Beranda News Petani Keluhkan Pupuk Subsidi tak Terpenuhi, Ini Kata Dinas Pertanian

Petani Keluhkan Pupuk Subsidi tak Terpenuhi, Ini Kata Dinas Pertanian

0
ACEH UTARA – Petani di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi untuk kebutuhan musim tanam padi saat ini. Sehingga sebagian petani harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.
Keluhan itu disampaikan salah seorang petani di Gampong Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Ismail, Selasa, 26 Januari 2021.
“Kita melihat setiap tahun pupuk subsidi untuk kebutuhan tanaman padi petani masih belum terpenuhi. Sehingga kita harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya lebih mahal. Biasanya pupuk subsidi hanya Rp3 ribu, sedangkan nonsubsidi Rp7 ribu per kilogram. Harapan kami kepada Pemkab untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Aceh Utara,” kata Ismail.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, mengatakan istilah kelangkaan pupuk subsidi itu kurang tepat. “Yang ada adalah pupuk subsidi alokasinya terbatas untuk setiap kabupaten yang telah dialokasikan pemerintah. Tahun 2021 alokasi pupuk subsidi untuk Aceh Utara, yaitu pupuk urea mencapai 12.000 ton, SP36 sebanyak 1.700 ton, pupuk ZA ada 1.400 ton, NPK 7.000 ton, dan pupuk organik granule berjumlah 1.200 ton,” ujarnya.
“Ketersediaan pupuk itu tersebar di 27 kecamatan yang ada di Aceh Utara. Mekanisme penyusunan atau usulan pupuk bersubsidi ini melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Artinya, kelompok tani menyusun dengan bimbingan penyuluh itu rencana kebutuhan dan mengusahakan per kelompok tani, per orang dan dikalkulasikan dengan dosis yang sesuai anjuran pemerintah,” kata Erwandi.
Erwandi menambahkan, “itulah sebagai bahan untuk mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi melalui dinas terkait, berapa hektare kebutuhan pupuk subsidi. Dalam satu hektare sawah perkiraannya sekitar 30 sampai 40 persen pupuk subsidi mampu terpenuhi untuk sekali musim tanam”.
“Pertama sekali kita ada istilahnya realokasi. Artinya, di mana pupuk yang memang berkurang itu bisa kita lakukan perubahan surat keputusan. Juga boleh mengusulkan realokasi kepada pemerintah provinsi,” tutur Erwandi.
Selain itu, kata Erwandi, pihaknya sedang menggalakkan untuk pemanfaatan pupuk organik sebagai pupuk alternatif untuk mengimbangi kekurangan ketersediaan pupuk subsidi. “Karena pupuk organik itu sendiri mempunyai kelebihan dan secara fisik lebih mampu memperbaiki sifat fisik tanah, sifat kimia tanah dan biologi tanah,” ucapnya.[](*)
.

Tinggalkan Balasan