi tersebut,” pungkasnya.

Sementara peneliti sekaligus penulis Raisa Kamila juga mengatakan hal serupa. Upaya merekam sejarah masa lalu bisa dihadirkan dengan beragam medium. Ia sendiri telah memilih menuangkan cerita-cerita tentang masa lalu di Aceh dalam bentuk karya sastra. Bersama kolektif Perkawanan Perempuan Menulis, Raisa dkk menelurkan kumpulan cerita pendek berjudul Tank Merah Muda, 2019 silam.

“Dengan riset, kita akan tahu bahwa sejarah masa lalu tidak hitam-putih seperti yang kita baca selama ini,” ujarnya.

Kegiatan peluncuran Museum HAM Virtual ini diselingi pembacaan puisi karya AA Manggeng berjudul ‘Yang Hilang di Musim Badai’ oleh Cut Putri. Selain itu peserta diskusi juga disuguhi penampilan musik akustik oleh Amoysyah and Friends.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...

Pesawat Jatuh di Prancis, 4 Orang Tewas

Empat orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Paris, Prancis, Minggu 18 April 2021. Pesawat ringan...

Kelainan Genetik Langka, Bayi 3 Bulan Lahir dengan 3 Penis

Seorang bayi laki-laki dari Duhok, Irak dilaporkan memiliki tiga penis setelah dilahirkan. Hal ini...

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol Special Season

JAKARTA - Indonesian Idol Special Season telah mencapai puncaknya setelah terpilih dua finalis yang...

Rempah-Rempah Khas Gresik, Sehat dan Cocok untuk Buka Puasa

MINUMAN temu mesem khas Gresik, Jawa Timur, menjadi hidangan yang pas untuk buka puasa...

Mualaf Landisa: Aku Berkomitmen pada Islam, Aku Telah Pulang

Landisa, berkisah tentang kepindahan agamanya dari Kristen ke Islam. Dia tumbuh sebagai seorang Kristen...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 3

KAPTEN LET PANDE Episode 3 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Aroma ikan...

Safari Ramadhan di Mutiara Timur, Keurukon Katibul Wali Serahkan Sejumlah Bantuan

PIDIE – Malam keenam Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, Keurukon Katibul Wali Nanggroe...

Laptop Tidak Mau Menyala, Ini Solusinya

Saat kita sedang melakukan aktivitas menggunakan laptop, terkadang banyak sekali kendala yang kita temui....

9 Alasan Harus Makan Telur Setiap Hari, Menyehatkan Mata Lebih Pintar

Nutrisi yang berbeda dalam telur dapat memberi tubuh semua jenis manfaat kesehatan yang tidak...

Jack Ma Terancam Didepak Perusahaannya Sendiri

BEIJING - Ant Group, perusahaan fintech yang didirikan dan dikendalikan Jack Ma, dilaporkan malah...

Ferrari Akan Rilis Mobil Listrik Pertama pada 2025

Banyak pembesut mobil mainstream yang belakangan ini mengembangkan mobil listrik, namun tidak dengan produsen...

Susah Salat, Model AS Halima Aden Pensiun dari Dunia Fesyen

Model muslimah Amerika Serikat (AS) kelahiran Somalia, Halima Aden mengumumkan pensiun dari dunia fesyen....

Hujan Deras, Singapura Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur...

Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang berkah dan keutamaan air zamzam. عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ...

Di Musala Ini Imam dan Seluruh Jamaahnya Perempuan

Salat Isya dan Tarawih jamaah seluruhnya perempuan. Mulai azan, iqamah dan imam salat dilakukan...

Mualaf Amerika Wolfe: Bagi Saya Islam Agama yang Sempurna

WASHINGTON - Seorang penyair, penulis Amerika Serikat (AS), dan Presiden dan Produser Co-Executive dari...

Helen Mccrory, Aktris Pemeran Film Harry Potter Meninggal Dunia

Aktor Inggris Helen McCrory, yang membintangi acara televisi "Peaky Blinders" dan film "Harry Potter",...

Giliran Rombongan PKK Subulussalam Buru Kuliner di Ramadhan Fair

  SUBULUSSALAM - Suasana Ramadhan Fair yang berlokasi di Jalan Raja Asal, depan Masjid Agung...

Myanmar: Pemerintahan Tandingan Junta Militer Diumumkan

Konflik di Myanmar masih terus berkembang. Protes anti-kudeta masih terus berlanjut dari kelompok gerakan...