27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Pembangunan MTsN 1 Lhokseumawe Terkendala Sertifikat Tanah

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE — Pembangunan sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Lhokseumawe terkendala akibat belum mempunyai sertifikat tanah. Meski demikian pihak sekolah sudah mendapat izin operasional.

Kepala MTsN 1 Kota Lhokseumawe, Herman, S.pd.,S.H.M.pd, Senin 25 Januari 2021, mengatakan, untuk pembangunan sekolah ini pihaknya terkendala pada sertifikat, karena Keuchik Gampong Lancang Garam kurang bersedia dalam bekerjasama untuk hal tersebut. Bahkan sudah tiga kali disurati permohonan pembuatan sertifikat untuk MTsN itu, namun sampai sekarang belum ada jawaban.

“Kami juga tidak mengetahui mengapa belum ada respon dari keuchik. Tapi yang kita inginkan marilah bekerja sama agar pembangunan di MTsN ini dapat lebih meningkat, karena minat siswa sangat tinggi setiap tahun, bahkan pendaftar sampai 900 orang lebih, sedangkan ruang kelas baru kita tidak punya,” kata Herman.

Herman menambahkan, pada dasarnya banyak pihak yang membantu, tapi semua pihak mengharapkan ada tersedianya sertifikat. Pihaknya sudah meminta bantuan dari Duta Besar Jepang di Medan, Sumatera Utara, maka mereka bersedia membantu pembangunan 12 ruang kelas, namun gagal karena tidak adanya sertifikat tersebut.

Selain itu, permintaan langsung kepada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI, dan sudah membangun komunikasi bahwa mereka juga bersedia membantu 12 lokal. Namun, itu juga gagal karena ketiadaan sertifikat.

“Dengan demikian, sertifikat menjadi penghambat kita untuk melakukan pembangunan di MTsN 1 Kota Lhokseumawe. Tentunya sertifikat tidak bisa kita produk sendiri, itu harus kerja sama dengan pihak Keuchik Lancang Garam dan kendalanya di situ. Kita berharap ada kerja sama yang baik untuk menyelesaikan ini dan bukan untuk saya pribadi, akan tetapi untuk anak-anak di Gampong Lancang Garam dan sekitarnya,” ujar Herman.

Selain itu kata Herman, untuk sekarang di sekolah itu terdapat 22 kelas atau ruang belajar siswa, yang bagus ada sekitar 18 unit kelas dan sisanya ada yang rusak ringan dan rusak berat. Karena selama ini pihaknya juga memanfaatkan musala maupun ruang perpustakaan untuk dijadikan ruang belajar bagi siswa.

“Lahan sekolah seluas 3.575 meter ini merupakan milik pemerintah, harapan besar semoga ada solusi ke depan. Untuk saat ini kita terdapat 756 siswa, sebenarnya jumlah siswa itu sudah tidak ideal, dan terpaksa kita masukkan siswa itu sampai jumlahnya 36 lebih per kelas. Yang seharusnya menurut peraturan pemerintah maksimal hanya 32 orang siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Muslim, saat dikonfirmasi portalsatu.com, via WhatsApp, siang,

terkait permohonan pembuatan sertifikat dari pihak MTsN 1 Kota Lhokseumawe. Ia menyampaikan dirinya sedang berada di Meureudu, Pidie Jaya. “Saya masih di Meureudu, ada kegiatan. Insya Allah besok (Selasa) kalau tidak ada halangan kita sampaikan,” ujar Muslim.[Fazil]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...