27.4 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Masih ‘Sakit’, Begini Penjelasan PDAM Lhokseumawe Soal Pelayanan Air Bersih

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Perusahaan Daerah Air Minum Ie Beusaree Rata Lhokseumawe termasuk dalam kategori PDAM “sakit” berdasarkan hasil evaluasi dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Direktur PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe, Safrial, dikonfirmasi portalsatu.com via telepon seluler, Jumat, 29 Januari 2021 sore, mengatakan PDAM milik Pemko Lhokseumawe ini bukan di urutan pertama dari delapan PDAM kategori sakit di Aceh. Menurut dia, jika dilihat dari hasil evaluasi tersebut, tingkat kebocoran air PDAM Lhokseumawe malahan rendah.

“Itu kan ada NRW (Non Revenue Water) atau jumlah kehilangan air (kebocoran), kita terendah sebenarnya,” kata Safrial.

Safrial mengungkapkan bahwa yang menjadi titik persoalannya adalah sumber air baku. “Jadi, air baku yang pipa di Rancong (Kecamatan Muara Satu) itu 80 liter/detik. Tapi dari WTP atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) kita 80, yang tersedia hanya 7 liter/detik. Itu yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Safrial, PDAM Lhokseumawe sudah menandatangani MoU atau kerja sama dengan PT Perta Arun Gas (PAG) pada tahun 2019 terkait program pemanfaatan air baku. Program tersebut ditindaklanjuti tahun 2021 ini. “Saat dilakukan MoU tersebut, saya belum menjabat (Direktur PDAM Lhokseumawe). Maka ke depan sedang diupayakan untuk dapat terealisasi pada tahun ini dan bisa diambil air baku 36 liter/detik,” tutur dia.

“Kita akan memasang pipa nanti di dalam genset aliran air dari PAG dengan jarak 1,6 kilometer, untuk disalurkan air itu ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) kita yang ada di Rancong. Insya Allah, mudah-mudahan program itu bisa terealisasi,” kata Safrial.

Ditanya sudah berapa tahun PDAM Lhokseumawe beroperasi melayani air bersih untuk masyarakat, Safrial mengatakan di Kecamatan Muara Satu sejak 2014. Apabila program pemanfaatan air baku sebagaimana MoU PDAM dengan PAG terealisasi, kata dia, maka pihaknya juga akan menyuplai air bersih ke sebagian Kecamatan Muara Dua dan Banda Sakti.

“Kenapa sebagian, pertama, kita akan memasuki ke wilayah yang tidak dilayani oleh pihak (PDAM Tirta Mon Pase) Aceh Utara. Karena ada tiga kecamatan yaitu Banda Sakti, Muara Dua dan Blang Mangat (Lhokseumawe), masyarakat itu mendapatkan suplai air bersih dari PDAM Aceh Utara,” ujar Safrial.

Menurut Safrizal, selama ini pihaknya bukan tidak menyuplai air ke kecamatan lain di luar Muara Satu, tapi terkendala pada sumber air baku. Untuk Kecamatan Muara Satu saja dibagi jadwal penyaluran air kepada 1.800 sambungan rumah atau pelanggan.

“Sebenarnya dari jumlah itu kita harus mempunyai air 20 liter/detik. Maka mengapa bisa dilakukan penyaluran 7 liter/detik untuk melayani 1.800 pelanggan, itu sistemnya dibagi dengan jadwal per hari berselang. Kita bagi jadwal untuk wilayah barat (Kecamatan Muara Satu) sehari berselang, dan bagian timur begitu juga. Caranya seperti itu, ini kan strategi kita supaya berjalan dan masyarakat bisa menerima,” kata Safrial.

Safrizal menyebut tarif air bersih yang dikutip Rp3.588/meter kubik. “Itu sistemnya ada alat pembaca meteran untuk dikutip per bulan setiap pelanggan, tergantung pemakaian air juga dan akan terbaca pada sistem tersebut. Ada yang membayar antara Rp50 ribu dan Rp60 ribu per bulan, ada juga yang lebih rendah lagi karena tergantung pemakaian,” ujarnya.

Soal jumlah karyawan PDAM Lhokseumawe, Safrizal mengatakan 39 orang. Namun, kata dia, pihaknya akan me-review jumlah karyawan tersebut untuk disesuaikan. Pasalnya, PDAM yang sehat adalah enam karyawan banding 1.000 pelanggan atau sambungan rumah. Jika dibandingkan jumlah 2.000 pelanggan, maka karyawan sekitar 12 orang. Apabila terjadi over jumlah karyawan, kata Safrial, tentu menjadi kendala karena membutuhkan biaya besar untuk gaji dan lainnya.

“Artinya, itu merupakan salah satu indikator (PDAM) sehat. Kemudian tingkat kebocoran atau NRW rendah juga termasuk salah satu dari kategori sehat,” ungkap Safrial.

Safrial menambahkan ke depan pihaknya berupaya mendapat sumber air baku lain, sehingga tidak hanya dari PAG. “Jika dibandingkan dengan wilayah Aceh Utara itu berbeda, mereka ada aliran sungai sehingga dapat memanfaatkan itu,” katanya.

“Langkah ke depan akan kita lakukan tentu ada perencanaan. Jadi, yang diupayakan bagaimana untuk bisa dimanfaatkan sumber air dari luar Kota Lhokseumawe, ada aliran sungai Krueng Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Dalam tahun ini kita sudah membuat usulan di bawah Balai Sungai Sumatera-I (BWS) Aceh untuk dibantu dalam perencanaan agar mendapatkan sumber (air) yang lain,” tutur Safrial.

Selain itu, kata Safrial, pihaknya juga bisa bekerja sama dengan PDAM Aceh Utara dengan membeli air dari mereka karena salurannya (pipa suplai air) juga melewati wilayah Lhokseumawe dan sistem kerjanya dipasang meteran induk. Jadi, kata dia, ada tempat di Lhokseumawe yang belum dilayani PDAM Aceh Utara bisa dipasang meteran induk itu.

“Maka penilaian dari BPKP itu merupakan salah satu pemicu bagi kita. Dengan demikian, ada terobosan kita ke depan dengan dukungan semua pihak atau stakeholders. Kita tetap berbuat dan semoga terlaksana,” ucap Safrial.

Disinggung berapa jumlah dana penyertaan modal sudah diterima PDAM Ie Beusaree Rata dari Pemko Lhokseumawe, Safrial mengatakan, “untuk jumlah total perlu dilihat kembali yang tertampung penyertaan itu agar tidak keliru angka. Cuma begini, dalam penyertaan tersebut, karena perusahaan baru berdiri dan sambungan rumah tangga (pelanggan) masih sedikit, tentu pendapatannya rendah”.

Diberitakan sebelumnya, BPKP Perwakian Aceh menyebut delapan PDAM tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh masih dalam kondisi “sakit”, enam “kurang sehat” dan enam lainnya tercatat masuk dalam kategori “sehat”.

Penilaian itu berdasarkan hasil evaluasi kinerja 20 PDAM di Aceh. BPKP Aceh mengevaluasi 20 PDAM dengan menggunakan indikator ukuran kinerja yang ditetapkan BPPSPAM. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers di Aula BPKP Aceh, Kamis, 28 Januari 2021.

PDAM masuk kategori sakit adalah Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, Simeulue, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Aceh Tenggara. PDAM kategori kurang sehat yaitu Aceh Tamiang, Singkil, Aceh Timur, Pidie, Gayo Lues dan Aceh Utara. Sedangkan PGAM sehat yakni Banda Aceh, Bireuen, Sabang, Aceh Tengah, Aceh Besar dan Langsa.

Beberapa indikator yang digunakan BPKP dalam evaluasi terhadap 20 PDAM di Aceh itu aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional dan aspek sumber daya manusia. Dari aspek tersebut ditemukan dan dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu PDAM yang sehat, kurang sehat dan sakit. []

Berita Terkait

1 KOMENTAR

  1. Yth. Pak Syafril.
    Terlalu tinggi harga air baku yang sebesar Rp. 2.200 yang dibayar kan ke PT PAG itu pak direktur.
    Dimana harga penjualan airnya hanya Rp. 3.500.
    Kita aja Rp. 4.500 harga penjualan air untuk Rumah Tangga dan air baku ambil dari sungai masih pas Pasan.
    Salam berjuang.

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...